Beristirahat sering kali dianggap sebagai sesuatu yang baru boleh dilakukan setelah semua pekerjaan selesai. Selama tubuh masih sanggup bergerak dan pikiran masih bisa diajak bekerja, rasanya tidak ada alasan untuk berhenti. Bahkan, sebagian orang merasa bersalah ketika memilih duduk santai di tengah banyaknya hal yang perlu dikerjakan.
Padahal, beristirahat tidak harus menunggu tubuh benar-benar kelelahan. Sama seperti makan yang tidak perlu menunggu perut sakit karena kelaparan, tubuh juga membutuhkan jeda sebelum energinya habis. Sayangnya, kebiasaan memaksakan diri sudah telanjur dianggap sebagai bentuk tanggung jawab. Ada beberapa alasan kenapa kita sebaiknya mulai mengubah cara pandang tersebut.
