Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Menghilangkan Bau Badan agar Tetap Segar Seharian

6 min read
5 Tips Menghilangkan Bau Badan agar Tetap Segar Seharian
Ilustrasi merasa segar seharian (magnific.com/lookstudio)
  • Bau badan umumnya muncul saat bakteri memecah keringat, diperparah kelembapan, kebersihan tubuh atau pakaian yang kurang, serta perubahan hormon.
  • Jaga kebersihan dengan mandi, mengeringkan area berkeringat, memakai deodoran atau antiperspiran sesuai kondisi kulit, dan mengganti pakaian bersih yang menyerap keringat.
  • Rawat kebersihan kaki, kaus kaki, sepatu, handuk, serta pakaian olahraga; perhatikan pemicu makanan dan konsultasikan tenaga medis bila bau berubah mendadak atau menetap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bau badan menjadi salah satu masalah yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini sering muncul ketika kamu banyak bergerak, berkeringat, atau beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. Apalagi saat cuaca panas, tubuh bisa terasa lebih lengket dan pakaian menjadi lembap sehingga kamu kurang nyaman saat beraktivitas. Jika gak ditangani dengan tepat, bau badan juga bisa membuatmu kurang percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain.

Sebenarnya, keringat gak selalu menimbulkan bau. Aroma tidak sedap biasanya muncul ketika bakteri di permukaan kulit memecah zat dalam keringat, terutama di area seperti ketiak. Selain itu, pakaian yang lembap, kebersihan tubuh yang kurang terjaga, dan perubahan hormon juga dapat memengaruhi aroma tubuh. Karena itu, menjaga kebersihan dan memahami kebiasaan yang memicu bau badan menjadi langkah penting untuk mengatasinya.

Kabar baiknya, kamu bisa melakukan beberapa kebiasaan sederhana untuk membantu mengurangi bau badan dan menjaga tubuh tetap segar sepanjang hari. Mulai dari mandi secara teratur, memilih produk perawatan tubuh yang sesuai, hingga memperhatikan kebersihan pakaian. Kamu gak harus melakukan perubahan besar karena rutinitas kecil yang dilakukan secara konsisten pun bisa membantu. Yuk, simak lima tips menghilangkan bau badan berikut ini!

  1. 1. Mandi secara teratur dan bersihkan area tubuh yang mudah berkeringat

    Seorang perempuan muda Asia berambut panjang bersantai di bak mandi, memejamkan mata sambil menikmati waktu mandi.
    Ilustrasi mandi (magnific.com/lifeforstock)

    Mandi secara teratur menjadi langkah dasar untuk menjaga kebersihan tubuh dan membantu mengurangi bau badan. Saat mandi, bersihkan area yang mudah berkeringat, seperti ketiak, selangkangan, kaki, dan lipatan kulit. Gunakan sabun yang sesuai dengan kondisi kulit agar kotoran dan sisa keringat terangkat tanpa membuat kulit terasa terlalu kering. Kebiasaan ini penting, terutama setelah kamu beraktivitas di luar ruangan atau berada di cuaca panas.

    Setelah mandi, pastikan tubuh dikeringkan dengan baik menggunakan handuk bersih. Perhatikan area lipatan kulit dan sela-sela jari kaki agar gak dibiarkan lembap terlalu lama. Kamu juga perlu menjaga kebersihan handuk dengan mencucinya secara berkala dan mengeringkannya sampai tuntas sebelum digunakan kembali. Dengan begitu, kebersihan tubuh tetap terjaga dan kamu bisa merasa lebih nyaman saat mengenakan pakaian.

    Kalau beraktivitas di luar ruangan atau berolahraga hingga banyak berkeringat, mandi setelahnya dapat membantu membersihkan sisa keringat dan kotoran. Jika belum memungkinkan untuk mandi, kamu bisa membersihkan area yang berkeringat menggunakan air atau tisu pembersih yang sesuai, lalu mengganti pakaian dengan yang bersih dan kering. Langkah sederhana ini membantu menjaga tubuh tetap segar hingga kamu punya kesempatan untuk mandi.

  2. 2. Gunakan deodoran atau antiperspiran yang sesuai

    Ilustrasi perempuan mengoleskan deodoran pada ketiak dengan tangan terangkat untuk menjaga kesegaran tubuh sehari-hari.
    Ilustrasi menggunakan deodoran (magnific.com/gpointstudio)

    Deodoran dan antiperspiran memiliki fungsi yang berbeda dalam membantu menjaga kesegaran tubuh. Deodoran membantu mengendalikan bau badan, sedangkan antiperspiran membantu mengurangi produksi keringat. Kamu bisa memilih produk sesuai kebutuhan, terutama jika area ketiak mudah berkeringat atau mengeluarkan bau meski sudah mandi. Dengan memahami perbedaan keduanya, kamu bisa menentukan produk yang lebih sesuai untuk aktivitas sehari-hari.

    Agar hasilnya optimal, gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasan. Antiperspiran umumnya bekerja lebih efektif jika diaplikasikan pada kulit yang benar-benar kering. Beberapa produk juga disarankan untuk digunakan pada malam hari agar bahan aktifnya memiliki waktu untuk bekerja. Pastikan kamu mengikuti aturan pemakaian karena setiap produk bisa memiliki petunjuk yang berbeda.

