Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 MBTI Cewek yang Makin Banyak Belanja Ketika Moodnya Berantakan
ilustrasi perempuan dan barang belanjanya (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
  • Artikel menyoroti bahwa belanja saat mood berantakan dapat memberi kesenangan sementara, meski tidak menyelesaikan masalah dan tidak bisa ditentukan hanya dari tipe MBTI.
  • ESFP, ESFJ, dan ISFP digambarkan lebih mudah memakai belanja sebagai distraksi, hadiah diri, atau me time melalui barang yang memberi kenyamanan personal.
  • ENFP dan ESTP dapat terdorong berbelanja spontan demi mencari antusiasme atau suasana baru; artikel mengingatkan agar checkout tidak menjadi pelarian emosional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa keinginan checkout justru semakin besar saat suasana hati sedang gak karuan? Ada yang mendadak ingin membeli skincare, baju baru, makanan enak, atau barang lucu yang sebenarnya gak masuk daftar kebutuhan. Meski gak menyelesaikan masalah, pengalaman memilih dan mendapatkan sesuatu yang disukai terkadang memberikan kesenangan kecil di tengah mood yang berantakan.

Kebiasaan semacam ini tentu gak bisa ditentukan hanya dari tipe kepribadian. Namun, beberapa karakter dalam MBTI mungkin lebih mudah mencari pengalaman menyenangkan atau kenyamanan ketika emosinya sedang gak stabil. Berikut lima MBTI cewek yang bisa lebih tergoda untuk belanja saat mood lagi berantakan. Ada tipe MBTI kamu gak, nih?

1. ESFP

ilustrasi perempuan mencoba baju baru (pexels.com/Gustavo Fring)

Saat hari sedang menyebalkan, sedikit kesenangan rasanya lumayan untuk memperbaiki suasana hati. Pola seperti ini bisa cukup relate dengan cewek ESFP yang cenderung menikmati pengalaman menyenangkan dan hal-hal yang bisa dinikmati secara langsung. Melihat baju cantik atau mencoba produk yang sudah lama diincar bisa menjadi distraksi dari hari yang terasa berat.

Awalnya mungkin hanya berniat melihat-lihat, tetapi satu barang menarik bisa berakhir dengan beberapa barang masuk keranjang. Ada kepuasan tersendiri ketika akhirnya mendapatkan sesuatu yang membuatnya excited kembali. Setelah mood membaik, barulah ia mungkin sadar pengeluarannya hari itu sedikit lebih banyak dari rencana.

2. ESFJ

ilustrasi dua perempuan makan bersama (pexels.com/Mikhail Nilov)

Suasana hati cewek ESFJ bisa lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman yang terjadi dalam hubungan sosialnya. Konflik dengan orang terdekat, merasa kurang dihargai, atau hari yang dipenuhi banyak tuntutan dapat menguras energi emosionalnya. Setelah terlalu banyak memberikan perhatian kepada orang lain, sesekali ia pun ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk dirinya sendiri.

Belanja bisa muncul sebagai bentuk memanjakan diri setelah hari yang melelahkan. Ia mungkin membeli makanan favorit, produk perawatan diri, atau barang yang sudah lama diinginkan sebagai hadiah kecil untuk dirinya. Selama tetap memiliki batas, sesekali memberikan sesuatu kepada diri sendiri tentu gak harus selalu berakhir dengan rasa bersalah.

3. ISFP

ilustrasi perempuan berbelanja (pexels.com/Gustavo Fring)

Belanja bagi cewek ISFP gak selalu harus tentang mengikuti barang yang sedang viral. Ia bisa tertarik pada sesuatu yang sesuai selera pribadinya, mulai dari pakaian, aksesori, perlengkapan hobi, sampai benda kecil yang membuat ruang pribadinya terasa lebih nyaman. Saat mood sedang buruk, keinginan memanjakan diri lewat hal-hal tersebut bisa semakin besar.

Menariknya, proses memilih barang pun dapat menjadi bagian yang ia nikmati. Fokusnya berpindah sejenak dari persoalan yang mengganggu menuju warna, model, aroma, atau detail lain yang menarik perhatian. Tanpa terasa, aktivitas sederhana tersebut menjadi semacam me time meskipun ujungnya mengeluarkan sejumlah uang di depan kasir.

4. ENFP

ilustrasi belanja online (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Saat mood sedang berantakan, cewek ENFP bisa mencari sesuatu yang membuatnya kembali merasa antusias. Belanja pun menjadi salah satu pilihan karena ada banyak hal baru yang menarik untuk dilihat dan dicoba. Mulai dari barang untuk menunjang hobi, pakaian, sampai benda unik yang sebelumnya gak terpikir untuk dibeli bisa mendadak terasa menarik.

Keinginan belanjanya juga bisa muncul cukup spontan ketika menemukan sesuatu yang sesuai dengan ketertarikannya saat itu. Barang baru seolah memberikan kesenangan kecil sekaligus sesuatu yang bisa dinantikan di tengah suasana hati yang kurang menyenangkan. Sayangnya, setelah mood kembali stabil, ia mungkin baru menyadari kalau beberapa barang sebenarnya gak terlalu dibutuhkan.

5. ESTP

ilustrasi perempuan memilih baju (pexels.com/cottonbro studio)

Bagi cewek ESTP, mood yang lagi berantakan kadang justru membuat keinginan mencari suasana baru semakin besar. Keluar rumah, melihat-lihat toko, atau sekadar keliling mal bisa terasa lebih menarik daripada terus memikirkan hal yang membuat kesal. Niat awalnya mungkin cuma ingin refreshing, tetapi biasanya aktivitas tersebut justru berujung berbelanja beberapa barang.

Setelah hari yang melelahkan, membeli sesuatu untuk diri sendiri bisa terasa seperti hadiah kecil bagi ESTP. Aktivitas ini memberikan pengalaman menyenangkan yang membuat fokusnya gak terus tertahan pada suasana hati yang buruk. Meski efeknya mungkin hanya sementara, setidaknya ada momen yang membuat harinya terasa lebih menyenangkan.

Belanja memang bisa memberikan kesenangan sesaat ketika suasana hati sedang kurang baik. Namun, jangan sampai setiap suasana hatimu gak nyaman selalu diobati dengan membuka dompet atau menekan tombol checkout. Apa pun tipe MBTI-mu, pahami dulu alasan ingin berbelanja agar kamu gak menjadikan checkout sebagai pelarian setiap kali mood berantakan, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article