Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tipe MBTI yang Paling Cocok Bekerja di Bidang Pelayanan Publik

Bekerja di bidang pelayanan publik
ilustrasi bekerja di bidang pelayanan publik (pexels.com/August de Richelieu)

Bekerja di sektor pelayanan publik membuat seseorang dituntut memiliki kesabaran ekstra karena harus berhadapan langsung dengan berbagai karakter masyarakat setiap hari. Tekanan kerap muncul saat memberi bantuan atau solusi sambil tetap menjaga etika dan mengikuti prosedur yang ketat. Risiko konflik dan rasa jenuh inilah yang sering membuat banyak orang ragu terjun ke bidang pekerjaan ini.

Tipe kepribadian ternyata berperan besar dalam membuat pekerjaan pelayanan terasa lebih ringan dan lebih bisa dinikmati. Saat karakter diri selaras dengan pola kerja, interaksi dengan masyarakat pun terasa lebih natural dan tidak cepat menguras emosi. Berikut beberapa tipe MBTI yang dikenal memiliki kecocokan bekerja di instansi pelayanan publik.

1. ESFJ

Mendengarkan dengan senyum yang ramah
ilustrasi mendengarkan dengan senyum yang ramah (pexels.com/Los Muertos Crew)

Kepribadian ESFJ dikenal hangat dan terbiasa mengutamakan kebutuhan banyak orang. Mereka cenderung teliti dalam memastikan setiap orang merasa didengar dan dilayani dengan sikap yang sopan. Lingkungan kerja yang tertib namun tetap ramah menjadi fokus utama dalam cara mereka bekerja.

Kemampuan mengelola kebutuhan masyarakat membuat ESFJ sering diandalkan di lini depan layanan publik. Pekerjaan administratif yang melibatkan banyak interaksi justru memberi energi karena mereka menikmati proses membantu secara langsung. Kehadiran ESFJ membantu membangun rasa percaya masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diterima.

2. ISFJ

Mendengarkan dengan penuh perhatian
ilustrasi mendengarkan dengan penuh perhatian (pexels.com/RDNE Stock project)

ISFJ sangat cocok berada di posisi yang menuntut ketelitian dan kesabaran tinggi. Cara kerja yang tenang membantu menjaga situasi tetap terkendali saat menghadapi keluhan dari masyarakat. Tanggung jawab dijalankan dengan penuh kehati-hatian sehingga detail penting jarang terlewat dalam proses pelayanan.

Sikap yang tidak banyak bicara sering diiringi konsistensi kerja yang kuat dari waktu ke waktu. Banyak proses layanan berjalan lebih tertata karena ISFJ cermat mengikuti prosedur dan alur kerja yang berlaku. Stabilitas emosi membantu mereka tetap fokus meski beban pekerjaan meningkat dan interaksi dengan masyarakat berlangsung intens.

3. ENFJ

Komunikatif
ilustrasi komunikatif (pexels.com/Khwanchai Phanthong)

ENFJ memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dan mudah membangun kepercayaan masyarakat. Penyampaian kebijakan atau informasi penting terasa lebih mudah diterima berkat gaya bicara yang persuasif. Dorongan untuk melihat sistem berjalan lebih baik sering menjadi sumber motivasi dalam menjalankan tugas pelayanan.

Empati yang tinggi membantu ENFJ memahami kebutuhan masyarakat dari berbagai latar belakang. Mereka sering mencoba cara baru agar proses layanan terasa lebih manusiawi dan efisien. Tidak mengherankan jika ENFJ sering berkembang ke posisi koordinator atau pimpinan unit pelayanan.

4. ISTJ

Menjelaskan data
ilustrasi menjelaskan data (freepik.com/pressfoto)

ISTJ memiliki disiplin tinggi dan konsisten dalam menjalankan aturan yang berlaku. Prinsip kerja yang tegas membantu menjaga pelayanan tetap adil dan terhindar dari praktik yang menyimpang. Sikap ini membuat mereka sering dibutuhkan di bidang pengawasan maupun administrasi kebijakan.

Kebiasaan bekerja dengan mengacu pada data dan aturan membuat ISTJ andal menyelesaikan persoalan teknis. Keputusan diambil melalui prosedur yang jelas dan terstruktur. Kehadiran ISTJ memberi rasa aman bahwa proses pelayanan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

5. INFJ

Menjelaskan aturan
ilustrasi menjelaskan aturan (pexels.com/Mikhail Nilov)

INFJ memiliki kepekaan tinggi dalam membaca situasi sebelum konflik berkembang. Kemampuan ini membantu mereka mencari jalan tengah tanpa harus mengorbankan aturan yang sudah ditetapkan. Cara menjelaskan yang tenang sering kali membantu menurunkan ketegangan saat proses pelayanan berlangsung.

INFJ terbiasa memikirkan dampak layanan dalam jangka panjang. Aturan yang terasa kaku tetap dijalani selama tujuannya melindungi kepentingan masyarakat. Sikap konsisten ini membuat INFJ sering dihormati di lingkungan kerja yang penuh tekanan.

Bekerja di pelayanan publik tidak cuma menuntut kemampuan teknis, tapi juga kesiapan menghadapi situasi yang beragam setiap hari. Saat karakter pribadi cocok dengan ritme pekerjaannya, proses bekerja terasa lebih mengalir dan tidak cepat menguras energi. Dari situ, kualitas layanan pun bisa terjaga dengan lebih konsisten.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Life

See More

Ucapan Valentine Penuh Makna untuk Ibu, Bikin Tersentuh!

11 Feb 2026, 14:03 WIBLife