Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan saat Craving yang Mungkin Kamu Lakukan Juga

4 min read
5 Kebiasaan saat Craving yang Mungkin Kamu Lakukan Juga
Ilustrasi lapar (magnific.com/benzoix)
  • Craving membuat pikiran terpaku pada makanan atau minuman tertentu, dengan respons berbeda seperti langsung mencari, membuka aplikasi pesan-antar, atau mencoba mengalihkan perhatian.
  • Kebiasaan yang sering muncul meliputi mengecek aplikasi dan stok makanan berulang kali, serta membayangkan rasa, aroma, tekstur, dan pengalaman menyantap makanan yang diinginkan.
  • Sebagian orang menunda keputusan dengan menyibukkan diri atau berkata “sekali ini saja”; mengenali waktu dan pemicu craving membantu memahami pola makan tanpa menyalahkan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah tiba-tiba ingin makan atau minum sesuatu sampai sulit memikirkan hal lain? Keinginan yang terasa kuat terhadap makanan atau minuman tertentu ini sering muncul saat kamu sedang craving. Pikiran bisa terus tertuju pada makanan tersebut, bahkan ketika sebelumnya kamu sedang melakukan aktivitas lain.

Cara setiap orang merespons craving juga bisa berbeda-beda. Ada yang langsung mencari makanan yang diinginkan, ada yang membuka aplikasi pesan-antar berulang kali, dan ada pula yang mencoba mengalihkan perhatian sambil berharap keinginan tersebut mereda. Beberapa kebiasaan bahkan bisa dilakukan secara otomatis tanpa benar-benar disadari.

Mungkin kamu pernah melakukan salah satunya ketika sedang craving. Mulai dari membayangkan rasa makanan, mengecek isi kulkas, sampai bolak-balik melihat menu di aplikasi pesan makanan. Berikut lima kebiasaan saat craving yang mungkin sering kamu lakukan juga.

  1. 1. Membuka aplikasi pesan makanan berkali-kali

    Ilustrasi perempuan Jepang menggunakan ponsel untuk membuka aplikasi pemesanan makanan secara daring.
    Ilustrasi membuka aplikasi pesan makanan (magnific.com/rawpixel.com)

    Awalnya kamu mungkin cuma ingin melihat-lihat menu. Kamu membuka aplikasi pesan makanan, mencari hidangan yang sedang diinginkan, lalu menutupnya lagi karena merasa masih perlu berpikir. Mungkin kamu masih mempertimbangkan harga, porsi, atau apakah memang ingin memakannya saat itu.

    Beberapa menit kemudian, aplikasi tersebut dibuka kembali. Kamu mulai melihat foto makanan, membandingkan harga dari beberapa tempat, membaca ulasan, hingga mengecek ongkos kirim. Setelah itu, aplikasinya mungkin kembali ditutup karena kamu masih belum yakin untuk memesan.

    Padahal, sejak awal kamu sudah tahu makanan apa yang sedang diinginkan. Proses melihat-lihat menu pun akhirnya menjadi bagian dari craving itu sendiri. Semakin sering mengecek aplikasi, makanan tersebut bisa terasa semakin menarik dan membuatmu semakin sulit mengalihkan pikiran.

  2. 2. Membayangkan rasa makanan yang diinginkan

    orang
    Ilustrasi membayangkan rasa makanan (magnific.com/karlyukav)

    Saat craving datang, pikiran bisa terus tertuju pada makanan tertentu. Kamu mulai membayangkan rasanya, aromanya, teksturnya, bahkan pengalaman terakhir ketika menyantap makanan tersebut. Hal kecil seperti melihat fotonya di media sosial juga bisa membuat keinginan itu kembali muncul.

    Semakin sering dipikirkan, makanan tersebut terasa semakin sulit dilupakan. Kamu mungkin mulai membayangkan kapan bisa membelinya, dari mana memesannya, atau seperti apa rasanya kalau disantap sekarang. Pikiran tentang makanan pun bisa muncul berulang kali meski sebelumnya kamu sedang melakukan aktivitas lain.

