6 Tips Jadi Tamu yang Disukai Tuan Rumah, Jangan Pelit Oleh-oleh

Tuan rumah memang wajib memuliakan tamunya. Akan tetapi sebagai tamu, kamu juga kudu paham adab bertamu di rumah orang. Seakrab apa pun hubungan kalian, pengabaian terhadap adab bertamu niscaya bikin orang yang kamu datangi menjadi tidak nyaman.
Bahkan, dia bisa merasa terganggu oleh kehadiranmu dan di kemudian hari cenderung mencegah kamu datang kembali. Biar dia tak kapok dikunjungi olehmu, pastikan kamu menerapkan enam tips jadi tamu ini saat sowan ke rumah siapa pun.
1. Hindari bertamu di jam istirahat, jam sibuk bekerja, atau jam sibuk keluarga

Soal jam sibuk bekerja pasti telah kamu ketahui. Yaitu, antara pukul 07.00 sampai 17.00. Bahkan meski orang yang akan kamu datangi bukanlah pekerja kantoran, ini tak berarti dia pengangguran, kan? Jadi, hindari tahu-tahu mendatangi rumahnya di jam-jam itu.
Kemudian apabila tuan rumah sudah berkeluarga, kamu juga wajib memperhatikan jam sibuk yang umum dalam sebuah keluarga. Biasanya, jam 16.00-18.00 bukanlah waktu yang mereka sukai untuk menerima tamu karena ada kesibukan memasak makan malam serta memandikan anak-anak yang masih kecil. Lagi ribet-ribetnya, tuh.
Sementara itu, untuk jam istirahat yang gak tepat buat kamu bertamu adalah jam tidur siang antara jam 13.00 sampai 15.00. Lalu, kapan kamu pantas bertamu? Datang pada pukul 19.00 atau 19.30 dapat menjadi pilihan yang paling pas, kecuali kamu sudah janjian dengan tuan rumah di jam lain.
2. Bawakan buah tangan yang sesuai untuk tuan rumah dan keluarganya

Mengunjungi seseorang di rumahnya tidak sama dengan menemuinya di kantor. Jika kamu mendatanginya di kantor, suasananya lebih formal dan ada aturan-aturan yang berlaku. Termasuk, mungkin ada larangan bagi karyawan menerima apa pun dari tamu yang datang.
Sedang di rumah, suasananya lebih kekeluargaan. Buah tangan yang kamu bahwa akan makin meningkatkan rasa kekeluargaan ini. Suasana pasti menjadi lebih cair dan hangat. Oleh-oleh yang dibawa juga sebaiknya disesuaikan dengan tuan rumah, ya.
Bila tuan rumah sudah berusia lanjut dan banyak berpantang makanan, buah-buahan akan lebih cocok. Kalau temanmu masih single dan tinggal seorang diri, makanan yang dapat kalian nikmati berdua pasti diterimanya dengan antusias. Sedang jika dia telah berkeluarga, satu ekor ayam goreng bisa disantapnya bersama pasangan dan anak-anak.
3. Jangan menciptakan kegaduhan atau bertamu terlalu lama

Ini rumah orang, bukan rumahmu. Lingkungannya tentu juga berbeda dengan lingkungan tempat tinggalmu yang barangkali ramai terus sepanjang hari. Kalau seperti ini, tetangga kanan kiri pun tak akan terlalu mempermasalahkan kegaduhan yang terjadi ketika kamu menerima tamu.
Lain halnya dengan temanmu yang tinggal di kawasan perumahan yang tenang. Sedikit saja kegaduhan terdengar, tetangga bisa protes keras. Selain menjaga kenyamanan tetangga, kamu pun wajib menghormati keluarga tuan rumah yang barangkali tengah beristirahat.
Dan bila keperluanmu telah tersampaikan, segeralah pamit. Sekalipun kamu punya banyak waktu luang, tuan rumah mungkin ada kegiatan lain. Jika dia berkata sedang tidak sibuk, barangkali itu hanya untuk menjaga kesopanan. Kamulah yang harus pengertian.
4. Sebaiknya janjian dulu, jangan mendadak kecuali keperluan darurat

Jika kamu datang tanpa pemberitahuan dan rumah sedang dalam keadaan berantakan sekali, temanmu pasti merasa malu. Walau kamu berkata tak apa-apa, tetap saja dia merasa tidak enak. Apalagi ia juga gak punya makanan apa-apa buat menyuguh kamu.
Sekali lagi, ini bukan soal kamu keberatan atau tidak dengan keadaan seperti itu. Akan tetapi lebih pada kewajibannya menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Daripada dia menjadi takut dipermalukan, janjian dulu lebih baik buat kalian berdua.
Kamu gak bakal kecewa lantaran orang yang dicari ternyata tidak ada di rumah. Di pihak tuan rumah pun menjadi punya waktu buat bersiap-siap menyambut kedatanganmu. Ini mungkin tak penting bagimu, tetapi buat dia justru segalanya.
5. Dilarang keras merokok kecuali tuan rumah juga perokok aktif

Jangan egois di rumah orang. Silakan saja apabila kamu hendak merokok sepuasnya di hunian pribadimu. Namun, jangan bawa kebiasaan tersebut di rumah orang yang jelas bukan perokok aktif.
Tentunya ada alasan kan, mengapa seseorang tidak pernah merokok? Bukan cuma soal suka atau gak suka, melainkan pertimbangan utamanya ialah faktor kesehatan. Kalau kamu nekat merokok di rumahnya, ini sama dengan dirimu meremehkan arti kesehatan menurut tuan rumah.
6. Gak usah penasaran dengan ruangan-ruangan lain di rumah

Apabila tuan rumah hanya mempersilakanmu duduk di ruang tamu, merasa puaslah kamu sudah ditempatkan di situ. Gak usah tanya-tanya tentang ruangan lain atau meminta temanmu menunjukkannya. Ini hunian pribadi miliknya dan kamu hanyalah tamu.
Kamu bukan calon anak kos yang berhak melihat-lihat fasilitas apa saja yang ada di sebuah rumah. Bahkan seandainya tuan rumah hanya menemuimu di beranda, jangan tersinggung. Boleh jadi keadaan berandanya memang lebih sesuai untuk menerima tamu daripada ruang tamu yang belum dibereskan.
Menjadi tamu yang paham adab gak kalah penting dari menjadi tuan rumah yang baik. Itu sebabnya, kamu jangan cuma menuntut agar ditemui dengan keramahan oleh tuan rumah. Kamu juga wajib menerapkan enam tips jadi tamu yang baik seperti di atas, ya.