Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Mengurangi Rasa Overwhelmed akibat Terlalu Banyak Informasi

4 min read
6 Cara Mengurangi Rasa Overwhelmed akibat Terlalu Banyak Informasi
ilustrasi seorang wanita yang sedang menggunakan hp (pixabay.com/kaboompics)
Share Article

Setiap hari kita bisa menerima begitu banyak informasi hanya dalam hitungan menit. Bangun tidur melihat notifikasi, membuka media sosial, membaca berita, membalas pesan, lalu berpindah ke berbagai konten lainnya. Awalnya mungkin terasa biasa saja, tetapi terlalu banyak informasi yang masuk secara bersamaan bisa membuat pikiran terasa penuh dan sulit benar-benar beristirahat.

Kondisi ini sering disebut information overload, yaitu ketika jumlah informasi yang diterima terasa terlalu banyak untuk diproses dengan nyaman. Bukan berarti kita harus menjauh dari semua informasi, tetapi kita bisa mulai belajar memilih apa yang memang perlu diperhatikan. Berikut beberapa cara sederhana untuk mengurangi rasa overwhelmed akibat terlalu banyak informasi.

  1. 1. Pilih informasi yang benar-benar dibutuhkan

    Ilustrasi seorang wanita membaca berita melalui ponsel sambil memegang perangkat di hadapannya dengan fokus.
    ilustrasi seorang wanita membaca berita di hp (pixabay.com/Averyanovphoto)

    Tidak semua informasi yang muncul di layar perlu langsung diketahui. Ketika melihat sesuatu yang menarik, kita sering merasa harus membacanya sampai selesai, menonton videonya, bahkan mencari tahu lebih jauh. Padahal, sebagian informasi mungkin tidak memiliki hubungan dengan kebutuhan kita saat itu.

    Cobalah mulai bertanya sebelum mengonsumsi sesuatu: “Apakah aku memang perlu mengetahui ini sekarang?” Jika jawabannya tidak, kamu boleh melewatkannya. Membiasakan diri memilih informasi bukan berarti menjadi cuek, tetapi membantu menjaga perhatian agar tidak terus terbagi ke terlalu banyak hal.

  2. 2. Kurangi kebiasaan berpindah-pindah aplikasi

    Ilustrasi seorang pria membaca berita online melalui perangkat digital sebagai gambaran akses informasi di internet.
    ilustrasi seorang pria sedang membaca berita online (pixabay.com/kaboompics)

    Membuka satu aplikasi, kemudian berpindah ke aplikasi lain, lalu kembali mengecek notifikasi bisa membuat pikiran terus berganti fokus. Belum selesai membaca satu informasi, sudah ada informasi baru yang masuk. Lama-kelamaan, aktivitas sederhana pun terasa lebih melelahkan karena perhatian tidak pernah benar-benar menetap.

    Cobalah memberikan waktu khusus untuk aktivitas tertentu. Saat membaca berita, misalnya, cukup fokus membaca berita. Ketika ingin membalas pesan, selesaikan pesan terlebih dahulu sebelum membuka media sosial. Kebiasaan kecil ini dapat membantu mengurangi distraksi dan membuat penggunaan perangkat terasa lebih terarah.

  3. 3. Matikan notifikasi yang tidak penting

    Ilustrasi layar ponsel menampilkan notifikasi media sosial berupa ikon hati, pesan, dan tanda suka.
    ilustrasi notifikasi media sosial yang terlihat dilayar hp (pixabay.com/tranmautritam)

    Tidak semua notifikasi membutuhkan perhatian segera. Bunyi atau getaran kecil dari ponsel memang terlihat sepele, tetapi setiap notifikasi bisa menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas yang sedang dilakukan. Bahkan ketika tidak langsung membukanya, kita tetap bisa penasaran dengan apa yang muncul di layar.

    Pilih aplikasi yang memang membutuhkan notifikasi dan matikan sisanya. Kamu juga bisa menggunakan mode senyap ketika sedang bekerja, membaca, makan, atau beristirahat. Dengan begitu, kamu yang menentukan kapan ingin menerima informasi, bukan sebaliknya.

  4. 4. Tentukan waktu untuk menerima informasi

    Seorang pria sedang menggunakan ponsel pintar sambil menatap layar perangkat di tangannya dalam ilustrasi sederhana.
    ilustrasi seorang pria yang sedang menggunakan hp (pexels.com/www.kaboompics.com)

    Salah satu cara sederhana mengurangi information overload adalah membuat batas waktu. Daripada setiap beberapa menit mengecek berita, email, atau media sosial, tentukan waktu tertentu untuk melakukannya. Misalnya, mengecek berita pada pagi atau sore hari dan menghindari kebiasaan terus-menerus memperbaruinya.

    Cara ini bukan berarti mengabaikan apa yang terjadi di sekitar kita. Justru, kita menjadi lebih sadar bahwa tidak semua informasi harus dikonsumsi secara real-time. Memberikan jarak beberapa jam dari arus informasi juga bisa menjadi kesempatan bagi pikiran untuk fokus pada kehidupan yang sedang dijalani.

  5. 5. Berhenti ketika sudah merasa cukup

    Ilustrasi pria memegang ponsel dan mengetik pesan saat berada di tempat kerja, dengan latar meja serta perlengkapan kantor.
    ilustrasi seorang pria sedang memegang hp di tempat kerja (freepik.com/katemangostar)

    Kita sering mengira bahwa semakin banyak informasi yang diketahui, semakin baik. Padahal, ada titik ketika informasi tambahan justru tidak lagi membantu. Setelah membaca beberapa artikel dengan topik yang sama atau melihat puluhan pendapat berbeda, kita mungkin hanya semakin bingung dan lelah.

    Karena itu, belajar mengatakan “cukup untuk hari ini” juga penting. Setelah mendapatkan informasi yang memang dibutuhkan, tidak ada keharusan untuk terus mencari. Tutup aplikasinya, letakkan ponsel, lalu beralih ke aktivitas lain yang tidak membutuhkan terlalu banyak perhatian.

  6. 6. Sisihkan waktu tanpa informasi

    Ilustrasi seorang wanita bersantai dalam suasana tenang sambil menikmati secangkir kopi hangat di waktu luang.
    ilustrasi seorang wanita yang sedang bersantai sambil menikmati kopi (pexels.com/www.kaboompics.com)

    Sesekali, berikan pikiran kesempatan untuk berada dalam suasana yang benar-benar tenang. Tidak harus melakukan digital detox seharian penuh. Beberapa puluh menit tanpa media sosial, berita, video, atau notifikasi pun sudah bisa menjadi awal yang baik.

    Gunakan waktu tersebut untuk berjalan kaki, membaca buku, menikmati makanan, berbicara dengan orang terdekat, atau sekadar duduk tanpa melakukan apa-apa. Jeda seperti ini membantu menciptakan ruang di antara begitu banyak informasi yang kita terima sepanjang hari. Terkadang, pikiran memang tidak membutuhkan informasi baru—hanya membutuhkan sedikit waktu untuk mencerna yang sudah ada.

    Hidup di tengah arus informasi bukan berarti kita harus mengetahui semuanya. Mengurangi rasa justru bisa dimulai dengan belajar memilih, kapan harus memperhatikan dan kapan boleh melewatkan. Dengan membatasi notifikasi, mengurangi distraksi, dan menyediakan waktu tanpa informasi, kita bisa menciptakan ruang yang lebih tenang di tengah rutinitas digital.

    Sebab, tidak semua hal yang muncul di layar harus masuk ke kepala kita. Menjaga perhatian juga merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga pikiran tetap punya ruang untuk beristirahat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More