Kucing bukanlah hewan yang bisa langsung menurut atau manut saat pertama kali kamu panggil namanya. Mengurus kucing membutuhkan waktu, konsistensi, dan tingkat kesabaran ekstra tinggi agar mereka mau mendekat secara sukarela. Proses panjang ini secara gak langsung bisa melatih emosi seorang cat person agar gak gampang menyulut amarah ketika menghadapi situasi sulit. Jadi, ketika ada konflik kecil dalam hubungan, mereka cenderung gak akan langsung emosi atau meledak-ledak.
Bayangkan saja, kalau menghadapi kucing yang suka menjatuhkan gelas saja mereka bisa tetap tenang, apalagi saat mendengarkan keluh kesahmu, kan? Mereka sudah terbiasa dengan konsep bahwa hal-hal baik butuh waktu dan ketelatenan untuk dibangun. Dalam istilah psikologi, hal ini berkaitan erat dengan emotional regulation atau kemampuan mengontrol impuls emosi secara sehat, lho.
