Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Sifat Pasangan Harus Sesuai dengan Tipe Ideal Kita?

4 min read
Apakah Sifat Pasangan Harus Sesuai dengan Tipe Ideal Kita?
ilustrasi sifat pasangan (pexels.com/Keira Burton)
  • Tipe ideal wajar menjadi pemicu ketertarikan awal, tetapi belum tentu menentukan kenyamanan dan kecocokan saat menjalani hubungan.
  • Perbedaan sifat tidak selalu mempersulit hubungan selama kedua pihak mampu menyesuaikan diri tanpa memaksa perubahan kepribadian.
  • Karakter pasangan lebih terlihat saat menghadapi masalah; sikap komunikasi, penghargaan terhadap pendapat, dan rasa aman lebih penting daripada kesesuaian dengan tipe ideal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebelum dekat dengan seseorang, kita biasanya sudah punya bayangan soal pasangan yang disukai. Ada yang merasa paling cocok dengan orang yang banyak bicara, ada yang lebih suka sosok tenang, atau justru tertarik pada orang yang punya selera humor yang sama.

Kadang, gambaran itu sudah terbentuk jauh sebelum kita bertemu orang yang benar-benar ingin dijadikan pasangan. Menariknya, orang yang akhirnya dekat dengan kita belum tentu punya sifat seperti yang selama ini dibayangkan. Lantas, apakah sifat pasangan harus sesuai dengan tipe ideal kita?

  1. 1. Tipe ideal erat kaitannya dengan rasa tertarik yang muncul sejak awal

    ilustrasi hubungan
    ilustrasi hubungan (unsplash.com/Vitaly Gariev)

    Ada orang yang dari dulu suka cowok atau cewek yang cerewet karena menurutnya hubungan akan lebih seru. Ada juga yang justru mencari pasangan pendiam, karena tidak suka menghadapi orang yang terlalu banyak bicara. Belum lagi soal penampilan, cara berpakaian, pekerjaan, sampai selera humor yang kadang sudah punya kriterianya sendiri.

    Semua itu wajar. Namanya juga selera. Tidak ada yang salah dengan punya gambaran tentang orang yang ingin didekati. Hanya saja, orang yang membuat kamu tertarik belum tentu orang yang paling nyaman untuk diajak menjalani hubungan. Bisa saja setelah beberapa kali bertemu, kamu malah lebih menikmati obrolan dengan orang yang sebelumnya tidak pernah masuk tipe ideal karena cara dia memperlakukanmu terasa lebih menyenangkan.

  2. 2. Sifat yang berbeda tidak selalu bikin hubungan rumit

    ilustrasi hubungan
    ilustrasi hubungan (pexels.com/cottonbro studio)

    Punya pasangan yang berbeda sifat denganmu sebenarnya hal yang biasa. Kamu bisa jadi tipe orang yang kalau mau pergi sudah tahu mau ke mana, makan apa, dan pulang jam berapa. Sementara pasanganmu baru mulai berpikir sambil jalan. Hal kecil seperti ini mungkin bikin geregetan, apalagi kalau terjadi berulang kali.

    Tetapi, perbedaan seperti itu tidak harus menjadi sumber masalah terus-menerus. Kamu bisa tetap membuat rencana, sementara pasangan sesekali mengajakmu mencoba sesuatu secara spontan. Begitu juga ketika salah satu lebih suka menghabiskan waktu di rumah dan yang lain senang pergi ke luar. Selama kalian bisa saling menyesuaikan tanpa merasa harus mengubah kepribadian masing-masing, hubungan tetap bisa berjalan nyaman.

  3. 3. Sifat pasangan baru kelihatan ketika hubungan tidak sedang baik-baik saja

    ilustrasi masalah
    ilustrasi masalah (pexels.com/RDNE Stock project)

    Waktu masih PDKT, kebanyakan orang tentu ingin menunjukkan sisi yang menyenangkan. Ketemu untuk makan, jalan-jalan, ngobrol sampai malam, lalu pulang dengan perasaan senang. Belum banyak urusan yang harus dipikirkan bersama, sehingga rasanya memang gampang untuk mengatakan, “Kayaknya cocok, nih.”

