Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menjaga Mood saat Berada di Tempat yang Berisik
Ilustrasi fokus bekerja (pexels.com/Yan Krukau)
  • Lingkungan ramai dan berisik dapat mengganggu konsentrasi, mempercepat rasa lelah, serta menurunkan kenyamanan saat bekerja, belajar, atau beristirahat.
  • Untuk mengurangi gangguan, pilih posisi lebih tenang dan gunakan earphone atau earplug dengan volume aman sambil tetap memperhatikan pengumuman, alarm, atau panggilan penting.
  • Ambil jeda saat mulai lelah, fokus pada satu tugas dengan mengurangi notifikasi, serta kenali batas toleransi agar bisa menyiapkan strategi menghadapi keramaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Suasana yang terlalu ramai dan berisik bisa membuat sebagian orang lebih cepat merasa lelah. Suara percakapan, kendaraan, musik, atau berbagai aktivitas di sekitar dapat membuat kamu sulit berkonsentrasi dan merasa kurang nyaman. Apalagi kalau kamu sedang membutuhkan suasana yang tenang untuk menyelesaikan pekerjaan atau beristirahat.

Situasi seperti ini gak selalu bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Kamu mungkin mengalaminya ketika berada di kantor, transportasi umum, kafe, pusat perbelanjaan, atau tempat ramai lainnya. Kalau terlalu sering terpapar suara yang mengganggu, kamu bisa merasa lebih cepat jenuh dan sulit menikmati aktivitas yang sedang dilakukan.

Supaya tetap nyaman menjalani aktivitas di tengah suasana yang ramai, kamu bisa mencoba beberapa cara sederhana. Mulai dari memilih tempat yang lebih tenang, mengurangi gangguan suara, sampai mengambil jeda ketika mulai merasa lelah. Sesuaikan cara yang kamu pilih dengan kondisi dan kebutuhanmu.

1. Cari posisi yang lebih tenang

Ilustrasi pindah tempat (magnific.com/pvproductions)

Kalau memungkinkan, pindahlah ke area yang tingkat kebisingannya lebih rendah. Kamu bisa memilih sudut ruangan, tempat duduk yang lebih jauh dari sumber suara, atau area yang sedikit lebih sepi. Misalnya, kalau suara percakapan cukup mengganggu, kamu bisa memilih posisi yang jauh dari tempat orang sering berkumpul atau berlalu-lalang.

Perubahan posisi sederhana bisa membuat suasana terasa lebih nyaman ketika kamu sedang membutuhkan konsentrasi. Kamu juga bisa menyesuaikan posisi dengan jenis aktivitas yang sedang dilakukan. Pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi bisa dikerjakan di tempat yang lebih tenang, sedangkan aktivitas yang lebih ringan bisa dilakukan di area yang ramai.

Kalau suasana kembali terlalu berisik, kamu bisa mencari tempat lain untuk sementara waktu. Gak perlu langsung mengubah banyak hal, cukup cari posisi yang membuatmu lebih nyaman untuk melanjutkan aktivitas. Dengan begitu, kamu punya ruang untuk menenangkan diri sekaligus menjaga fokus di tengah lingkungan yang ramai.

2. Gunakan earphone atau earplug

Ilustrasi mendengarkan musik (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Earphone bisa membantu mengurangi perhatianmu terhadap suara di sekitar ketika berada di tempat yang ramai. Kamu bisa mendengarkan musik yang menenangkan, suara alam, atau playlist yang membuatmu lebih nyaman saat mengerjakan aktivitas tertentu. Pilih volume yang tetap nyaman agar kamu gak perlu meningkatkan suara terlalu tinggi untuk menutupi kebisingan sekitar.

Kalau kamu perlu tetap fokus tanpa mendengarkan musik, earplug juga bisa menjadi pilihan. Alat ini dapat membantu mengurangi suara dari lingkungan tanpa membuatmu harus terus mendengarkan sesuatu. Kamu bisa menggunakannya saat bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi.

