Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan yang Bikin Bau Badan Betah Menempel Seharian
Ilustrasi bau badan (magnific.com/8photo)
  • Bau badan muncul saat bakteri memecah keringat, terutama di area lembap seperti ketiak, selangkangan, dan kaki; kebersihan tubuh, pakaian, serta alas kaki turut memengaruhi.
  • Menunda mandi setelah berkeringat, memakai ulang pakaian kurang bersih, dan mengandalkan parfum tanpa membersihkan tubuh dapat membuat aroma kurang sedap bertahan lebih lama.
  • Kaki dan sepatu perlu dijaga tetap kering; pemicu seperti stres, hormon, atau makanan juga perlu diamati, sementara keluhan menetap atau mendadak sebaiknya dikonsultasikan ke tenaga medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa sudah memakai parfum, tetapi bau badan masih muncul setelah beraktivitas seharian? Kondisi ini bisa bikin kamu kurang percaya diri, apalagi saat harus bertemu banyak orang atau berada di ruangan tertutup. Meski sudah menggunakan produk pewangi, aroma kurang sedap terkadang tetap muncul karena ada kebiasaan sehari-hari yang luput dari perhatian.

Bau badan umumnya muncul ketika bakteri di permukaan kulit memecah zat dalam keringat. Area seperti ketiak, selangkangan, dan kaki lebih rentan mengalami masalah ini karena cenderung lembap. Selain faktor tubuh, kebersihan diri, pakaian, dan rutinitas perawatan juga dapat memengaruhi aroma badan.

Kabar baiknya, kebiasaan yang memicu bau badan bisa diperbaiki secara bertahap. Kamu gak harus terus-menerus mengandalkan parfum untuk merasa segar karena menjaga kebersihan tubuh juga berperan penting. Yuk, kenali lima kebiasaan yang bisa membuat bau badan bertahan lebih lama berikut ini!

1. Terlalu sering melewatkan mandi setelah berkeringat

Ilustrasi seseorang berkeringat (pexels.com/cottonbro studio)

Setelah beraktivitas di luar ruangan atau berolahraga, tubuh biasanya menghasilkan lebih banyak keringat. Jika kamu membiarkannya menempel terlalu lama, area kulit yang lembap bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau badan. Kondisi ini dapat membuat aroma kurang sedap semakin terasa, terutama di bagian ketiak dan lipatan tubuh.

Melewatkan mandi sesekali karena jadwal padat mungkin terasa sepele. Namun, jika kamu sering menunda membersihkan tubuh setelah berkeringat banyak, keringat, minyak, dan kotoran bisa menumpuk di permukaan kulit. Akibatnya, tubuh terasa lengket dan kurang nyaman meski kamu sudah menggunakan parfum.

Karena itu, usahakan mandi secara teratur dan bersihkan area yang mudah berkeringat dengan sabun yang sesuai untuk kulitmu. Setelah mandi, keringkan tubuh menggunakan handuk bersih, terutama pada lipatan kulit. Jika belum sempat mandi setelah beraktivitas, bersihkan area yang berkeringat dan ganti pakaian sesegera mungkin.

2. Memakai baju yang belum benar-benar bersih

ilustrasi membawa baju kotor (freepik.com/freepik)

Pernah memakai baju yang terlihat bersih, tetapi aromanya berubah kurang sedap setelah tubuh mulai berkeringat? Hal ini bisa terjadi ketika pakaian masih menyimpan sisa keringat, minyak tubuh, atau bakteri dari pemakaian sebelumnya. Ketika terkena kelembapan dan panas tubuh, aroma tersebut bisa muncul kembali.

Kebiasaan memakai ulang baju yang sudah terkena banyak keringat juga dapat memperburuk masalah bau badan. Hal serupa bisa terjadi jika pakaian dicuci dengan kurang bersih atau disimpan dalam keadaan lembap. Karena itu, kebersihan pakaian perlu diperhatikan sama seriusnya dengan kebersihan tubuh.

