Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Bahaya Hubungan Parasosial yang Perlu Kamu Waspadai

3 min read
5 Bahaya Hubungan Parasosial yang Perlu Kamu Waspadai
ilustrasi orang tertawa (pexels.com/Rodolfo Quirós)
  • Hubungan parasosial dapat memicu ekspektasi tidak realistis karena penggemar menganggap konten media sosial sebagai gambaran utuh kehidupan idola, lalu kecewa saat fakta berbeda.
  • Ketergantungan emosional pada idola bisa membuat suasana hati dikendalikan mereka, mengabaikan relasi nyata, serta berkembang menjadi perilaku obsesif seperti stalking dan meniru gaya hidup.
  • Fokus berlebihan pada idola berisiko membuat seseorang mengabaikan kebutuhan diri, terisolasi dari lingkungan sosial, dan terlibat perundungan siber terhadap penggemar lain atau orang terdekat idola.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Seseorang yang mengalami hubungan parasosial gak hanya menganggap idolanya sebagai sosok yang bisa menghibur, tapi juga sosok yang ia kenal dekat secara personal meskipun ia belum pernah bertemu atau berinteraksi secara langsung.

Walaupun terasa menyenangkan dan mampu memberikan ikatan emosional, hubungan parasosial bisa membawa dampak negatif, lho. Hubungan jenis ini dapat berpengaruh buruk pada kesehatan mental kamu kalau kamu gak bisa membatasi diri. Ketika batasan antara kenyataan dan imajinasi itu hilang, perasaan terikat dengan idola malah bikin kamu merugi. Berikut lima alasan kenapa hubungan parasosial bisa bahaya buat mental.

  1. 1. Memunculkan ekspektasi yang gak realistis

    ilustrasi orang tersenyum
    ilustrasi orang tersenyum (pexels.com/Ryanniel Masucol)

    Dalam hubungan parasosial, penggemar kerap kali menciptakan ilusi seakan-akan sudah mengenal dekat idolanya. Padahal kenyataannya, mereka bahkan belum pernah bertemu atau berinteraksi secara langsung, melainkan hanya lewat media sosial. Dalam konteks ini, media sosial menjadi perantara yang menghubungkan penggemar dengan sang idola.

    Melalui internet maupun media sosial, penggemar bisa mengetahui kehidupan idola mereka, hal-hal yang mereka suka dan gak suka, juga aktivitas yang sedang atau akan mereka lakukan. Namun, penggemar sering lupa bahwa apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan sang idola. Akibatnya, timbul ekspektasi bahwa idola mereka harus selalu tampil sempurna, dan saat ekspektasi itu gak sesuai dengan fakta yang ada, timbul rasa kecewa atau bahkan frustasi.

  2. 2. Membuat seseorang amat bergantung pada idola mereka

    ilustrasi orang menonton konser
    ilustrasi orang menonton konser (pexels.com/picjumbo.com)

    Seseorang yang terjebak dalam hubungan parasosial barangkali menjadi amat bergantung pada idolanya. Misalnya, kamu akan bahagia jika idolamu bahagia, kamu akan merasa sedih jika idolamu mengalami masalah. Jelasnya, suasana hatimu jadi sepenuhnya disetir oleh mereka. Bahkan, menjadikan mereka satu-satunya tumpuan dukungan emosional.

    Kondisi ini memungkinkan kamu mengabaikan hubungan nyata dengan orang-orang sekitar. Kamu jadi melupakan orang-orang terdekatmu. Hal tersebut lantas mampu menghambat perkembangan hubungan sosial yang sehat.

  3. 3. Memunculkan perilaku obsesif

    ilustrasi media sosial
    ilustrasi media sosial (pexels.com/Tracy Le Blanc)

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata obsesi bermakna ide atau perasaan yang sangat merasuki pikiran. Kata obsesi juga berarti gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan. Di sejumlah kasus, hubungan parasosial bahkan bisa berkembang menjadi perilaku obsesif.

    Kamu barangkali menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mengikuti idolamu tanpa bisa fokus pada kehidupanmu sendiri. Kamu barangkali memantau media sosial idolamu secara berlebihan (stalking), setiap waktu. Atau bahkan, kamu mungkin sampai meniru kehidupan mereka, seperti meniru gaya, penampilan, dan perilaku mereka. Tindakan-tindakan semacam itu sudah termasuk pada perilaku obsesif.

  4. 4. Menjadi abai pada diri sendiri

    ilustrasi orang bersedih
    ilustrasi orang bersedih (pexels.com/Liza Summer)

    Karena kehidupanmu hanya fokus pada sang idola, kamu yang terjebak dalam hubungan parasosial jadi mengabaikan dirimu sendiri, kamu lupa makan, istirahat, atau bahkan sampai menelantarkan tugas. Gak hanya itu, kehidupan sosialmu pun mungkin terganggu. Kamu jadi makin enggan untuk bersosialisasi dengan teman atau bahkan anggota keluargamu karena merasa gak ada yang sefrekuensi. Kondisi semacam ini jelas merugikan dirimu sendiri. Perlahan, tindakanmu malah membuatmu terisolasi dan merasa kesepian.

  5. 5. Memungkinkan perundungan dunia maya

    ilustrasi orang bermain ponsel
    ilustrasi orang bermain ponsel (pexels.com/cottonbro studio)

    Perundungan dunia maya atau cyberbullying marak terjadi di era digital seperti sekarang ini. Pelaku cyberbullying bertindak menakuti-nakuti, membuat marah, atau mempermalukan individu maupun kelompok yang menjadi sasaran. Seseorang yang terjebak dalam hubungan parasosial bisa saja terlibat dalam cyberbullying, entah itu ditujukan kepada penggemar lain ataupun orang-orang yang dekat dengan sang idola.

    Perilaku ini jelas berbahaya dan merugikan orang lain, pun dirimu sendiri. Tindakan ini dapat merusak citramu, merusak reputasi orang yang kamu idolakan, dan merusak reputasi komunitas penggemar.

    Hubungan sosial bisa gak sehat ketika kamu gak menetapkan batasan. Jadi, kamu perlu berhati-hati, ya. Ada sejumlah tips agar hubungan parasosial tetap sehat, seperti menyadari sifat sepihak hubungan, menetapkan batasan antara realitas dan fantasi/imajinasi, serta mempertahankan hubungan nyata dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Jangan sampai kamu mengorbankan dirimu secara berlebihan demi mendukung mereka, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More