93 Sekolah Rakyat Permanen Ditargetkan Rampung Juni 2026

- Pemerintah menargetkan pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen tahap II selesai pada Juni 2026 dan siap digunakan mulai tahun ajaran baru Juli mendatang.
- Gus Ipul menekankan pentingnya kesiapan pengelola menghadapi tantangan berbeda di Sekolah Rakyat permanen yang dibangun di lahan 7–10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa.
- Beberapa daerah seperti Takalar, Tual, Bireuen, dan Natuna melaporkan progres positif pembangunan serta antusiasme tinggi masyarakat terhadap kehadiran Sekolah Rakyat permanen.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, mengatakan, pembangunan 93 titik Sekolah Rakyat permanen tahap II ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Sekolah tersebut nantinya mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
Table of Content
1. Pengelola diminta bersiap hadapi sekolah rakyat permanen

Dalam rapat koordinasi bersama kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, Gus Ipul meminta seluruh pengelola mulai bersiap menghadapi operasional Sekolah Rakyat secara permanen.
Menurut dia, Sekolah Rakyat permanen memiliki tantangan dan tuntutan berbeda dibanding Sekolah Rakyat sementara.
“Sekolah Rakyat permanen bukan versi lebih besar dari Sekolah Rakyat sementara. Ini institusi yang berbeda dan tuntutannya juga berbeda,” ujar Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos, Minggu (31/5/2026).
2. Kompleks sekolah dibangun di lahan hingga 10 hektare

Gus Ipul mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat permanen harus diimbangi kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya.
Kompleks pendidikan tersebut, kata dia, dibangun di atas lahan seluas 7 hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA.
Menurut dia, tata kelola sekolah permanen membutuhkan kesiapan lebih matang karena seluruh unsur sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.
3. Sejumlah daerah laporkan progres pembangunan sekolah

Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala sekolah dari berbagai daerah turut melaporkan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Wilayah Takalar, Tual, Bireuen, hingga Natuna disebut terus menunjukkan progres pembangunan dan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Sekolah Rakyat.
Gus Ipul turut mengajak seluruh kepala sekolah mulai membangun budaya disiplin, kebersihan, ketertiban, dan pelayanan terbaik menjelang operasional sekolah permanen.
“Naikkan level kepemimpinan dan cara berpikir kita. Bangun budaya disiplin, kebersihan, ketertiban, dan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak kita,” kata dia.


















