Pernahkah seseorang mengatakan sesuatu yang menyakitkan kepada kamu, lalu ketika kamu merasa tersinggung, mereka justru berkata, “Aku kan cuma kasih saran”? Situasi seperti ini cukup sering terjadi. Tidak semua komentar yang menggunakan kata “saran” benar-benar diberikan dengan niat membantu. Ada kalanya seseorang menggunakan label “kritik” atau “saran” untuk menyampaikan penilaian pribadi, merendahkan, mempermalukan, atau bahkan menyerang karakter orang lain.
Di sisi lain, bukan berarti semua kritik yang membuat kita tidak nyaman adalah sebuah hinaan. Kritik yang membangun terkadang memang terasa kurang menyenangkan karena menunjukkan kesalahan atau kekurangan yang perlu diperbaiki. Perbedaannya terletak pada niat, cara penyampaian, fokus pembicaraan, dan dampak yang ingin dihasilkan. Lantas, bagaimana cara membedakan kritik yang benar-benar membantu dengan hinaan yang hanya berkedok saran?
