Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Orang Tolak Makan di Kedai Pinggir Jalan, Gak Selalu Gengsi
ilustrasi kedai makanan pinggir jalan (pexels.com/Will Chen)

Makanan yang dijajakan di kedai-kedai pinggir jalan atau lebih dikenal dengan istilah street foods memang kerap menarik perhatian. Tidak hanya itu, banyak tempat, terutama kawasan wisata, mendapatkan nama yang tersohor berkat adanya aneka macam street food yang enak dan menggugah selera. Hebatnya lagi, sudah rasanya bikin lidah happy, harganya pun tergolong murah. Oleh sebab itu, bukan hal yang mengherankan bila banyak orang suka sekali makan di kedai pinggir jalan.

Namun, tentu ada juga orang-orang yang sama sekali tidak mau makan di tempat seperti itu. Biasanya, mereka lalu mendapat cap sombong karena gengsi sekali untuk "merakyat". Padahal, alasan orang tolak makan di kedai pinggir jalan gak selalu soal gengsi, tetapi juga bisa karena beberapa hal berikut ini. Jangan buru-buru menghakiminya, ya!

1. Khawatir terhadap masalah kebersihan

ilustrasi orang-orang yang antre membeli street food (pexels.com/Jimmy Liao)

Rasa yang enak memang menjadi salah satu faktor yang selalu dipertimbangkan dalam memilih makanan. Hal ini masuk akal sekali karena tentu rugi bila membayar hanya untuk hidangan yang rasanya kacau. Namun, ada lagi faktor yang jauh lebih penting dibanding kelezatan rasa, yaitu kebersihan dari suatu tempat makan dan hidangan yang disajikan.

Kedai-kedai makanan di pinggir jalan memang banyak yang menjual hidangan lezat, tetapi urusan kebersihan kerap dipertanyakan. Pasalnya, masih ada tempat makan yang bahkan tidak memiliki fasilitas air mengalir untuk mencuci bahan makanan ataupun aneka alat masak dan alat makan. Kondisi seperti ini tentu rentan menyebabkan terjadinya penyebaran penyakit. Kalau kenyang, tetapi akhirnya malah sakit perut, siapa juga yang susah?

2. Ada pengalaman buruk tentang ketidakjelasan harga

ilustrasi uang tunai (pexels.com/Karolina Grabowska)

Makan di pinggir jalan memang terkadang bisa memberikan sensasi keseruan tersendiri, ya. Tidak hanya akan menikmati menu yang disajikan, pembeli juga sekaligus dapat menyaksikan pemandangan hiruk-pikuk suasana sekitar, apalagi saat berada di kawasan wisata. Namun, tidak semua orang mau mencoba hal seperti ini berkali-kali. Nah, kira-kira, apa alasannya?

Jika kamu mengira mereka gengsi, itu belum tentu benar, lho. Sebagian orang memutuskan untuk tidak lagi menyantap street food karena punya pengalaman buruk dengan harga. Mereka mungkin pernah mencoba makan di kedai-kedai pinggir jalan yang tampak sederhana, tetapi ternyata harga setiap menunya begitu mahal dan cenderung tidak masuk akal. Keadaan ini tentu menyebalkan dan menimbulkan trauma tersendiri, bukan begitu?

3. Sering ada gangguan dari pengamen atau pengemis

ilustrasi seorang pengamen (pexels.com/Brett Sayles)

Ketika sedang makan, apalagi bila makanannya punya rasa yang begitu lezat, tentu suasana hati bergembira. Selama beberapa waktu, rasanya hanya ingin fokus menikmati perpaduan aneka rasa yang sempurna dengan tenang. Namun, bila makan di kedai-kedai pinggir jalan, sepertinya sulit untuk mendapatkan ketenangan seperti itu.

Pasalnya, kedai-kedai di pinggir jalan sering didatangi oleh pengamen atau pengemis. Mereka dapat membuat momen makan yang tadinya menyenangkan menjadi terganggu karena biasanya yang hadir bukan hanya satu atau dua orang saja, melainkan banyak dan silih berganti. Parahnya lagi, ada yang sampai berani berkata kasar atau melakukan perbuatan buruk lainnya bila tidak diberi uang. Situasi semacam inilah yang membuat sebagian orang akhirnya memilih untuk tidak lagi bersedia menikmati street food dengan cara makan di tempat.

Alasan orang tolak makan di kedai pinggir jalan bukan selalu disebabkan oleh gengsi yang besar, lho. Mereka yang mengambil pilihan itu bisa saja memiliki alasan kuat, seperti yang disebutkan dalam artikel. Jadi, lebih baik tidak langsung menghakimi keputusan orang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team