Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menghentikan Pikiran Irasional agar Hidup Lebih Tenang

5 min read
5 Cara Menghentikan Pikiran Irasional agar Hidup Lebih Tenang
ilustrasi berpikir (magnific.com/stockking)
  • Pikiran irasional sering muncul dari tuntutan kaku seperti “harus” berhasil atau disukai, yang menurut Albert Ellis dapat memicu tekanan emosional saat kenyataan berbeda.
  • Mengganti tuntutan mutlak menjadi keinginan yang fleksibel membantu menerima perubahan, membedakan keinginan dari kebutuhan, dan tidak menggantungkan nilai diri pada satu hasil.
  • Pikiran negatif dapat ditantang dengan kalimat realistis; humor dan penerimaan terhadap hal di luar kendali juga membantu meredakan tekanan tanpa berhenti berusaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah gak, kamu terus memikirkan sesuatu yang seharusnya terjadi, tapi kenyataannya berjalan berbeda? Misalnya, kamu merasa harus mendapatkan pekerjaan tertentu, harus disukai seseorang, atau harus selalu berhasil supaya hidup terasa baik-baik saja. Pola pikir seperti ini bisa membuat pikiran semakin penuh karena kamu berusaha mengendalikan sesuatu yang sebenarnya berada di luar kendali.

Psikolog Albert Ellis menjelaskan bahwa tuntutan yang terlalu kaku terhadap diri sendiri dan kehidupan dapat menjadi sumber tekanan emosional. Kabar baiknya, pola pikir tersebut bisa diubah dengan belajar melihat keadaan secara lebih terbuka dan realistis.

  1. 1. Kurangi penggunaan kata "harus" dan "seharusnya"

    ilustrasi cemas
    ilustrasi cemas (magnific.com/DC Studio)

    Salah satu cara mengenali pikiran irasional adalah memperhatikan seberapa sering kamu menggunakan kata "harus", "wajib", atau "seharusnya" dalam kepala. Misalnya, "Aku harus berhasil tahun ini", "Dia seharusnya memilihku", atau "Aku harus mendapatkan pekerjaan ini". Sekilas kalimat tersebut terdengar seperti motivasi, tapi ketika berubah menjadi tuntutan mutlak, kamu bisa merasa gagal setiap kali kenyataan gak sesuai harapan.

    Menurut pemikiran Albert Ellis dalam pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy, tuntutan yang terlalu absolut dapat membuat seseorang sulit menerima kenyataan dan lebih mudah mengalami tekanan emosional. Karena itu, coba ubah kalimat "Aku harus berhasil" menjadi "Aku ingin berhasil dan akan berusaha sebaik mungkin". Perubahan kecil ini membuat pikiranmu punya ruang untuk menerima kemungkinan lain tanpa langsung menganggapnya sebagai kegagalan.

  2. 2. Terima bahwa hidup gak selalu berjalan sesuai rencana

    ilustrasi rencana keuangan
    ilustrasi rencana keuangan (magnific.com/bugphai)

    Kamu tentu boleh punya target, rencana, dan harapan. Masalahnya muncul ketika kamu menganggap semua hal tersebut wajib terjadi persis seperti yang sudah dibayangkan. Ketika rencana berubah, kamu mungkin langsung berpikir bahwa hidup sedang tidak adil atau semuanya berjalan buruk. Padahal, perubahan dan ketidakpastian memang menjadi bagian dari kehidupan.

    Konsep bai le yang digunakan oleh masyarakat Hui di kawasan Tibetan-Qinghai menggambarkan sikap menerima sesuatu yang gak berjalan sesuai keinginan. Ungkapan tersebut kurang lebih membawa makna "sudahlah" atau "sayang sekali", tanpa harus terus-menerus meratapi apa yang seharusnya terjadi. Sikap seperti ini bukan berarti kamu menganggap masalah itu gak penting, lho, melainkan memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk menerima keadaan sebelum mencari langkah berikutnya.