    Perhatikan juga kondisi kulit sebelum menggunakan deodoran atau antiperspiran. Hindari mengaplikasikannya pada kulit yang sedang mengalami iritasi atau luka setelah mencukur bulu ketiak. Jika muncul rasa perih, gatal, atau kemerahan, hentikan pemakaian dan pertimbangkan untuk mengganti produk. Kamu juga bisa memilih produk tanpa pewangi jika kulit mudah mengalami iritasi agar perawatan sehari-hari terasa lebih nyaman.

  3. 3. Pilih pakaian yang menyerap keringat dan mudah menyerap udara

    Perempuan muda mengenakan atasan putih longgar dan celana jins, bercermin sambil mencoba padu padan pakaian kasual.
    Ilustrasi pilih pakaian longgar (magnific.com/senivpetro)

    Pakaian yang kamu kenakan turut memengaruhi kenyamanan tubuh sepanjang hari. Bahan yang kurang menyerap keringat atau terlalu ketat dapat membuat area tubuh tertentu terasa lembap dan memicu bau tidak sedap. Karena itu, pilih pakaian dengan sirkulasi udara yang baik, seperti katun, terutama saat beraktivitas di cuaca panas. Pastikan juga ukurannya nyaman agar tubuh tetap leluasa bergerak.

    Selain bahan, perhatikan kebersihan pakaian yang digunakan sehari-hari. Baju yang sudah terkena banyak keringat sebaiknya segera dicuci dan dikeringkan sampai tuntas sebelum digunakan kembali. Hindari menyimpan pakaian dalam keadaan lembap karena kondisi tersebut bisa memicu pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau. Pastikan juga pakaian benar-benar bersih setelah dicuci agar aroma tidak sedap gak tertinggal.

    Jika punya jadwal padat, membawa baju ganti bisa menjadi solusi praktis. Kamu bisa mengganti pakaian setelah berolahraga, menempuh perjalanan panjang, atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh banyak berkeringat. Cara ini membantu menjaga tubuh tetap nyaman dan pakaian terasa lebih segar sepanjang hari. Dengan memilih bahan yang tepat dan menjaga kebersihan pakaian, kamu bisa mengurangi risiko bau badan saat beraktivitas.

  4. 4. Jaga kebersihan kaki dan pakaian yang sering digunakan

    Seorang perempuan mencukur bulu kaki dengan alat cukur sebelum mandi sebagai ilustrasi membersihkan kaki.
    Ilustrasi membersihkan kaki (magnific.com/magnific)

    Bau badan juga bisa berasal dari kaki, terutama jika kamu memakai sepatu tertutup dalam waktu lama. Keringat yang terperangkap di dalam sepatu dapat menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab bau. Karena itu, bersihkan kaki setiap hari menggunakan sabun, termasuk bagian sela-sela jari yang sering terlewat saat mandi. Kebiasaan ini membantu menjaga kaki tetap bersih dan mengurangi aroma tidak sedap.

    Setelah mencuci kaki, pastikan kamu mengeringkannya hingga tuntas sebelum mengenakan kaus kaki. Pilih kaus kaki yang dapat menyerap kelembapan dan gantilah setiap hari atau lebih sering jika sudah basah oleh keringat. Kamu juga sebaiknya memberi waktu bagi sepatu untuk mengering sebelum digunakan kembali. Jika memungkinkan, gunakan sepatu secara bergantian agar kelembapan di dalamnya gak terus menumpuk.

    Selain kaki dan sepatu, perhatikan pula kebersihan benda yang bersentuhan langsung dengan tubuh, seperti handuk, pakaian dalam, dan baju olahraga. Cuci secara rutin menggunakan cara yang sesuai dengan bahan kain, lalu keringkan sampai benar-benar kering sebelum disimpan atau digunakan kembali. Jangan biarkan pakaian yang basah oleh keringat terlalu lama menumpuk di keranjang cucian. Dengan menjaga kebersihan tubuh dan barang-barang tersebut, kamu bisa membantu mengurangi bau tidak sedap selama beraktivitas.

  5. 5. Perhatikan pola makan dan kenali pemicu bau badan

    Seorang perempuan berambut cokelat menikmati salad sayuran dari mangkuk putih sambil duduk di meja makan.
    Ilustrasi makan (magnific.com/freepik)

    Pola makan dapat memengaruhi aroma tubuh pada sebagian orang. Makanan seperti bawang putih, bawang bombai, dan hidangan berbumbu kuat bisa memengaruhi bau keringat. Coba perhatikan apakah ada makanan tertentu yang membuat bau badan lebih kuat, lalu sesuaikan konsumsinya tanpa mengabaikan pola makan seimbang. Pastikan juga kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

    Stres dan perubahan hormon juga bisa memengaruhi bau badan. Jika aromanya berubah mendadak, tetap kuat meski kebersihan terjaga, atau disertai keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis. Menjaga tubuh tetap segar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mandi teratur, memilih pakaian nyaman, dan menjaga kebersihan kaki. Kamu gak perlu minder karena berkeringat merupakan hal normal. Dengan perawatan yang konsisten, kamu bisa beraktivitas lebih nyaman dan percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More