Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Cegah Slip of Tongue saat Berbicara di Depan Banyak Orang
ilustrasi MC (pexels.com/Lê Đức)
  • Slip of tongue bisa dialami siapa saja saat berbicara di depan umum, terutama karena gugup, kurang fokus, kelelahan, atau persiapan yang minim.
  • Pencegahan utamanya meliputi menenangkan diri, membatasi durasi dan kecepatan bicara, menguasai materi, serta memakai catatan atau teks sambil tetap menjaga kontak dengan audiens.
  • Pembicara perlu mengucapkan kata rawan salah secara perlahan, mengendalikan semangat setelah tepuk tangan, dan memperhatikan stimulus yang dapat memengaruhi pikiran bawah sadar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Slip of tongue atau keseleo lidah ketika berbicara sehingga salah mengucapkan kata atau kalimat bisa sangat memalukan. Kamu dapat tak sengaja mengucapkan kata kotor, salah memberikan informasi, sampai terdengar seperti provokasi yang bikin pendengar emosi. Salah bicara bisa terjadi pada siapa saja.

Termasuk orang yang sebetulnya telah sering berpidato, berorasi, atau melakukan presentasi. Namun, slip of tongue bukannya tidak bisa dicegah. Bahkan, kamu yang belum pernah berbicara di atas panggung pun dapat mengurangi kemungkinan salah ngomong.

Dirimu perlu belajar berbicara secara sistematis. Kamu juga tetap harus sempat berpikir sebelum mengatakan apa pun. Otak mesti bekerja dengan cukup cepat supaya jeda antarkalimat tak terlalu panjang dan bikin pendengar lama menunggu. Berikut rangkuman caranya supaya kamu berhasil menyampaikan maksud dengan baik.

1. Tenangkan diri, jangan gugup

ilustrasi berpidato (pexels.com/Mico Medel)

Memang gak mudah untuk tetap tenang ketika kamu harus berbicara di depan banyak orang. Semua mata tertuju padamu. Mereka siap mendengarkanmu. Namun, dirimu tidak punya pilihan selain membiarkan rasa gugup menguasai atau mencoba menenangkan diri.

Makin dirimu grogi makin mungkin bakal melakukan banyak kesalahan selama berbicara. Ada ajaran lama supaya kamu tidak mudah gugup saat di panggung. Yaitu, anggap saja semua orang hanya batu. Artinya, jangan terlalu takut mereka bakal sibuk menilai bahkan mengkritikmu. Bayangkan mereka cuma diam di kursi masing-masing selama dirimu berbicara.

2. Membatasi durasi dan kecepatan bicara

ilustrasi berbicara (pexels.com/Henri Mathieu-Saint-Laurent)

Slip of tounge sangat berkaitan dengan konsentrasi yang sudah terkuras. Perhatianmu mulai terpecah. Barangkali karena kerongkongan telah kering dan dirimu capek berdiri. Menyiapkan minuman saja gak cukup.

Waktu pidato, orasi, atau presentasi mesti dibatasi. Tidak usah berlama-lama. Terpenting poin-poin pentingnya tersampaikan. Kalaupun dalam satu acara kamu mesti bicara lebih panjang, minta panitia buat memecahnya menjadi beberapa sesi.

Itu penting guna memulihkan energi dan fokusmu selama jeda antarsesi. Kecepatan dalam berbicara juga kudu diatur. Jangan ngomong terlalu cepat yang bikin keseleo lidah tambah mungkin terjadi.

3. Betul-betul mempelajari apa saja yang akan disampaikan

ilustrasi presentasi (pexels.com/Mikael Blomkvist)

Persiapan memegang peran penting untuk kelancaran pidato, orasi, atau presentasimu. Jangan asal mengiyakan apabila kamu ditugasi buat berbicara di depan banyak orang. Tetap minta waktu untuk mempersiapkan diri.