  3. 3. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan mutlak

    ilustrasi melamar pekerjaan
    ilustrasi melamar pekerjaan (unsplash.com/Vitaly Gariev)

    Pikiran irasional sering membuat sebuah keinginan terasa seperti kebutuhan yang wajib dipenuhi. Kamu mungkin berpikir harus mendapatkan pekerjaan tertentu, harus memenangkan persaingan, atau harus dicintai oleh orang yang kamu inginkan. Ketika hal itu gak terjadi, kamu kemudian menganggap dirimu gagal atau hidupmu berantakan. Padahal, keinginan yang gak tercapai tetap bisa menyakitkan tanpa harus menentukan nilai dirimu secara keseluruhan.

    Ellis menjelaskan bahwa mendapatkan sesuatu yang sangat diinginkan memang dapat membuat hidup terasa lebih baik untuk sementara. Namun, satu hasil tertentu gak akan otomatis membuat seluruh masalah kehidupan menghilang selamanya. Bahkan, sesuatu yang kamu anggap sangat penting hari ini belum tentu masih menjadi hal yang kamu inginkan beberapa tahun kemudian. Dengan memahami hal tersebut, kamu bisa tetap mengejar sesuatu tanpa menggantungkan seluruh ketenangan hidup pada hasil akhirnya.

  4. 4. Ubah pikiran negatif menjadi kalimat yang lebih realistis

    ilustrasi pesimis
    ilustrasi pesimis (magnific.com/rawpixel.com)

    Ketika menghadapi situasi yang membuat cemas, coba perhatikan cerita yang muncul di kepalamu. Misalnya, sebelum presentasi kamu berpikir, "Aku pasti kacau dan semua orang akan menganggapku bodoh." Pikiran tersebut membuat situasi yang belum terjadi terasa seperti sebuah kegagalan yang sudah pasti. Akibatnya, rasa cemas justru semakin besar dan membuatmu semakin sulit berkonsentrasi.

    Ellis menyarankan untuk menantang pikiran yang gak masuk akal dan menggantinya dengan pemikiran yang lebih rasional. Kamu bisa mengubahnya menjadi, "Aku sudah mempersiapkan materi dan akan berusaha menyampaikannya dengan baik." Cara ini bukan berarti memaksa diri berpikir positif setiap saat, tapi mencoba melihat situasi berdasarkan sesuatu yang lebih realistis. Menurut pendekatan tersebut, mengubah cara berpikir dapat membantu seseorang menghadapi situasi dengan lebih konstruktif.

  5. 5. Gunakan humor dan belajar menerima hal yang gak bisa dikendalikan

    ilustrasi tertawa
    ilustrasi tertawa (pexels.com/Rodolfo Quirós)

    Adakalanya kamu sudah melakukan segala sesuatu dengan benar, tapi hasil akhirnya tetap gak sesuai harapan. Dalam kondisi seperti ini, terus memikirkan apa yang seharusnya terjadi hanya akan menguras energi. Salah satu cara menghadapi tekanan tersebut adalah memberi sedikit ruang untuk humor. Menertawakan sisi absurd dari sebuah situasi terkadang bisa membantu pikiran keluar dari mode panik dan melihat masalah dengan perspektif berbeda.

    Pembahasan mengenai penggunaan humor dalam Rational Emotive Behavior Therapy juga menunjukkan bahwa humor dapat digunakan untuk membantu meredakan tekanan emosional dan membuka ruang untuk melihat situasi secara lebih fleksibel. Hal tersebut dibahas dalam The Rational Emotive Behaviour Therapist oleh Daniel Fryer. Namun, menerima keadaan bukan berarti kamu harus menganggap semua masalah menyenangkan atau berhenti berusaha memperbaikinya. Penerimaan lebih berkaitan dengan memahami bahwa ada bagian tertentu dalam hidup yang memang gak bisa dikendalikan.

    Pada akhirnya, pikiran irasional sering muncul ketika kamu memberikan tuntutan terlalu besar terhadap diri sendiri, orang lain, atau keadaan. Kamu boleh punya target tinggi, berharap sesuatu terjadi, dan berusaha keras mendapatkan hasil terbaik. Namun, tetap beri ruang bahwa rencana bisa berubah dan hasil gak selalu sesuai keinginan. Saat kamu mulai mengganti tuntutan "harus" dengan keinginan yang lebih fleksibel, menerima ketidakpastian, serta menantang pikiran negatif, hidup bisa terasa sedikit lebih ringan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More