Merawat diri sendiri sering dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup di tengah rutinitas yang melelahkan. Namun, belakangan ini, aktivitas perawatan diri juga kerap menjadi bagian dari gaya hidup yang ditampilkan kepada orang lain melalui media sosial. Tanpa disadari, sesuatu yang seharusnya membantu diri merasa lebih baik justru dapat berubah menjadi tuntutan untuk terlihat bahagia, sehat, dan memiliki kehidupan yang tertata.
Fenomena tersebut dikenal sebagai performative self-care, yaitu kecenderungan melakukan aktivitas perawatan diri lebih demi citra atau pengakuan sosial daripada kebutuhan pribadi yang sesungguhnya. Mulai dari mengunggah rutinitas pagi yang terlihat sempurna hingga merasa harus mengikuti tren kesejahteraan tertentu, semuanya dapat membuat perawatan diri kehilangan makna aslinya. Supaya gak terjebak dalam pola tersebut, yuk kenali lima sikap yang perlu diwaspadai agar aktivitas merawat diri benar-benar memberi manfaat bagi kesejahteraan pribadi.