    Ceritanya bisa berbeda ketika mulai menghadapi masalah. Misalnya, rencana liburan tiba-tiba berantakan, salah satu sedang punya masalah pekerjaan, atau kalian berbeda pendapat soal sesuatu yang cukup penting. Dari situ biasanya kelihatan bagaimana seseorang menghadapi keadaan yang tidak sesuai keinginannya. Apakah dia masih bisa diajak bicara, mau mendengarkan, atau malah membuat masalah kecil menjadi panjang? Hal seperti ini justru lebih penting untuk kamu pertimbangkan daripada sibuk berpikir apakah dia sesuai dengan tipe ideal yang kamu bayangkan atau tidak.

  4. 4. Jangan memaksa hubungan hanya karena dia sesuai tipe ideal kamu

    ilustrasi masalah dalam hubungan
    ilustrasi masalah dalam hubungan (pexels.com/RDNE Stock project)

    Ada juga orang yang terlalu terpaku pada tipe ideal sampai mengabaikan hal-hal yang sebenarnya mengganggu. Karena dari awal merasa “Dia persis banget sama tipe gue”, beberapa sikap yang kurang menyenangkan akhirnya dibiarkan, bahkan cenderung dimaklumi. Padahal, punya selera humor yang sama atau sama-sama suka traveling tidak otomatis membuat seseorang menjadi pasangan yang baik.

    Sebaliknya, orang yang tidak romantis, jarang memberi kejutan, atau punya hobi yang berbeda belum tentu sulit diajak menjalani hubungan. Sebab yang perlu dilihat adalah bagaimana sikapnya ketika kamu sedang kesal, bagaimana dia memperlakukan pendapatmu, dan apakah kamu merasa aman untuk mengatakan tidak. Kalau semua hal tersebut berjalan baik, tidak ada alasan untuk mencoret seseorang dari daftar hanya karena dia tidak terlihat seperti pasangan ideal yang dulu kamu bayangkan.

  5. 5. Setelah pacaran, kamu mungkin baru sadar apa yang sebenarnya kamu cari

    ilustrasi pacaran
    ilustrasi pacaran (unsplash.com/Happysurd Photography)

    Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa sifat pasangan harus sesuai dengan tipe ideal. Meski begitu, tipe ideal seseorang bisa berubah setelah punya pengalaman pacaran. Dulu mungkin kamu mengira pasangan yang selalu mengabari setiap saat adalah hal yang menyenangkan. Setelah menjalaninya, ternyata kamu malah merasa tidak punya waktu untuk diri sendiri. Atau kamu pernah merasa harus punya pasangan yang sangat romantis, tetapi akhirnya lebih menghargai orang yang sederhana dan bisa diandalkan ketika ada urusan penting.

    Dari pengalaman seperti itu, gambaran tentang pasangan yang kamu inginkan bisa ikut berubah. Kamu jadi tahu mana yang memang kamu sukai dan mana yang ternyata hanya terdengar menarik sebelum dijalani. Jadi, tidak masalah kalau pasanganmu sekarang punya sifat yang berbeda dari tipe idealmu dulu. Bisa jadi, setelah mengenalnya lebih jauh, kamu justru menemukan bahwa tipe ideal yang selama ini kamu bayangkan memang bukan yang paling kamu butuhkan.

    Punya tipe pasangan tentu bukan masalah, toh setiap orang punya selera masing-masing. Tapi kalau suatu hari ada seseorang yang sifatnya jauh dari tipe kamu dan malah bikin kamu nyaman, apa kamu tetap akan menganggapnya bukan tipe yang cocok? Bisa jadi, justru dari orang seperti itulah kamu menemukan alasan untuk mengubah gambaran mengenai pasangan idealmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More