6 Tips Sikapi Sahabat yang Menjauh setelah Bekerja, Chat-mu Dicueki

Sahabat yang menjauh bukan artinya dia sekadar pergi bekerja ke kota yang berbeda. Meski kalian beda kota selepas wisuda, mestinya hubungan masih dapat terbina melalui berbagai teknologi komunikasi yang ada saat ini. Akan tetapi, dia disebut menjauh apabila tidak lagi memberikan respons apa pun atas usahamu menjaga tali silaturahmi.
Ia masih cukup aktif di media sosial. Nomor teleponnya juga sama. Namun, dia gak membalas komentar dan chat-mu lebih dari sekali. Kamu pernah mencoba meneleponnya dan ia tidak cuma tak mengangkatnya melainkan juga gak ganti meneleponmu di lain waktu seandainya saat itu dia sibuk.
Tambah jelas sikapnya menjauhimu apabila ia masih ramah pada teman-teman yang lain. Tanpa adanya masalah di antara kalian sebelumnya, hal seperti ini bisa saja terjadi. Terus berusaha mendekatinya juga tidak berguna. Lebih baik kamu menyikapinya dengan enam tips di bawah ini.
1. Mencari tahu ada apa dengannya dari sahabat kalian yang lain

Kalau persahabatan kalian tidak hanya terdiri dari dua orang, mungkin sahabat lainnya lebih tahu apa yang terjadi padanya. Kamu bisa secara gak langsung mencari tahu kabar A dari sahabat kalian yaitu B atau C. Dirimu tidak perlu langsung mengatakan A cuek sekali padamu.
Apabila B dan C kompak menjawab bahwa A baik-baik saja, baru kamu bisa mengatakan kejanggalan yang dirasakan. Cari tahu apakah A hanya bersikap dingin padamu atau mereka juga mengalaminya? Jika A tetap sama ramahnya pada mereka berdua, minta mereka membantu memperkirakan penyebab sikap cueknya padamu.
Apakah A merasa memiliki masalah denganmu yang diceritakan pada keduanya? Bila ya, segeralah berintrospeksi dan kembali menghubungi A untuk membicarakan persoalan itu. Tapi kalau A bersikap sama dinginnya pada B dan C, tak ada gunanya mengembangkan berbagai berbagai dugaan yang hanya akan bikin kalian overthinking padahal belum tentu benar.
2. Berpikir positif mungkin dia sibuk

Meski suasana hatimu sudah gak enak dengan sikap sahabat lama yang berubah sangat berjarak, pikiran positif tetap perlu diutamakan. Ingat bahwa sekarang fase hidup kalian telah berbeda dari sebelumnya. Tadinya sebagai mahasiswa kalian lebih santai. Tugas utama hanya belajar.
Waktu luang bisa digunakan untuk main bersama sahabat. Ini sebabnya persahabatan kalian terasa begitu dekat. Akan tetapi, sekarang kalian sudah sama-sama bekerja. Kamu juga sibuk, tetapi boleh jadi sahabatmu lebih sibuk lagi. Dia gak sempat membalas pesan-pesanmu.
Jauh di dalam hatinya barangkali ia ingin kapan-kapan kalian berinteraksi lagi dalam suasana yang lebih santai. Bahkan janjian dan bertemu kembali setelah lama terpisah. Dia gak mau kalau sekarang merespons telepon atau chat-mu terkesan ingin segera mengakhirinya. Atau, ia tak sengaja menyebut-nyebut kesibukannya yang membuatmu merasa telah mengganggunya.
3. Stop mencoba menghubunginya

Apa pun alasan di balik sikap cueknya atas usahamu menjaga persahabatan, jangan terus menghubunginya. Ini hal yang simpel. Kalau dia mau menjaga hubungannya denganmu, apa susahnya meresponsmu dengan chat singkat? Jika kamu menghubunginya menggunakan kalimat yang menunjukkan kepedulianmu padanya tetapi dia bergeming, artinya ia tak merasa membutuhkannya.
Maksimal 2 kali saja dirimu mengontaknya terlebih dahulu. Bila ia sama sekali tak bereaksi padahal kamu yakin dia membaca pesan-pesanmu, berhentilah menghubunginya lagi. Suatu saat nanti barangkali dia akan ganti menghubungimu. Tapi sebelum itu terjadi, ikuti saja cara mainnya.
Ia tampak gak ingin berkomunikasi lagi denganmu, maka penuhi. Jangan sampai niat baikmu terhadapnya justru dianggap sebagai gangguan belaka. Memang kamu pun menjadi kurang nyaman sebab kalian seperti sedang perang dingin. Akan tetapi, apa boleh buat? Keinginan buat berinteraksi memang gak bisa hanya datang dari salah satu pihak.
4. Kecewa, tapi jadikan pelajaran tentang karakter orang lain

