Ngelmu iku kalakone kanthi laku,
lekase lawan kas,
tegese kas nyantosani,
setya budya pengkesing dur angkara
Apa Itu Guru Gatra dalam Tembang Macapat?

Guru gatra adalah salah satu unsur penting dalam tembang macapat yang berhubungan dengan jumlah baris atau larik dalam setiap bait. Aturan ini menjadi dasar dalam penyusunan tembang agar memiliki bentuk yang rapi dan sesuai dengan pakem yang sudah diwariskan secara turun-temurun.
Dengan memahami guru gatra, kita bisa lebih mudah mengenali struktur sebuah tembang macapat. Pengetahuan ini tidak hanya membantu dalam membaca dan menulis tembang, tetapi juga membuat kita lebih menghargai kekayaan sastra dan budaya Jawa.
1. Mengenal tembang macapat

Sebelum membahas guru gatra, ada baiknya kamu juga harus tahu mengenai tembang macapat. Mengutip buku Macapat: Tembang Jawa Indah dan Kaya Makna oleh Zahra Haidar (2018), tembang macapat adalah petuah atau wejangan (nasihat) dengan banyak pelajaran yang terkandung di dalamnya.
Oleh karena itu, tembang macapat pada zaman dulu sering digunakan oleh orangtua sebagai sarana untuk menasihati anak-anaknya agar mengerti makna kehidupan. Dalam tembang macapat terdapat banyak unsur atau aturan tertentu, salah satunya adalah guru gatra.
2. Apa itu guru gatra?

Secara sederhana, guru gatra adalah banyaknya jumlah baris dalam satu bait macapat. Jumlah guru gatra ini akan memengaruhi ritme pembacaan tembang. Berbagai jenis tembang macapat juga memiliki aturan yang berbeda-beda pada jumlah barisnya.
Sementara menurut buku Suluh Bahasa Jawa Kelas V untuk SD/MI oleh Tim Suluh Duta (2015: 70), guru gatra yaiku cacahe gatra saben sapada satu bait tembang. Artinya jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, guru gatra adalah banyaknya jumlah larik (baris) dalam satu bait.
3. Contoh guru gatra dalam tembang macapat

Memahami guru gatra tentu tidak cukup jika kamu hanya membaca pengertiannya saja. Itulah kenapa, kamu juga perlu contoh langsung agar kamu benar-benar memahami apa yang dimaksud guru gatra. Untuk itu, kamu bisa menyimak contohnya di bawah ini.
Penjelasannya, dari contoh di atas guru gatra dalam tembang tersebut adalah empat. Maksudnya adalah, tembang di atas memiliki empat baris atau larik. Setiap lariknya pun bisa berupa frasa, klausa, atau kalimat.
Guru gatra bukan sekadar aturan teknis, melainkan bagian penting yang menjaga keteraturan dan keindahan tembang macapat. Setiap jumlah baris dalam bait memiliki peran untuk menyampaikan pesan dan suasana yang ingin ditampilkan dalam tembang tersebut.


