Meski begitu, perhatikan kondisi sekitar selama menggunakannya. Hindari menggunakan volume terlalu tinggi atau menutup telinga sepenuhnya ketika kamu perlu mendengar suara penting, seperti pengumuman, alarm, atau panggilan dari orang lain. Dengan begitu, kamu tetap bisa mengurangi gangguan suara tanpa kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

3. Ambil jeda sejenak

Ilustrasi minum dijeda kerja (pexels.com/Alena Darmel)

Ketika suasana mulai terasa terlalu ramai, kamu bisa mengambil waktu sebentar untuk menjauh dari keramaian. Pergilah ke tempat yang lebih tenang, seperti ruang istirahat atau area yang lebih sepi, lalu gunakan beberapa menit untuk beristirahat. Jeda singkat ini bisa memberi kesempatan bagi pikiran untuk berhenti menerima terlalu banyak suara dan aktivitas sekaligus.

Gak perlu menunggu sampai benar-benar merasa kewalahan untuk mengambil jeda. Kalau kamu mulai sulit berkonsentrasi, merasa cepat lelah, atau merasa terganggu dengan suara di sekitar, itu bisa menjadi tanda untuk berhenti sejenak. Kamu bisa menarik napas perlahan, minum air, atau sekadar duduk tanpa melakukan pekerjaan selama beberapa menit.

Setelah merasa lebih tenang, kamu bisa kembali melanjutkan aktivitas secara bertahap. Gak perlu langsung memaksakan diri mengerjakan banyak hal sekaligus. Beri waktu bagi tubuh dan pikiran untuk menyesuaikan diri kembali agar kamu bisa melanjutkan pekerjaan dengan fokus yang lebih baik.

4. Atur fokus pada satu hal

Ilustrasi fokus bekerja (pexels.com/Anna Shvets)

Suara yang datang dari berbagai arah bisa membuat perhatian mudah terpecah, terutama ketika kamu sedang mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi. Kalau berada di lingkungan yang cukup ramai, coba tentukan satu aktivitas yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Fokus pada satu pekerjaan dapat membantu kamu mengikuti alur tanpa terlalu sering berpindah perhatian.

Kamu juga bisa mengurangi gangguan lain yang berasal dari perangkat. Matikan notifikasi ponsel, tutup aplikasi yang gak sedang digunakan, atau gunakan mode silent selama menyelesaikan pekerjaan tertentu. Kalau ada pesan atau informasi yang belum perlu ditanggapi, kamu bisa mengeceknya setelah pekerjaan utama selesai.

Semakin sedikit hal yang perlu diperhatikan dalam satu waktu, semakin mudah kamu menjaga fokus. Gak perlu memaksakan diri menyelesaikan banyak pekerjaan secara bersamaan karena cara tersebut justru bisa membuat perhatian cepat terkuras. Selesaikan satu tugas, lalu lanjutkan ke pekerjaan berikutnya sesuai prioritas yang sudah ditentukan.

5. Kenali batas toleransimu

Ilustrasi merasa tidak nyaman (pexels.com/AI25.Studio Studio)

Setiap orang punya tingkat kenyamanan yang berbeda terhadap suara dan keramaian. Coba perhatikan situasi seperti apa yang biasanya membuatmu cepat lelah atau kehilangan mood. Dengan mengenali batas tersebut, kamu bisa menyiapkan strategi sebelum berada di tempat yang berisik. Misalnya, membawa earphone, memilih waktu yang lebih sepi, atau menyediakan waktu istirahat setelahnya.

Berada di tempat yang berisik memang bisa menguras energi, terutama ketika kamu membutuhkan suasana yang tenang untuk merasa nyaman. Kamu tetap bisa menjaga mood dengan menyesuaikan lingkungan dan memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat. Gak semua situasi bisa kamu kendalikan. Namun, kamu masih bisa memilih cara untuk meresponsnya agar aktivitas tetap berjalan dengan lebih nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article