Merasa ditinggalkan oleh sahabat tentu bikin sedih. Bagaimanapun juga, tadinya hubungan kalian lebih dekat dari teman biasa. Sekarang malah kamu masih dapat berinteraksi dengan kawan biasa, sedangkan orang yang selama ini dianggap sahabat justru seakan-akan tidak lagi mengenalmu.
Kamu menjadi meragukan kualitas persahabatan kalian selama ini. Bersahabat bertahun-tahun lamanya ternyata belum membuatmu mengenal karakternya secara menyeluruh. Beberapa kekurangannya yang kecil-kecil memang telah diketahui olehmu. Akan tetapi, karakter lainnya yaitu kurang mampu mempertahankan persahabatan baru terbuka sekarang.
Ia mungkin tipe orang yang amat membatasi persahabatan di setiap fase kehidupan. Sahabat SMA tidak berlanjut ketika mereka berkuliah. Demikian pula persahabatanmu dengannya semasa kuliah dianggap kurang penting lagi setelah kalian bekerja di bidang dan kota yang berbeda. Sementara bagimu, persahabatan mestinya bisa menembus semua perubahan itu.
5. Jangan terlalu memikirkannya, fokus ke sahabat yang lain saja

Dipikirkan atau tidak, sahabat yang sudah memutuskan untuk menjauhimu akan tetap menjauh. Segeralah move on dari kenangan kedekatan kalian. Sahabat lama yang menjauh perlu digantikan dengan sahabat baru. Jangan bersetia pada orang yang tidak setia padamu dan terbelenggu kenangan.
Dirimu berhak punya teman cerita serta bersenang-senang. Gak usah pengalamanmu dijauhi sahabat bikin kamu trauma dengan segala bentuk persahabatan. Selain sahabat baru, mungkin juga masih ada beberapa sahabat lama yang tetap bersikap baik padamu. Mereka juga perlu mendapatkan perhatianmu.
Satu sahabat yang menjauh jangan sampai bikin kamu kehilangan kesempatan berbahagia bersama orang lain. Sebaik apa pun hubungan kalian dulu, nyatanya sekarang telah renggang sekalipun dirimu berusaha merawatnya. Gak usah terlalu memikirkan orang yang boleh jadi sekarang tak lagi peduli padamu.
6. Suatu saat dia mendekatimu lagi kudu lebih waspada

Walaupun sekarang sahabatmu seperti melupakanmu, suatu saat nanti dia bisa saja tiba-tiba muncul lagi. Ia datang padamu seolah-olah selama ini tidak pernah menjauhimu. Dia juga gak menjelaskan alasannya mengabaikan telepon dan chat-mu. Haruskah kamu kembali menaruh kepercayaan sebesar dulu padanya?
Belajarlah dari pengalaman. Orang terdekat yang pernah mengabaikanmu berarti tidak sungguh-sungguh peduli padamu. Saat ia tak merespons usahamu menjaga komunikasi, dia sama sekali tidak memikirkan perasaanmu. Tentu kamu gak perlu bersikap kasar padanya. Kalian boleh jadi berjumpa lagi 10 atau 15 tahun mendatang.
Di usia itu, bukan waktunya untukmu terlibat drama persahabatan. Dia bisa mendekat kembali untuk berbagai alasan. Seperti kamu sudah sukses besar, sadar gak ada sahabat sebaik dirimu, atau ia tahu kelebihan sekaligus kelemahanmu sehingga ingin memanfaatkanmu. Apa pun itu, dirimu tidak perlu lagi mudah luluh olehnya. Kamu hanya akan makin sakit hati apabila untuk kedua kalinya dicampakkan olen orang yang sama.
Selama akun media sosial dan nomornya masih aktif, memang aneh apabila sahabat tak lagi merespons usahamu menjaga hubungan. Jika hubungan kalian semula baik-baik saja, jangan terlalu cemas kalau-kalau kamu ada salah padanya.
Memang ada tipe orang yang seperti ini, bersahabat hanya pada saat kalian berada di lingkungan yang sama. Lanjutkan hidupmu karena masih banyak orang yang cukup menyenangkan untuk dijadikan teman.



















