Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 MBTI yang Bakal Langsung Angkat Kaki Kalau Tongkrongan Mulai Toxic
ilustrasi pertemanan toxic (pexels.com/Keira Burton)
  • Artikel menyoroti INFJ, INTJ, ISTP, INFP, dan ISFP sebagai tipe MBTI yang cenderung menjauh dari tongkrongan penuh drama, gosip, sindiran, atau konflik berulang.
  • INFJ, INTJ, dan ISTP digambarkan memilih mengurangi interaksi atau pergi tanpa banyak penjelasan demi menghindari energi emosional terkuras dan konflik yang dianggap tidak perlu.
  • INFP dan ISFP mengutamakan hubungan tulus, hangat, serta saling menghargai; mereka memilih meninggalkan lingkungan yang merendahkan, menghakimi, atau membuat tidak nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lingkungan pertemanan seharusnya menjadi tempat yang bikin nyaman untuk berbagi cerita, saling mendukung, dan tumbuh bersama. Sayangnya, tidak semua tongkrongan memberikan energi yang positif karena ada juga yang dipenuhi drama, kebiasaan saling menjatuhkan, atau komentar yang membuat orang lain merasa tidak dihargai. Ketika suasananya mulai seperti itu, setiap orang punya cara berbeda untuk menyikapinya.

Dalam MBTI, ada beberapa tipe yang lebih memilih menjaga ketenangan hidup daripada bertahan di lingkungan yang sudah terasa melelahkan. Mereka tidak suka menghabiskan waktu untuk konflik yang berulang atau hubungan yang hanya menguras energi. Penasaran siapa aja mereka? Ini lima MBTI yang tidak ragu mengambil jarak saat merasa sebuah pertemanan sudah tidak sehat lagi.

1. INFJ

ilustrasi pertemanan toksik (pexels.com/Gustavo Fring)

INFJ termasuk tipe yang sangat peka terhadap suasana di sekitarnya, sehingga mereka cepat menyadari ketika sebuah tongkrongan mulai dipenuhi gosip, drama, atau kebiasaan saling menyindir. Mereka mungkin masih mencoba memahami keadaan dan memberi kesempatan agar semuanya membaik, tetapi kesabaran itu tidak berlangsung selamanya. Saat merasa energi emosionalnya terus terkuras, mereka akan mulai menjaga jarak secara perlahan.

Menariknya, INFJ sering menghilang tanpa membuat keributan atau mengumumkan alasan kepergiannya. Mereka memilih mengurangi interaksi sedikit demi sedikit sampai akhirnya tidak lagi aktif dalam kelompok tersebut. Bagi INFJ, ketenangan batin jauh lebih berharga daripada memaksakan diri bertahan di lingkungan yang sudah tidak lagi membuatnya berkembang.

2. INTJ

ilustrasi pertemanan toxic di kantor (pexels.com/cottonbro studio)

INTJ tidak terlalu tertarik mempertahankan hubungan yang dipenuhi konflik dan drama yang menurut mereka tidak perlu. Mereka lebih menghargai pertemanan yang saling mendukung, terbuka, dan memberikan manfaat satu sama lain. Ketika sebuah tongkrongan lebih sering menghadirkan masalah daripada kenyamanan, mereka akan mulai mempertanyakan alasan untuk tetap bertahan.

Setelah mengambil keputusan, INTJ biasanya langsung melangkah tanpa banyak penjelasan. Mereka tidak merasa harus meyakinkan semua orang atas pilihannya karena lebih fokus menjaga waktu dan energi untuk hal-hal yang dianggap penting. Sikap tegas inilah yang membuat mereka terlihat mudah meninggalkan lingkungan yang sudah terasa toxic.

3. ISTP

ilustrasi pertemanan yang toxic (pexels.com/Ron Lach)

ISTP termasuk tipe yang menyukai hubungan yang santai dan minim drama. Mereka tidak betah berada di tengah orang-orang yang senang memperbesar masalah, mencari sensasi, atau terus memancing konflik yang sebenarnya bisa dihindari. Semakin sering suasana seperti itu terjadi, semakin besar keinginan mereka untuk menjauh.

Alih-alih terlibat dalam perdebatan yang panjang, ISTP lebih memilih menghilang dan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang membuat pikirannya lebih tenang. Mereka percaya bahwa pertemanan seharusnya memberikan rasa nyaman, bukan menjadi sumber stres setiap kali berkumpul. Karena itu, mereka tidak akan menyesali keputusan untuk meninggalkan lingkungan yang sudah tidak sehat.

4. INFP

ilustrasi pertemanan cewek toxic (pexels.com/Ron Lach)

INFP sangat menghargai hubungan yang tulus dan penuh rasa saling menghormati. Ketika mereka mulai melihat adanya kebiasaan merendahkan orang lain, membicarakan teman di belakang, atau memanfaatkan seseorang demi kepentingan pribadi, rasa nyamannya perlahan menghilang. Mereka akan terus memikirkan apakah lingkungan seperti itu masih layak dipertahankan.

Meskipun dikenal lembut dan sabar, INFP juga memiliki batas kesabaran yang jelas. Setelah merasa nilai-nilai yang mereka pegang sudah tidak sejalan dengan lingkungan tersebut, mereka akan memilih pergi tanpa menyimpan keinginan untuk kembali. Mereka lebih rela kehilangan tongkrongan daripada kehilangan ketenangan hati.

5. ISFP

ilustrasi pertemanan perempuan toxic (pexels.com/Alena Darmel)

ISFP menyukai hubungan yang hangat, santai, dan membuat semua orang merasa diterima. Mereka tidak nyaman berada di lingkungan yang dipenuhi sindiran, persaingan yang tidak sehat, atau kebiasaan menghakimi orang lain. Suasana seperti itu membuat mereka cepat merasa lelah secara emosional.

Daripada bertahan sambil terus merasa tidak nyaman, ISFP lebih memilih mencari lingkaran pertemanan yang lebih positif. Mereka tidak membutuhkan banyak teman selama orang-orang di sekitarnya bisa saling menghargai dan menerima satu sama lain. Itulah sebabnya ISFP sering terlihat diam-diam menghilang ketika sebuah tongkrongan mulai berubah menjadi toxic.

Setiap orang tentu memiliki batas toleransi yang berbeda terhadap lingkungan pertemanan. Beberapa MBTI memilih bertahan dan mencoba memperbaiki keadaan, sementara yang lain merasa lebih bijak untuk pergi ketika hubungan sudah lebih banyak membawa beban daripada kebahagiaan. Pada akhirnya, menjaga kesehatan emosional dan berada di sekitar orang-orang yang saling menghargai adalah pilihan yang bisa membuat hubungan pertemanan terasa lebih sehat dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article