Di tengah dunia yang serba cepat, sering kali kamu dituntut untuk terus bergerak, terus produktif, dan terus 'terlihat baik-baik saja'. Di sela tekanan itu, membaca buku kadang dianggap sebagai pelarian seolah kamu sedang menghindari realitas. Padahal, gak semua bentuk 'menyepi' adalah tanda menyerah. Ada kalanya, justru di situlah kamu sedang bertahan dengan caramu sendiri.
Kamu mungkin pernah duduk diam dengan sebuah buku di tangan, tenggelam dalam cerita, lalu merasa sedikit lebih lega setelahnya. Bukan karena masalahmu hilang, tapi karena kamu menemukan ruang untuk bernapas. Membaca bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan cara halus untuk menjaga kewarasan. Jadi, sebelum orang lain menyebutnya pelarian, kamu perlu tahu bahwa membaca bisa jadi adalah bentuk bertahan yang paling jujur.
