Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hal Sepele yang Bisa Membuatmu Merasa Overwhelmed

5 min read
5 Hal Sepele yang Bisa Membuatmu Merasa Overwhelmed
Ilustrasi melihat daftar tugas (magnific.com/cookie_studio)
  • Rasa overwhelmed dapat muncul dari hal-hal kecil yang terjadi bersamaan, terutama saat pekerjaan menumpuk, kurang istirahat, dan pikiran terus berpindah fokus.
  • Notifikasi berlebihan, daftar tugas panjang, serta ruangan berantakan dapat membuat perhatian terpecah dan aktivitas sederhana terasa lebih melelahkan.
  • Mengatur prioritas, fokus pada satu aktivitas, merapikan area kecil, serta segera menangani urusan singkat membantu mengurangi beban pikiran secara bertahap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perasaan overwhelmed gak selalu muncul karena masalah besar. Terkadang, beberapa hal kecil yang terjadi secara bersamaan sudah cukup membuat pikiran terasa penuh dan energi terkuras. Urusan yang sebenarnya bisa diselesaikan satu per satu pun dapat terasa berat ketika datang dalam waktu yang berdekatan.

Kondisi ini bisa muncul saat kamu sedang menghadapi banyak pekerjaan, kurang istirahat, atau punya beberapa urusan yang perlu diselesaikan dalam waktu bersamaan. Pikiran seolah terus berpindah dari satu hal ke hal lain tanpa mendapat cukup waktu untuk beristirahat. Akibatnya, aktivitas sederhana pun bisa terasa lebih melelahkan dari biasanya.

Beberapa hal berikut mungkin terlihat sepele, tetapi bisa membuat hari terasa jauh lebih berat ketika terjadi bersamaan. Dengan mengenalinya, kamu bisa mulai melihat apa saja yang sedang memenuhi pikiran dan menentukan hal yang perlu ditangani terlebih dahulu.

  1. 1. Terlalu banyak notifikasi

    Ilustrasi ponsel dengan banyak notifikasi pesan dan aplikasi yang memenuhi layar, menggambarkan gangguan digital.
    Ilustrasi terlalu banyak notifikasi (pexels.com/www.kaboompics.com)

    Pesan, email, dan berbagai notifikasi yang muncul terus-menerus bisa membuat perhatianmu berpindah dari satu hal ke hal lain. Bahkan ketika gak semuanya perlu segera dibalas, pemberitahuan yang terus masuk bisa membuatmu merasa seperti memiliki banyak hal yang harus ditangani. Akibatnya, kamu bisa lebih sulit fokus pada aktivitas yang sedang dikerjakan.

    Cobalah mematikan notifikasi yang gak terlalu penting atau menentukan waktu tertentu untuk mengecek ponsel. Kamu bisa memilih notifikasi dari aplikasi yang memang perlu segera diketahui dan menonaktifkan sisanya. Saat sedang mengerjakan sesuatu, letakkan ponsel sedikit lebih jauh agar perhatianmu gak mudah teralihkan.

    Memberikan jeda dari berbagai pemberitahuan bisa membuat pikiran terasa lebih tenang. Kamu juga jadi punya waktu untuk menyelesaikan satu aktivitas tanpa terus memikirkan pesan atau informasi yang baru masuk. Setelah pekerjaan selesai atau pada waktu yang sudah ditentukan, kamu bisa kembali mengecek ponsel dan merespons hal yang memang perlu ditangani.

  2. 2. Melihat daftar tugas yang terlalu panjang

    Ilustrasi daftar tugas yang menumpuk di layar, menggambarkan kondisi kewalahan akibat beban pekerjaan berlebih.
    Ilustrasi daftar tugas overload (pexels.com/AI25.Studio AI GENERATIVE)

    Daftar pekerjaan memang bisa membantu kamu mengingat berbagai hal yang perlu dilakukan. Saat semua tugas ditulis dalam satu daftar panjang, kamu juga bisa melihat dengan jelas apa saja yang masih perlu diselesaikan. Namun, terlalu banyak tugas dalam satu waktu bisa membuat semuanya terasa mendesak dan bikin kamu bingung harus mulai dari mana.

    Kamu bisa membaginya menjadi beberapa prioritas berdasarkan tingkat kepentingan dan batas waktu. Pilih satu atau dua tugas yang paling perlu diselesaikan terlebih dahulu, lalu fokus mengerjakannya sebelum berpindah ke tugas lain. Pekerjaan yang belum mendesak bisa diletakkan di urutan berikutnya agar gak terus memenuhi pikiran.

