Media sosial sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari yang sulit dipisahkan dari kehidupan banyak orang. Kebiasaan membuka aplikasi saat bangun tidur, menunggu kendaraan, beristirahat, hingga sebelum tidur membuat aktivitas tersebut terasa seperti sesuatu yang otomatis. Meski sebagian orang sadar bahwa penggunaan berlebihan dapat mengganggu fokus, waktu, bahkan suasana hati, kebiasaan tersebut tetap sulit dihentikan.
Hal menariknya, seseorang sebenarnya bisa memahami dampak buruk media sosial tetapi tetap merasa terdorong untuk kembali membukanya. Ada mekanisme kebiasaan, kebutuhan akan informasi, sampai rasa takut tertinggal dari kehidupan orang lain yang membuat media sosial terasa sulit ditinggalkan. Kalau mulai merasa terlalu dekat dengan layar, yuk pahami alasan di balik kebiasaan tersebut dan coba kenali polanya.
