5 Karir yang Harus Dihindari ISTP, Biar Gak Salah Pilih Jalan Hidup!

- Customer service tidak cocok untuk ISTP yang introvert dan lebih suka bekerja sendiri atau dalam tim kecil.
- Human resources menuntut kemampuan diplomasi dan penanganan emosi, hal yang tidak disukai oleh ISTP yang praktis.
- Guru atau dosen membutuhkan kesabaran ekstra dalam menjelaskan hal yang sama berulang-ulang, sesuatu yang membuat ISTP frustasi.
Kalau kamu tipe ISTP, pasti udah familiar banget dengan julukan "The Virtuoso" atau "The Craftsman". Kepribadian yang praktis, logis, dan suka bekerja dengan tangan ini memang punya banyak kelebihan. Tapi, gak semua karir cocok buat ISTP, lho!
Sebagai orang yang lebih suka action daripada teori, ISTP bakal merasa tersiksa kalau terjebak di pekerjaan yang gak sesuai sama kepribadiannya. Daripada nanti menyesal dan merasa salah jurusan, mending kita bahas dari sekarang. Yuk, simak lima karir yang sebaiknya dihindari sama ISTP!
1. Customer service

ISTP itu introvert sejati yang butuh me-time buat recharge energi. Bayangin aja kalau harus senyum dan ramah seharian penuh ke customer yang komplain ini-itu. Buat ISTP, ini kayak mimpi buruk yang jadi kenyataan!
Pekerjaan kayak call center agent atau frontliner di bank bakal bikin ISTP cepat burnout. Mereka lebih suka kerja sendiri atau dalam tim kecil, bukan harus berinteraksi dengan puluhan orang baru setiap hari. Belum lagi harus sabar menghadapi customer yang kadang gak masuk akal permintaannya. ISTP yang straightforward bakal susah banget buat tetap diplomatis dalam situasi seperti ini.
2. Human resources

ISTP paling anti sama yang namanya politik kantor, dan sayangnya, HR adalah pusat dari semua drama ini. Profesi HR menuntut kemampuan buat menengahi konflik, mengatur emosi orang, dan kadang harus bermain diplomasi yang bikin ISTP muak.
Bayangin harus dengerin curhat karyawan yang bermasalah, menangani gosip kantor, atau bahkan harus PHK orang dengan cara yang "halus". Buat ISTP yang prefer solusi praktis dan langsung, semua prosedur HR yang berbelit-belit ini cuma bikin stress. Mereka juga gak suka harus ikut campur urusan pribadi karyawan atau jadi penengah drama percintaan di kantor. ISTP lebih baik fokus ke pekerjaan teknis yang hasilnya jelas ketimbang ngurusin perasaan orang seharian.
3. Guru atau dosen

ISTP punya pengetahuan mendalam dan suka berbagi ilmu, tapi bukan berarti cocok jadi guru atau dosen. Masalahnya, profesi ini menuntut kesabaran ekstra buat menjelaskan hal yang sama berulang-ulang ke murid yang berbeda-beda tingkat pemahamannya.
Buat ISTP yang efisien dan gak suka buang-buang waktu, mengulang penjelasan yang sama bisa bikin frustasi. Mereka juga kurang suka dengan birokrasi pendidikan yang ribet, mulai dari bikin RPP sampai rapat-rapat yang gak ada habisnya. ISTP lebih cocok jadi mentor atau trainer dalam setting yang lebih informal, di mana mereka bisa langsung praktik tanpa banyak teori.
4. Psikolog atau konselor

Meskipun ISTP bisa empati, tapi profesi psikolog atau konselor bakal menguras energi mereka habis-habisan. Pekerjaan ini butuh kemampuan buat menggali perasaan terdalam orang, sesuatu yang bikin ISTP merasa canggung dan gak natural.
ISTP lebih suka kasih solusi praktis daripada harus mendengarkan dan memvalidasi perasaan orang berjam-jam. Mereka bakal frustasi kalau kliennya cuma mau curhat tanpa mau berubah atau mengambil tindakan nyata. Ditambah lagi, profesi ini menuntut ekspresi emosional dan kehangatan yang konsisten, hal yang susah banget buat ISTP pertahankan dalam waktu lama. Mereka lebih cocok membantu orang lewat solusi teknis yang konkret, bukan lewat terapi emosional.
5. Akuntan publik

Walaupun ISTP suka presisi, tapi profesi akuntan publik terlalu kaku dan penuh aturan buat mereka. Setiap hari cuma berkutat dengan spreadsheet, laporan keuangan, dan regulasi pajak yang berubah-ubah bakal bikin ISTP bosan setengah mati.
ISTP butuh pekerjaan yang ada unsur hands-on dan problem solving kreatif, bukan cuma ngitung angka sesuai formula yang udah baku. Mereka juga gak suka dengan deadline laporan keuangan yang ketat dan klien yang cerewet soal detail terkecil. Belum lagi, akuntan publik sering harus presentasi dan menjelaskan laporan keuangan ke klien yang gak paham akuntansi. Buat ISTP yang prefer kerja di balik layar, ini jelas bukan pilihan karir yang menyenangkan.
Sekarang udah tahu kan karir-karir yang sebaiknya dihindari ISTP? Bukan berarti ISTP gak bisa sukses di bidang-bidang tersebut, tapi kemungkinan besar bakal butuh effort ekstra dan bikin gak bahagia dalam jangka panjang.





![[QUIZ] Pilih Makanan di Upin Ipin Universe untuk Tahu Karaktermu](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-9-454869ced981b4427dde4ee3cc19c03d.jpg)

![[QUIZ] Pilih Mapel Kesukaan Upin dan Ipin, Apakah Mimpi Terbesarmu yang Ingin Diraih?](https://image.idntimes.com/post/20250728/1000003170_f8474273-b9ac-4636-8421-4bc6e4b3a350.jpg)
![[QUIZ] Di Upin Ipin Universe, Kamu Akan Jadi Orang Seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250419/20250419-223054-f94cc3a9ebb118a5253615831e4b5094-456f2cd58d83a778d85990b4bfbde7bb.jpg)





![[QUIZ] Pilih Permainan di Upin dan Ipin, Apakah Profesi Idealmu saat Dewasa?](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008113-4f20dffa9b092ca6a36b9f6f5a7b9c56.jpg)