    Cara ini membuat daftar pekerjaan terasa lebih teratur dan lebih mudah dimulai. Kamu juga bisa melihat perkembangan setelah satu tugas selesai tanpa harus memikirkan seluruh daftar sekaligus. Dengan begitu, pekerjaan terasa lebih ringan dan kamu punya ruang untuk mengatur energi dengan lebih baik.

  3. 3. Ruangan yang berantakan

    Seorang perempuan duduk di lantai kamar sambil melipat dan merapikan pakaian di dekat lemari yang terbuka.
    Ilustrasi merapikan pakaian di kamar (pexels.com/RDNE Stock project)

    Kondisi kamar atau meja kerja yang penuh barang bisa membuat pikiran terasa semakin sesak, terutama ketika kamu sedang banyak pikiran. Melihat pakaian, buku, dokumen, atau barang lain yang belum dirapikan bisa membuatmu merasa punya banyak hal yang perlu dibereskan. Ruangan yang berantakan juga bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman.

    Gak perlu langsung membersihkan seluruh ruangan ketika energi sedang terbatas. Rapikan satu area kecil terlebih dahulu, seperti meja kerja, tempat tidur, atau bagian lantai yang paling sering digunakan. Kamu bisa mulai dengan mengembalikan barang ke tempatnya, membuang sampah, atau mengumpulkan barang yang perlu dicuci.

    Setelah satu area selesai dirapikan, suasana di sekitarmu biasanya terasa lebih tertata. Perubahan kecil tersebut bisa memberi ruang untuk beristirahat atau melanjutkan aktivitas dengan lebih nyaman. Kalau masih punya tenaga, kamu bisa melanjutkan ke area lain secara perlahan tanpa harus memaksakan semuanya selesai dalam satu waktu.

  4. 4. Terlalu sering berpindah aktivitas

    Ilustrasi seseorang berpindah ruangan dengan membawa barang-barang, menggambarkan aktivitas pindahan tempat tinggal.
    Ilustrasi banyak berpindah ruangan (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Mengerjakan banyak hal secara bergantian bisa membuat otak terus menyesuaikan fokus. Kamu mungkin merasa sibuk sepanjang hari karena berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, tetapi beberapa tugas justru terasa lebih lama selesai. Perhatian yang terbagi juga bisa membuatmu lebih mudah kehilangan detail atau harus mengulang pekerjaan yang sudah dilakukan.

    Cobalah memberikan waktu khusus untuk menyelesaikan satu aktivitas sebelum beralih ke hal lain. Misalnya, selesaikan satu pekerjaan yang sedang dikerjakan sebelum membuka pesan, memeriksa media sosial, atau mengerjakan tugas berikutnya. Kalau ada hal lain yang muncul, kamu bisa mencatatnya terlebih dahulu agar gak perlu terus memikirkannya.

    Cara ini bisa membantu perhatianmu tetap terarah dan membuat pekerjaan terasa lebih teratur. Kamu juga bisa lebih mudah melihat apa yang sudah selesai dan apa yang masih perlu dikerjakan. Dengan begitu, hari terasa lebih terkendali dan rasa overwhelmed bisa berkurang.

  5. 5. Menunda hal-hal kecil terlalu lama

    Perempuan hamil duduk di rumah sambil mencatat pendapatan dan pengeluaran, tampak serius memeriksa dokumen tagihan.
    Ilustrasi membayar tagihan (magnific.com/tirachardz)

    Hal kecil seperti membalas pesan penting, membayar tagihan, mencuci pakaian, atau membuat janji bisa terasa semakin berat ketika terus ditunda. Lama-kelamaan, berbagai urusan tersebut menumpuk di pikiran dan membuatmu merasa punya banyak hal yang harus diselesaikan. Kalau ada pekerjaan yang bisa selesai dalam beberapa menit, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengerjakannya segera agar gak terus menjadi beban pikiran.

    Perasaan overwhelmed terkadang muncul karena terlalu banyak hal kecil yang menumpuk dalam waktu bersamaan. Saat mengingat semuanya sekaligus, kamu mungkin merasa bingung harus mulai dari mana. Karena itu, gak perlu memaksakan diri untuk menyelesaikan seluruh urusan dalam satu waktu.

    Coba beri jeda dan tentukan hal yang paling perlu dilakukan terlebih dahulu. Setelah satu urusan selesai, lanjutkan ke hal berikutnya sesuai kemampuan dan waktu yang tersedia. Ketika satu per satu mulai tertangani, daftar yang ada di pikiran pun bisa berkurang dan kamu dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More