Apalagi acaranya bukan sekadar kasih sambutan sederhana, melainkan membahas hal-hal penting. Kamu harus belajar dulu walaupun ini bukan penampilan pertamamu di hadapan banyak orang. Kalau dirimu telah menguasai topik, setiap kata dan kalimat menjadi lebih tepat.

4. Siapkan catatan-catatan penting atau sekalian baca teks

ilustrasi berorasi (pexels.com/Mico Medel)

Bawa catatan ketika dirimu naik ke podium bukan sesuatu yang memalukan. Siapa pun yang khawatir lupa poin-poin penting di tengah orasi atau presentasi sebaiknya memang membawa sontekan . Catatan itu juga berguna buat menjaga agar bicaramu tidak melebar ke mana-mana.

Bahkan buatmu yang sering melakukan kesalahan bicara boleh membaca teks yang sudah dipersiapkan saja. Namun, atur pandanganmu supaya tidak hanya terus menunduk. Nanti pendengar merasa diabaikan serta mudah bosan. Tetap sesekali angkat wajahmu dan edarkan pandangan ke setiap audiens supaya mereka merasa benar-benar diajak bicara.

5. Hati-hati mengucapkan kata-kata yang rawan salah ucap

ilustrasi berbicara di depan (pexels.com/Israel Torres)

Semua kata pada dasarnya bisa keliru diucapkan. Namun, ada beberapa kata yang lebih berisiko bikin lidah kepeleset. Padahal, satu huruf saja hilang atau gak sengaja tergantikan huruf lain maknanya dapat sangat lain hingga tidak sopan.

Misalnya, hilangnya huruf r pada kata kontrol. Atau, huruf a terakhir pada kata asa berubah menjadi u. Kalau dirimu mudah kepeleset saat berbicara, ucapkan kata-kata tersebut lebih pelan dan dengan penekanan. Itu memperkecil kemungkinan salah ucap.

6. Kendalikan semangat di tengah tepuk tangan audiens

ilustrasi berpidato (pexels.com/🇻🇳🇻🇳Nguyễn Tiến Thịnh 🇻🇳🇻🇳)

Ketika dirimu berbicara di depan banyak orang kemudian memperoleh tepuk tangan dari audiens tentu rasanya senang. Itu dapat berarti pidato, orasi, atau presentasimu memang menarik. Wajar kalau kamu mengalami lonjakan semangat.

Namun, semangat ini tetap perlu dikendalikan agar dirimu gak melewatkan proses berpikir sebelum berucap. Jangan sampai saking besarnya semangatmu, kata-kata seperti keluar begitu saja tanpa difilter. Tahu-tahu dirimu telah mengucapkan hal-hal yang bisa memicu persoalan.

7. Waspadai pikiran alam bawah sadarmu

ilustrasi berbicara di panggung (pexels.com/Matheus Bertelli)

Kesalahan bicara yang disengaja bukan slip of tongue. Keseleo lidah selain disebabkan oleh rasa gugup dan kurang persiapan, dapat pula dipicu oleh pikiran bawah sadar. Masih dengan contoh kata kontrol yang kehilangan huruf r-nya.

Bila dirimu kerap mengakses konten-konten porno dengan kata tersebut yang merujuk pada alat kelamin pria, peluang salah bicara menjadi lebih besar. Memang pikiran bawah sadar sukar disadari. Akan tetapi, pikiran bawah sadar yang lantas menjadi tindakan atau ucapan tergantung dari input ke pikiranmu selama ini.

Maka perhatikan apa saja yang sering ditangkap oleh indra-indramu. Hindari stimulus-stimulus negatif yang bisa memengaruhi perkataanmu. Salahnya cuma satu kata, tetapi isi pikiran bawah sadarmu langsung terekspos.

Kesalahan bicara dapat dialami siapa saja. Akan tetapi, ini bukannya tidak bisa dicegah sama sekali. Jangan pula kamu lantas gak pernah berani berbicara di depan banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article