Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kalimat Halus untuk Menolak Ajakan Nongkrong Teman
ilustrasi bersama teman-teman (pexels.com/Artem Podrez)
  • Ajakan nongkrong menunjukkan teman menghargai kehadiranmu, tetapi terlalu sering ikut bisa menguras uang, energi, waktu, dan mengurangi kedekatan dengan keluarga.
  • Penolakan halus dapat disampaikan lewat alasan tugas yang harus selesai, agenda mendadak yang belum memungkinkan, atau kewajiban pulang karena ditunggu keluarga.
  • Kamu juga bisa mengusulkan waktu setelah gajian atau saat libur, maupun izin karena kurang sehat, sambil tetap menjaga komitmen pada rencana berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Diajak nongkrong sama teman sebenarnya salah satu bentuk penghormatan. Artinya, kamu masih dianggap penting dan kehadiranmu diharapkan oleh mereka. Mereka tidak melupakanmu di kala senang. Beda dengan jika teman-teman cuma mendekatimu pas butuh.

Sedang ketika mereka nongkrong malah dirimu gak diajak. Itu bakal terasa menyakitkan sekali buatmu. Namun, selalu mengikuti ajakan kawan untuk nongkrong bareng juga bisa kurang baik. Dari segi pengeluaran tentu bikin kamu lebih boros.

Dari sisi energi juga dapat membuatmu kelelahan. Waktu pun terbuang begitu saja. Padahal, waktu itu bisa dipakai untuk melakukan berbagai hal penting. Terlalu sering nongkrong dengan teman-teman juga dapat mengurangi kualitas hubunganmu dengan keluarga di rumah. Kamu bisa pakai lima kalimat di bawah ini untuk menolak ajakan nongkrong secara halus.

1. Pengen sih, tapi masih ada tugas yang harus diselesaikan

ilustrasi mengobrol (pexels.com/Atlantic Ambience)

Bila kamu lagi sibuk mengerjakan sesuatu atau ada tugas di luar kampus atau kantor yang menunggu diselesaikan, tidak perlu menutupinya dari teman. Justru mereka harus tahu agar alasan penolakanmu diajak nongkrong benar-benar masuk akal. Kalau mereka ingin tahu lebih lanjut, jangan ragu menunjukkan atau menjelaskannya.

Lalu bagaimana seandainya kawan bilang tugasnya bisa dikerjakan nanti-nanti saja dan terpenting nongkrong dulu? Katakan bahwa kamu takut tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu. Jangan khawatir dirimu dicap sebagai si sok sibuk.

Bila memang kamu sibuk, mau bagaimana lagi? Seandainya waktumu luang pasti juga dirimu mau bergabung bersama mereka. Kawan yang paham betul bahwa tanggung jawab kudu ditunaikan dengan baik tentu gak akan banyak protes. Paling habis itu mereka sengaja posting keseruan nongkrong biar dirimu iri. Candaan yang tak perlu ditanggapi terlalu serius.

2. Kalau sekarang gak bisa, tapi lain kali diagendakan lagi yuk

ilustrasi bersama teman-teman (pexels.com/Vitaly Gariev)

Punya teman yang ada aja gebrakannya memang kadang bikin kaget dan bingung cara menyikapinya. Kemarin bahkan tadi kalian gak punya rencana apa-apa. Namun, tahu-tahu saja dia mengajakmu nongkrong.

Tidak perlu bingung. Justru ajakannya yang tiba-tiba memudahkanmu buat menolak. Kamu punya segudang alasan di balik penolakan atas ajakan tersebut. Bisa ada tugas yang belum selesai seperti dalam poin pertama atau tanya balik kenapa gak direncanakan sebelumnya?

Tambahi apa pun alasanmu tak bisa ikut nongkrong sekarang dengan permintaan besok-besok diagendakan lagi. Dengan begitu, kawan tahu bahwa sebenarnya dirimu mau ikut. Cuma waktunya saja yang belum pas.

Catatannya, besok-besok jika rencana nongkrong sudah dijadwalkan kamu kudu benar-benar datang. Bila kamu ingkar pasti mereka kecewa dan merasa cuma dipermainkan. Kalau perlu, saat perencanaan itu dirimu yang mengusulkan waktunya buat memastikan kamu dapat bergabung.

3. Aku udah ditungguin di rumah

ilustrasi bersama teman-teman (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Walaupun keluargamu di rumah gak pernah mengatakannya dan lagi tak ada acara, pasti mereka menantikan kepulanganmu. Tidak mungkin mereka gak berharap dirimu pulang dengan selamat. Malah kamu pulang sedikit terlambat serta tanpa pemberitahuan pun sebenarnya sudah bikin mereka cemas.

Maka dari itu, menggunakan alasan dirimu telah dinantikan keluarga di rumah bukan dusta atau lebai. Walau barangkali kawan menjadi berpikir kamu sudah ada janji pergi atau acara lain dengan keluarga. Biarkan saja dugaan mereka.

Terpenting kamu terbebas dari ajakan nongkrong yang lagi tak ingin diikuti. Kalau keluarga yang jadi alasan sih, biasanya teman yang paling akrab sekalipun bakal maklum. Apalagi jika statusmu sudah punya pasangan dan anak atau orangtuamu telah lanjut usia.

4. Kalau habis gajian atau pas libur gimana?

ilustrasi mengobrol (pexels.com/fauxels)

Kalimat penolakan ini pas dilontarkan ketika teman ngajak nongkrong di tanggal tua. Juga saat hari kerja dan kamu sudah capek beraktivitas sejak pagi sampai sore. Bahkan mungkin dirimu mesti lembur sedikit.

Bila ajakan nongkrong dipenuhi, kamu mau pulang jam berapa? Padahal, besok dirimu masih harus masuk pagi tepat waktu. Soal gagasan nongkrongnya habis gajian saja juga bukan hal memalukan.

Bahkan bila teman yang mengajak masih punya bujet nongkrong, wajar kalau kamu dan kebanyakan orang sudah dalam mode hemat. Nongkrong gak asyik jika memilih menu saja mesti cermat betul saking terbatasnya uang di dompet. Dengan usulan nongkrong di waktu-waktu tertentu, kamu juga kasih batasan supaya frekuensi nongkrong tidak terlalu sering dan memberatkan.

5. Agak gak enak badan nih, izin dulu ya

ilustrasi bersama teman-teman (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Suasana nongkrong memang santai. Cuma duduk-duduk, ngobrol, makan dan minum, serta mungkin mendengarkan live music. Namun, jika ini dilakukan ketika kondisi tubuhmu tak benar-benar fit pasti tambah bikin gak enak.

Sedikit saja rasa tak enak badan bisa menjadi alasan buat menolak ajakan nongkrong. Apalagi nongkrong biasanya dilakukan memasuki malam hari. Gak cukup hitungan menit melainkan jam.

Pun pilihan makanan dan minuman di tempat nongkrong bisa kurang pas buatmu yang mulai merasakan penurunan daya tahan tubuh. Seperti dirimu lagi gampang mual, tapi adanya cuma aneka kopi dan cake yang bikin perut tambah begah. Lebih enak makan di rumah dengan menu yang bisa disesuaikan.

Selalu menolak ajakan kawan untuk nongkrong juga gak baik. Nanti dirimu dianggap tidak asyik atau terlalu membangun batas dengan mereka. Akan tetapi, terus mengiyakan ajakan mereka juga buang-buang uang, waktu, serta energi. Tolak saja sebagiannya dengan kalimat-kalimat di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article