Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Amalan Sunah Juni 2026 yang Bisa Dilakukan Menjelang Tahun Baru Islam
Ilustrasi doa (pexels.com/Dwi Setyo)
  • Bulan Juni 2026 bertepatan dengan pergantian tahun Hijriah dari 1447 H ke 1448 H, menjadi momen istimewa untuk memperbanyak amalan sunah dan introspeksi diri.
  • Umat Islam dianjurkan menjalankan puasa Ayyamul Bidh di awal dan akhir Juni, serta Puasa Tasu’a dan Asyura pada pertengahan bulan Muharram 1448 H.
  • Menyambut Tahun Baru Islam pada 16 Juni 2026, umat dapat melakukan muhasabah, memperbanyak doa, zikir, sedekah, serta menetapkan target ibadah sederhana untuk tahun baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Juni 2026 menjadi momen yang cukup istimewa bagi umat Islam karena bertepatan dengan pergantian tahun Hijriah dari 1447 H menuju 1448 H. Menjelang Tahun Baru Islam, banyak amalan sunah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki diri, memperbanyak pahala, dan menenangkan hati.

Tidak harus menunggu momen besar untuk mulai berubah menjadi lebih baik. Dari puasa sunah, zikir, sedekah, hingga muhasabah diri, semua bisa dilakukan secara sederhana sesuai kemampuan. Lalu, apa saja amalan sunah Juni 2026 yang bisa dilakukan menjelang Tahun Baru Islam? Yuk, simak!

1. Puasa Ayyamul Bidh di awal bulan

Ilustrasi puasa (pexels.com/ Alena Darmel)

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Puasa ini dikenal juga sebagai puasa “hari putih” karena biasanya bertepatan dengan waktu bulan purnama.

Pada awal Juni 2026, jadwal Puasa Ayyamul Bidh Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 1 Juni 2026 dan Selasa, 2 Juni 2026. Amalan ini bisa menjadi pembuka bulan yang baik untuk melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, dan membiasakan diri lebih dekat dengan Allah.

Niat puasa Ayyamul Bidh:

Nawaitu shauma ayyamil bidh sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya:
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”

2. Menyambut Tahun Baru Islam dengan muhasabah

Ilustrasi doa (pexels.com/Thirdman)

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Momen ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk muhasabah, yaitu mengevaluasi diri atas apa yang sudah dilakukan selama satu tahun sebelumnya.

Muhasabah tidak harus dilakukan dengan cara yang berat. Cukup mulai dengan merenungkan ibadah yang masih kurang, kesalahan yang ingin diperbaiki, dan kebiasaan baik yang ingin dibangun. Misalnya, ingin lebih rajin salat tepat waktu, lebih sabar, lebih menjaga ucapan, atau lebih dekat dengan keluarga.

Pada malam atau hari 1 Muharram, umat Islam dapat memperbanyak doa, istigfar, zikir, sedekah, dan membaca Al-Qur’an. Bisa juga membuat target ibadah sederhana untuk tahun baru, seperti membaca Al-Qur’an beberapa ayat setiap hari, rutin sedekah mingguan, atau menjaga salat sunah.

3. Puasa Tasu’a dan Asyura

Ilustrasi puasa (pexels.com/Gül Işık)

Bulan Muharram termasuk salah satu bulan yang mulia dalam Islam. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan baik. Salah satunya dengan menjalankan Puasa Tasu’a dan Asyura.

Pada Juni 2026, Puasa Tasu’a atau 9 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026. Sementara Puasa Asyura atau 10 Muharram 1448 H jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Puasa Asyura memiliki keutamaan besar, salah satunya diharapkan dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Niat Puasa Tasu’a:

Nawaitu shauma tasu’a sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya:
“Saya niat puasa Tasu’a, sunah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Asyura:

Nawaitu shauma asyura sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya:
“Saya niat puasa Asyura, sunah karena Allah Ta’ala.”

4. Puasa Ayyamul Bidh di akhir bulan

Ilustrasi puasa (pexels.com/Gül Işık)

Selain di awal bulan, Puasa Ayyamul Bidh juga kembali hadir di akhir Juni 2026. Jadwalnya jatuh pada Minggu, 28 Juni 2026, Senin, 29 Juni 2026, dan Selasa, 30 Juni 2026. Masing-masing bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Muharram 1448 H.

Puasa ini bisa menjadi penutup bulan yang baik setelah memasuki tahun baru Hijriah. Di tengah kesibukan sehari-hari, menjalankan puasa sunah dapat membantu diri lebih disiplin, hati lebih tenang, dan ibadah terasa lebih terjaga.

Saat menjalankan puasa Ayyamul Bidh, usahakan tetap menjaga salat wajib, membaca Al-Qur’an walau sedikit, memperbanyak zikir, dan bersedekah sesuai kemampuan. Tidak perlu menunggu banyak rezeki untuk berbagi karena sedekah bisa dimulai dari hal sederhana seperti membantu orang lain, memberi makanan, atau berkata baik.

Juni 2026 bisa menjadi bulan yang penuh makna jika diisi dengan puasa sunah, doa, sedekah, dan muhasabah diri. Tidak harus sempurna, yang penting dimulai dengan niat yang baik dan dilakukan secara ikhlas sesuai kemampuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article