5 Langkah Menentukan Positioning Karier di Era Remote Working

- Remote working memperluas persaingan karier, sehingga profesional perlu membangun identitas jelas melalui kemampuan, kontribusi, komunikasi, dan jejak digital.
- Positioning dimulai dari mengenali keahlian spesifik, menjelaskan nilai yang ditawarkan dengan bukti portofolio, serta menetapkan target peran, industri, atau proyek yang terarah.
- Profil dan karya digital perlu konsisten dengan arah karier, lalu dievaluasi berkala agar tetap selaras dengan kemampuan, tujuan, kebutuhan industri, dan peluang kerja.
Era remote working membuat batas antara tempat kerja dan peluang karier semakin terbuka. Profesional tidak lagi selalu dinilai berdasarkan kehadiran fisik di kantor. Tetapi juga dari kemampuan, kontribusi, komunikasi, serta jejak profesional yang terlihat secara digital.
Kondisi ini membuat positioning karier menjadi semakin penting karena seseorang perlu memiliki identitas yang jelas agar mudah dikenali di tengah persaingan tenaga kerja yang semakin luas. Positioning karier bukan sekadar menentukan jabatan yang ingin dicantumkan pada profil profesional. Lebih dari itu, positioning membantu seseorang menunjukkan keahlian utama, nilai yang ditawarkan, serta jenis masalah yang mampu diselesaikan. Berikut lima langkah yang perlu dilakukan.
1. Kenali keahlian yang paling kuat

Langkah pertama adalah memahami kemampuan yang paling menonjol dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Buat daftar keterampilan yang dikuasai, mulai dari kemampuan teknis hingga soft skill. Setelah itu, identifikasi bidang yang paling sering menghasilkan kontribusi terbaik.
Pemetaan ini membantu menghindari positioning yang terlalu luas. Dalam lingkungan remote, profil profesional yang terlalu umum berpotensi sulit dikenali karena kandidat bersaing dengan orang dari berbagai wilayah. Fokus pada kombinasi keahlian yang spesifik dapat membuat identitas profesional lebih mudah diingat sekaligus menunjukkan kompetensi yang benar-benar dimiliki.
2. Tentukan nilai yang bisa ditawarkan

Setelah mengenali keahlian, tentukan nilai yang dapat diberikan kepada perusahaan atau klien. Jelaskan manfaat dari kemampuan tersebut. Misalnya membantu meningkatkan engagement, menyederhanakan informasi, atau membuat komunikasi digital menjadi lebih efektif.
Nilai tersebut sebaiknya didukung oleh pengalaman dan hasil pekerjaan yang konkret. Portofolio, proyek, pencapaian, atau studi kasus dapat menjadi bukti bahwa kemampuan tersebut memang dapat memberikan dampak. Dalam sistem kerja remote, bukti semacam ini semakin penting karena calon pemberi kerja tidak selalu dapat melihat proses kerja secara langsung.
3. Pilih target karier yang spesifik

Positioning akan lebih kuat ketika memiliki target yang jelas. Tentukan jenis perusahaan, industri, peran, atau proyek yang ingin dituju. Misalnya, daripada hanya mengatakan ingin bekerja di bidang kreatif, tentukan apakah targetnya adalah menjadi content writer, social media specialist, graphic designer, atau creative strategist dalam industri tertentu.
Target yang spesifik juga membantu menyusun strategi pencarian peluang. Seseorang dapat menyesuaikan CV, portofolio, profil LinkedIn, hingga konten profesional berdasarkan kebutuhan target tersebut. Dengan begitu, seluruh elemen personal branding akan menyampaikan pesan yang konsisten dan memperkuat arah karier.
4. Bangun sejak profesional secara digital

Remote working membuat kehadiran digital menjadi bagian penting dari positioning karier. Pastikan profil profesional menampilkan informasi yang relevan. Mulai dari headline, deskripsi diri, pengalaman, keahlian, hingga portofolio.
Gunakan platform digital untuk menunjukkan sudut pandang dan kemampuan melalui tulisan, proyek, atau hasil pekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Konsistensi menjadi kunci dalam membangun jejak tersebut. Tidak harus selalu membuat konten setiap hari, tetapi pastikan informasi yang ditampilkan memiliki hubungan dengan bidang yang ingin ditekuni.
3. Evaluasi positioning secara berkala

Positioning karier bukan sesuatu yang harus dipertahankan selamanya. Perubahan teknologi, kebutuhan industri, dan pengalaman kerja dapat membuat seseorang menemukan minat atau keahlian baru. Karena itu, lakukan evaluasi secara berkala untuk melihat apakah positioning yang dibangun masih sesuai dengan kemampuan, tujuan, dan peluang yang tersedia.
Evaluasi dapat dilakukan dengan melihat respons jaringan profesional, perkembangan portofolio, jenis pekerjaan yang datang, serta keterampilan yang semakin banyak dibutuhkan. Jika ditemukan kesenjangan, lakukan penyesuaian secara bertahap. Positioning yang fleksibel memungkinkan seseorang tetap relevan tanpa kehilangan identitas profesional yang sudah dibangun.
Menentukan positioning karier di era remote working membutuhkan kombinasi. Baik kejelasan kompetensi, nilai yang ditawarkan, target yang spesifik, kehadiran digital, dan kemauan untuk terus beradaptasi. Positioning yang kuat bukan tentang terlihat paling unggul dibandingkan orang lain. Melainkan mampu membuat orang memahami keahlian dan kontribusi yang dapat diberikan.


![[QUIZ] Kuis Gambar Senja Ini Pancarkan Aura Kamu Positive Vibes atau Tidak](https://image.idntimes.com/post/20241126/smiling-young-female-enjoying-vacation-23-2148137912-77c72d5a51c824c06c3bc8ce39bc6412-4f9c802c8742a9be43b7aa6a2d8f6427.jpg)





![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Introvert atau Extrovert](https://image.idntimes.com/post/20260108/upload_7b311a8017b0625e8ad11b976ceff07a_c2dff7b1-625c-41f7-a6b7-48a070c578c5.png)





![[QUIZ] Pilih Satu Karakter Figure Blind Box, Kami Tebak Gimana Karaktermu](https://image.idntimes.com/post/20241202/wdqr49o7otg89kg-90ecc41be324daa211f373062970272d-ae8df2fb2776b963e878d2d191ddcf39.png)


![[QUIZ] Seberapa Besar Kamu Bisa Menutupi Perasaanmu?](https://image.idntimes.com/post/20250620/pexels-mart-production-8458910_567437a1-7bf4-4665-9d0b-4ae42bdc56a3.jpg)