Biasakan mengganti pakaian setelah berkeringat banyak dan mencucinya sebelum digunakan kembali. Pastikan baju benar-benar kering sebelum disimpan di lemari. Kamu juga bisa memilih bahan pakaian yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara baik, terutama ketika harus beraktivitas seharian di cuaca panas.

3. Mengandalkan parfum untuk menutupi bau badan

Ilustrasi semprot parfum (magnific.com/prostooleh)

Parfum memang bisa membuat tubuh dan pakaian beraroma lebih menyenangkan. Namun, parfum berfungsi memberikan aroma, bukan membersihkan kulit atau mengatasi sumber bau badan. Jika kamu langsung menyemprotkannya pada tubuh yang berkeringat tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, campuran aromanya justru bisa terasa kurang nyaman.

Kebiasaan ini sering dilakukan ketika kamu sedang terburu-buru atau gak sempat mandi sebelum bepergian. Kamu mungkin merasa sudah cukup segar setelah menyemprotkan parfum beberapa kali. Padahal, bau badan bisa tetap muncul karena penyebab utamanya belum ditangani.

Agar tubuh tetap segar, prioritaskan kebersihan sebelum menggunakan produk pewangi. Jika masalahnya berasal dari ketiak yang mudah berbau, deodoran dapat membantu mengendalikan bau, sedangkan antiperspiran membantu mengurangi produksi keringat. Gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasan dan pastikan kulit dalam kondisi yang sesuai untuk pemakaian.

4. Membiarkan kaki dan sepatu terus lembap

Ilustrasi bau kaki (magnific.com/fabrikasimf)

Bau badan gak selalu berasal dari ketiak. Kaki juga bisa menjadi sumber aroma kurang sedap, terutama jika kamu memakai sepatu tertutup selama berjam-jam. Keringat yang terperangkap di dalam sepatu menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab bau.

Masalahnya, banyak orang hanya berfokus membersihkan tubuh tanpa memperhatikan kondisi kaki dan alas kaki. Kaus kaki yang dipakai berulang kali, sepatu yang jarang dikeringkan, atau kaki yang masih basah setelah dicuci bisa membuat aroma tidak sedap bertahan lebih lama. Bau tersebut bahkan dapat menempel pada kaus kaki dan bagian dalam sepatu.

Untuk mengatasinya, cuci kaki setiap hari dan keringkan hingga ke sela-sela jari sebelum mengenakan kaus kaki. Ganti kaus kaki setiap hari atau lebih sering jika sudah basah oleh keringat. Berikan waktu bagi sepatu untuk mengering sebelum digunakan kembali dan bersihkan alas kaki secara berkala sesuai petunjuk perawatannya.

5. Kurang memperhatikan pemicu bau badan

Ilustrasi stres menjadi pemicu bau badan (pexels.com/Anna Shvets)

Bau badan bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan hormon, stres, dan makanan tertentu. Pada sebagian orang, makanan beraroma kuat seperti bawang putih dan bawang bombai dapat memengaruhi aroma tubuh. Stres juga bisa memicu produksi keringat yang berbeda dari keringat akibat panas atau aktivitas fisik. Karena itu, bau badan yang muncul berulang kali perlu diperhatikan pemicunya, terutama jika kebersihan tubuh sudah terjaga.

Cobalah mengamati kapan bau badan muncul dan apa yang kamu lakukan sebelumnya. Kamu bisa mencatat perubahan pola makan, tingkat stres, aktivitas, atau produk perawatan yang digunakan untuk menemukan pola tertentu. Gak perlu langsung menghindari banyak makanan atau membeli berbagai produk baru. Jika bau badan berubah secara mendadak, terus mengganggu meski kebersihan sudah terjaga, atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

Bau badan juga bisa berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, seperti menunda mandi atau memakai pakaian yang masih lembap. Karena itu, jaga kebersihan kulit, pakaian, dan alas kaki secara konsisten agar tubuh tetap segar. Kamu juga gak perlu minder jika sesekali mengalami bau badan karena berkeringat merupakan hal yang normal. Dengan mengenali pemicu dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari, kamu bisa beraktivitas lebih nyaman dan percaya diri tanpa harus terus-menerus mengandalkan parfum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article