Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Masuk Flamingo Era, Tren Self Care Ibu Setelah Punya Anak

Masuk Flamingo Era, Tren Self Care Ibu Setelah Punya Anak
Ilustrasi ibu (magnific.com/jcomp)
  • Flamingo Era menggambarkan fase ibu yang kembali memberi ruang bagi diri sendiri setelah energi banyak tercurah pada pengasuhan, termasuk hobi, pertemanan, dan identitas pribadi.
  • Metafora ini terinspirasi dari flamingo yang warnanya memudar saat memberi crop milk kepada anak lalu kembali setelah anak mandiri; jantan dan betina sama-sama dapat mengalaminya.
  • Self care pascamelahirkan mencakup kebutuhan emosional dan keseimbangan diri, melalui langkah realistis seperti istirahat, meminta bantuan, menjalani hobi, atau menyediakan waktu pribadi tanpa membandingkan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah punya anak, perubahan yang dialami ibu gak berhenti pada rutinitas tidur atau jadwal yang jadi lebih padat. Waktu untuk diri sendiri, hobi, pertemanan, sampai cara melihat identitas pribadi juga bisa ikut berubah. Dari kondisi inilah, istilah Flamingo Era belakangan muncul sebagai metafora untuk fase ketika ibu perlahan kembali memberi ruang untuk dirinya sendiri setelah banyak energi tercurah pada pengasuhan. Tren ini juga dibahas dalam kampanye dan percakapan tentang perjalanan ibu di Indonesia pada akhir 2025.

Namanya memang terdengar cute, tapi inspirasinya datang dari perilaku flamingo sungguhan. Saat merawat anak, warna flamingo dewasa bisa memudar sebelum akhirnya kembali setelah anak mulai mandiri. Analogi tersebut kemudian dipakai untuk menggambarkan ibu yang mulai menemukan lagi warna, kesenangan, dan sisi dirinya di luar peran sebagai orangtua. Jadi, apa sebenarnya yang membuat Flamingo Era terasa relate bagi banyak ibu?

  1. 1. Terinspirasi dari flamingo yang kehilangan warnanya

    Ilustrasi ibu
    Ilustrasi ibu (freepik.com/freepik)

    Warna pink flamingo bukan permanen begitu saja. Ketika mengasuh anak, flamingo memberikan crop milk, cairan kaya nutrisi dari saluran pencernaan bagian atas untuk anaknya. Proses tersebut dapat membuat warna bulunya memudar menjadi pink pucat atau hampir putih, lalu perlahan kembali ketika anak sudah lebih mandiri. Fakta ini dikutip dari San Diego Zoo Wildlife Alliance dalam penjelasan mengenai kehidupan keluarga flamingo.

    Ada satu detail menarik yang sering hilang dari tren ini. Bukan hanya induk betina yang mengalaminya karena flamingo jantan dan betina sama-sama bisa memberi crop milk kepada anak. Jadi, Flamingo Era sebenarnya merupakan metafora populer tentang pengalaman ibu, bukan istilah ilmiah khusus tentang flamingo betina.

  2. 2. Self care bukan cuma soal kembali tampil cantik

    Ilustrasi ibu menyusui (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi ibu menyusui (freepik.com/freepik)

    Setelah menjadi ibu, perubahan yang terjadi gak cuma terlihat dari fisik. Rutinitas, hubungan sosial, cara mengatur waktu, sampai cara melihat diri sendiri juga ikut berubah. Karena itu, self care setelah punya anak bukan sekadar soal tampil cantik lagi, tapi juga tentang memberi ruang untuk kembali mengenal kebutuhan dan identitas diri.

    Lauren Mahoney, PsyD, psikolog di Authentically Living Psychological Services, dalam artikel Parents mengatakan, "Menjadi ibu merupakan transisi besar yang dapat memengaruhi identitas, hubungan, serta kondisi emosional seseorang."

    Proses tersebut dikenal sebagai matrescence sehingga kembali menjalani hobi, bertemu teman, atau punya waktu sendiri bisa menjadi bagian dari menemukan keseimbangan setelah punya anak. Dengan begitu, self care juga menjadi cara untuk tetap terhubung dengan diri sendiri di tengah peran baru sebagai ibu.

  3. 3. Gak perlu buru-buru kembali seperti sebelum punya anak

    Ilustrasi ibu
    Ilustrasi ibu (magnific.com/jcomp)

    Gak perlu memaksa diri cepat kurus, kembali produktif, atau terlihat seperti sebelum melahirkan. Coba mulai dari hal kecil seperti tidur saat ada kesempatan, meminta bantuan, kembali menjalani hobi, atau menyediakan waktu singkat yang benar benar untuk diri sendiri.

    Self care juga gak harus mahal atau ribet. Pilih aktivitas yang bikin energi terasa lebih terisi, lalu jalani dengan ritme yang realistis tanpa membandingkan proses diri dengan ibu lain.

    Flamingo Era bukan soal kembali menjadi versi lama, tapi menemukan versi baru yang tetap punya ruang untuk diri sendiri. Pelan-pelan pun gak masalah, yang penting kamu tetap punya waktu untuk merasa utuh lagi!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More