Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Seseorang Memiliki Tipe Kepribadian Highly Sensitive Person

4 min read
5 Tanda Seseorang Memiliki Tipe Kepribadian Highly Sensitive Person
ilustrasi perempuan merenung (pexels.com/Nhà văn)
  • Highly sensitive person dapat cepat kehilangan energi di tempat ramai karena menerima banyak rangsangan sekaligus, sehingga membutuhkan waktu menyendiri untuk kembali nyaman.

  • Kepekaan tinggi membuat seseorang mudah menangkap perubahan kecil pada ekspresi, nada bicara, dan suasana hati orang lain, yang dapat ikut memengaruhi perasaannya.

  • Ciri lain mencakup kebutuhan memproses informasi lebih mendalam serta kemampuan merasakan kesan kuat dari detail sederhana, tanpa terburu-buru memberi label pada diri sendiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah gak sih kamu merasa cepat penuh setelah seharian berada di tempat ramai? Bagi seseorang dengan highly sensitive person, suara, suasana, ekspresi orang lain, hingga perubahan kecil di sekitar bisa terasa lebih kuat. Bukan berarti kamu terlalu lemah atau gampang terbawa perasaan, tetapi cara kamu menangkap berbagai hal memang cenderung lebih peka.

Karakter ini sering baru terasa ketika kamu membandingkan respons diri dengan orang lain. Hal yang dianggap sepele oleh seseorang bisa saja membutuhkan waktu lebih lama untuk kamu cerna. Yuk simak beberapa ciri kepribadian highly sensitive person yang mungkin selama ini terasa familiar.

  1. 1. Tempat ramai cepat membuatmu kehilangan energi

    ilustrasi perempuan lelah
    ilustrasi perempuan lelah (magnific.com/magnific)

    Setelah berada beberapa jam di mal, acara keluarga, atau tempat kerja yang berisik, kamu mungkin ingin segera pulang. Bukan karena acaranya buruk, tetapi terlalu banyak suara, percakapan, gerakan, dan orang yang harus diperhatikan dalam waktu bersamaan. Sesampainya di rumah, suasana tenang terasa jauh lebih nyaman daripada melanjutkan aktivitas lain.

    Orang sangat sensitif memang bisa lebih cepat merasa penuh ketika menerima banyak rangsangan sekaligus. Karena itu, kebutuhan untuk menyendiri setelah aktivitas padat bukan berarti kamu antisosial. Tubuhmu mungkin hanya membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi yang terasa nyaman.

  2. 2. Perubahan kecil dari orang lain mudah kamu tangkap

    ilustrasi mengobrol dengan rekan kerja
    ilustrasi mengobrol dengan rekan kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Temanmu mungkin cuma membalas pesan dengan lebih singkat dari biasanya. Namun, kamu langsung menyadari perbedaannya karena biasanya dia menulis lebih panjang atau memakai gaya yang berbeda. Perubahan nada bicara, ekspresi wajah, sampai suasana obrolan juga bisa lebih mudah masuk ke perhatianmu.

    Kepekaan seperti ini membuat kamu sering menangkap detail yang dilewatkan orang lain. Sensitivitas emosional tinggi juga bisa membuat suasana di sekitar terasa ikut memengaruhi keadaanmu. Meski begitu, menangkap perubahan bukan berarti kamu harus selalu mencari tahu penyebabnya.

  3. 3. Kamu butuh waktu untuk memproses sesuatu

    ilustrasi perempuan berpikir
    ilustrasi perempuan berpikir (magnific.com/DC Studio)

    Selesai mengikuti rapat atau percakapan panjang, kamu mungkin baru memahami banyak hal setelah berada sendirian. Beberapa perkataan yang terdengar biasa bisa kembali terlintas karena kamu baru sempat memikirkan maksud, konteks, dan cara penyampaiannya. Proses ini juga bisa muncul ketika kamu sedang mengambil keputusan.

    Cara memproses informasi yang lebih mendalam dapat membuat responsmu gak selalu spontan. Kamu mungkin lebih nyaman memahami situasinya dulu sebelum memberikan jawaban. Jadi, lambat merespons dalam situasi tertentu gak otomatis berarti kamu bingung atau gak percaya diri.

  4. 4. Suasana hati orang lain gampang memengaruhi dirimu

    ilustrasi perempuan kecewa
    ilustrasi perempuan kecewa (magnific.com/magnific)

    Kamu bisa ikut merasa gak nyaman ketika berada di dekat orang yang sedang marah. Bahkan setelah situasinya selesai, suasana hati tersebut terkadang masih terbawa sampai beberapa waktu kemudian. Hal ini terutama terasa ketika kamu cukup dekat dengan orang yang sedang mengalami masalah.

    Kepekaan terhadap emosi sekitar memang bisa membuat hubungan terasa lebih intens. Di sisi lain, kamu juga perlu membedakan mana perasaanmu dan mana suasana yang hanya kamu tangkap dari lingkungan. Mengenali batas ini penting supaya kepedulian gak berubah menjadi kebiasaan memikul semuanya sendiri.

  5. 5. Hal kecil bisa memberikan kesan yang kuat

    ilustrasi perempuan rileks
    ilustrasi perempuan rileks (magnific.com/lookstudio)

    Secangkir kopi di tempat yang tenang, musik tertentu, atau suasana rumah setelah hujan bisa terasa sangat menyenangkan. Kamu mungkin juga memperhatikan tekstur makanan, aroma ruangan, atau pencahayaan yang membuat sebuah tempat terasa nyaman. Detail sederhana seperti ini bisa meninggalkan kesan lebih lama daripada yang kamu kira.

    Salah satu ciri highly sensitive person adalah kepekaan terhadap berbagai pengalaman, termasuk pengalaman yang menyenangkan. Jadi, sensitivitas gak selalu berkaitan dengan mudah kewalahan atau terlalu emosional. Kemampuan menikmati detail kecil juga bisa menjadi bagian dari cara kamu mengalami dunia.

    Mengenali ciri highly sensitive person bisa membuat beberapa kebiasaanmu terasa lebih masuk akal. Namun, gak semua orang yang mudah lelah di keramaian atau peka terhadap suasana otomatis memiliki karakter ini. Yang lebih penting adalah memahami pola dirimu sendiri tanpa terburu-buru memberi label pada setiap hal yang kamu rasakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More