Harus diakui bahwa menjalani hidup di perkotaan, terutama kota-kota besar, memang melelahkan. Pasalnya, setiap hari wajib berpacu dengan waktu. Kalau terlalu bersantai, bisa ketinggalan banyak hal, mulai dari transportasi umum, sampai urusan kesuksesan dalam berkarier. Ketika sedang lelah begini, terkadang orang-orang yang akrab dengan hiruk-pikuk dan budaya buru-buru itu membayangkan betapa damainya tinggal di desa karena bisa menjalani gaya hidup slow living.
Eh, tapi tunggu dulu. Kendati sekilas tampak tidak ada yang salah, tetapi anggapan semacam itu sering kali menyesatkan, lho. Perlu dipahami bahwa tinggal di desa gak berarti bikin seseorang otomatis pasti bisa menjalani slow living. Kenapa begitu? Coba simak beberapa alasan berikut ini biar wawasanmu semakin terbuka, ya!