    Akhirnya, kamu merasa satu-satunya cara untuk berhenti memikirkannya adalah dengan benar-benar memakannya. Keinginan tersebut terasa seperti baru akan selesai setelah terpenuhi. Padahal, memberi jeda sejenak sebelum mengambil keputusan bisa membantumu melihat apakah kamu memang menginginkannya atau hanya sedang terbawa craving sesaat.

  3. 3. Mencari stok makanan di rumah

    Seorang perempuan tampak dari samping membuka dan memeriksa isi kulkas di dapur dengan pintu lemari pendingin terbuka.
    Ilustrasi buka kulkas (magnific.com/magnific)

    Kamu mulai membuka kulkas, lemari dapur, atau laci camilan untuk mencari sesuatu yang bisa mengobati keinginan tersebut. Makanan yang sebelumnya gak terlalu diperhatikan tiba-tiba terasa menarik karena kamu sedang ingin mengonsumsi sesuatu yang bisa memuaskan craving.

    Setiap wadah bisa diperiksa satu per satu, mulai dari camilan, makanan sisa, sampai bahan makanan yang masih tersedia. Bahkan, makanan yang sebenarnya gak terlalu diinginkan pun ikut dipertimbangkan karena kamu berharap ada sesuatu yang bisa mengalihkan keinginan tersebut.

    Kalau gak menemukan makanan yang benar-benar dicari, pencarian biasanya berlanjut ke tempat lain. Kamu mungkin mengecek stok di dapur, mencari makanan di freezer, atau mulai membuka aplikasi pesan-antar untuk melihat pilihan yang tersedia. Tanpa terasa, keinginan makan bisa membuatmu menjelajahi hampir setiap sudut tempat penyimpanan makanan.

  4. 4. Mencoba mengalihkan perhatian

    Seorang perempuan muda tampak lelah duduk di depan laptop di dekat jendela, mengilustrasikan aktivitas menonton video.
    Ilustrasi menonton video (magnific.com/pvproductions)

    Ada juga yang memilih melakukan aktivitas lain agar craving berlalu dengan sendirinya. Kamu mungkin menonton video, bermain gim, membersihkan kamar, mendengarkan musik, atau sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaan. Cara ini membuat perhatianmu beralih dari makanan yang sedang diinginkan.

    Untuk sementara, keinginan tersebut mungkin terasa lebih ringan karena pikiranmu fokus pada aktivitas lain. Namun, ketika aktivitas selesai atau kamu kembali melihat makanan tersebut di media sosial, craving bisa muncul lagi. Apalagi kalau makanan yang diinginkan memang sedang terbayang-bayang sejak awal.

    Pada akhirnya, kamu kembali dihadapkan pada pilihan untuk membeli atau menunggu sampai rasa ingin tersebut mereda. Kalau masih ragu, beri jeda beberapa saat sebelum memutuskan. Jeda ini bisa membantumu mengetahui apakah kamu memang menginginkan makanan tersebut atau hanya sedang terbawa keinginan sesaat.

  5. 5. Mengatakan terakhir kali sebelum makan

    Seorang perempuan menikmati hamburger sambil duduk di rumah, menggambarkan momen menyantap makanan favorit.
    Ilustrasi makan makanan favorit (magnific.com/kroshka__nastya)

    Kamu sebenarnya sedang berusaha mengurangi makanan tertentu, tetapi ketika craving datang, muncul kalimat seperti, "Sekali ini aja." Setelah memakannya, kamu berjanji akan kembali ke kebiasaan sebelumnya mulai besok. Pola tersebut bisa berulang ketika keinginan yang sama muncul lagi. Daripada terus menyalahkan diri sendiri, coba perhatikan kapan craving biasanya muncul dan apa yang memicunya.

    Craving merupakan pengalaman yang cukup umum. Rasa ingin terhadap makanan tertentu bisa dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk kebiasaan makan, lingkungan, emosi, dan pengalaman terhadap makanan tersebut. Kamu gak perlu merasa bersalah hanya karena sesekali menginginkan makanan favorit. Yang penting, tetap perhatikan pola makan secara keseluruhan dan kebutuhan tubuhmu. Kadang, menyadari kebiasaan yang muncul saat craving saja sudah cukup membantu kamu memahami diri sendiri dengan lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More