Di taman dan semak-semak terdapat satu serangga yang selalu beterbangan, yaitu kupu-kupu. Warnanya yang menawan, gerakannya yang gemulai, dan kebiasaannya hinggap di daun jadi ciri khas dari serangga tersebut. Spesies kupu-kupu juga banyak dan salah satunya adalah gatekeeper (Pyronia tithonus).
5 Fakta Ilmiah Gatekeeper, Kehidupannya Dipengaruhi Cuaca

- Gatekeeper adalah kupu-kupu kecil dari famili Nymphalidae yang hidup di Eropa dan sangat bergantung pada kondisi cuaca untuk beraktivitas.
- Spesies ini memiliki sayap jingga dengan dua corak hitam berbentuk lingkaran yang berfungsi menakuti predator seperti burung.
- Populasi gatekeeper meningkat saat suhu hangat dan menurun di daerah dingin, menjadikannya indikator alami perubahan iklim.
Gatekeeper sendiri merupakan spesies berukuran kecil dengan sayap berwarna cokelat. Ia hidup di wilayah di Eropa, aktif pada siang hari, dan kehidupannya sangat bergantung dengan kondisi cuaca. Apa kamu penasaran dengan seluk-beluk dan berbagai fakta ilmiah gatekeeper? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk.
1. Gatekeeper berasal dari famili Nymphalidae

Secara taksonomi, gatekeeper berasal dari famili Nymphalidae. Dilansir UK Butterflies, Nymphalidae merupakan famili kupu-kupu yang terdiri atas ribuan spesies dan tersebar di seluruh dunia. Kebanyakan spesies Nymphalidae punya ukuran sedang hingga besar. Warnanya juga beragam, mulai dari cokelat, hitam-putih, jingga, hingga kuning. Famili ini memiliki nama umum yang cukup unik, yaitu brush-footed butterflies. Famili Nymphalidae dibagi menjadi beberapa subfamili, yaitu Apaturinae, Danainae, Heliconiinae, Limenitidinae, Morphinae, Nymphalinae, dan Satyrinae.
2. Punya ciri khas berupa dua corak lingkaran hitam di sayap

Gatekeeper memiliki sayap berwarna jingga dengan dua corak hitam berbentuk lingkaran di bagian dalam sayapnya. Kemudian, bagian sisi dan luar sayapnya didominasi warna cokelat yang lebih gelap. Artikel di jurnal Behavioral Ecology menerangkan bahwa corak lingkaran yang dimiliki hewan ini digunakan untuk menaku-nakuti predator seperti burung. Hal tersebut juga menjelaskan mengapa gatekeeper kerap bertengger sembari melebarkan sayapnya. Terkadang juga terdapat variasi di mana ada individu dengan jumlah corak lingkaran yang lebih banyak dari individu lain.
3. Gatekeeper menghuni rerumputan di wilayah Eropa

Penyebaran gatekeeper mencakup wilayah Eropa, tepatnya di Inggris, Belanda, Swiss, Spanyol, Slovenia, Slovakia, Romania, Portugal, Italia, Irlandia, hingga Yunani. Dilansir Buttefly Conservation, habitat gatekeeper mencakup area dengan rerumputan yang subur. Area berkayu dan tebing dengan vegetasi rapat juga menjadi beberapa habitat kesukaannya. Selain itu, tak jarang hewan ini dijumpai beterbangan atau bereproduksi di area terbuka seperti ladang dan lapangan.
4. Gatekeeper merupakan spesies yang aktif

Dikutip iNaturalist, gatekeeper merupakan spesies kupu-kupu yang aktif, tapi tidak terlalu suka berkelana. Hal tersebut agak berbeda dari spesies lain seperti meadow brown yang aktif dan kerap bepergian dengan jarak yang cukup jauh. Saat suhu naik kupu-kupu ini lebih suka bertengger di vegetasi sembari beristirahat. Ketika suhu turun, barulah ia akan aktif beterbangan dari satu bunga ke bunga lain untuk mencari makanan. Beberapa bunga kesukaannya adalah Rubus fruticosus agg, Carlina vulgaris, Succisa pratensis, Eupatorium cannabinum, dan Thymus praecox.
5. Populasinya dipengaruhi oleh suhu lingkungan

Suhu atau temperatur lingkungan memberikan dampak yang besar terhadap populasi gatekeeper. Artikel di jurnal Journal of Applied Ecology yang diterbitkan pada 1988 mengungkap fakta bahwa populasi serangga ini akan meningkat pada musim panas dan ketika suhu menjadi hangat. Fakta tersebut menjadi salah satu faktor mengapa populasi kupu-kupu ini terbilang minim di Inggris bagian utara. Sebab, suhu di daerah tersebut terhitung dingin. Menariknya, populasi gatekeeper diperkirakan akan naik hingga 50 persen karena adanya pemanasan global.
Demikian fakta ilmiah gatekeeper, yaitu kupu-kupu kecil yang kehidupannya bergantung pada kondisi lingkungan. Karena itu, gatekeeper bukanlah serangga biasa. Namun, ia merupakan hewan yang bisa menjadi indikator bagi kondisi lingkungan. Jika populasinya terus meningkat artinya suhu lingkungan makin naik. Sebaliknya, penurunan populasi menandakan suhu yang makin dingin.

















