“Seringkali hal itu disamarkan sebagai lelucon, pujian, atau pengamatan dengan efek membuat orang tersebut mempertanyakan diri sendiri atau merasa kurang percaya diri,” jelas Christina Ni, MD, seorang psikiater yang berbasis di Los Angeles, mengutip laman Real Simple.
Apa Itu Negging dalam Pertemanan? Waspada Temanmu Backstabber!

Istilah negging merupakan taktik manipulatif yang biasanya digunakan dalam kencan atau hubungan, di mana pujian terselubung dimaksudkan untuk merusak harga diri seseorang. Namun tidak hanya pada hubungann romantis, negging juga bisa terjadi dalam berbagai jenis hubungan.
Kamu mungkin mendengar atau bahkan mengalami perilaku merendahkan orang lain ini dapat dari orang tua, rekan kerja, atasan, atau pasangan, dan bahkan hubungan pertemanan. Perilaku negging memang tidak mudah terdeteksi, maka, kamu wajib tahu cara mengenalinya dan apa yang harus dilakukan. Scroll sampai habis, ya!
1. Apa itu negging dalam pertemanan dan contohnya

Ilustrasi negging (pexels.com/RDNE Stock project) Negging adalah istilah budaya populer, ketika seseorang berulang kali dan dalam jangka waktu lama memberikan pujian terselubung atau sindiran halus. Tujuan utamanya adalah untuk merusak kepercayaan diri dan memicu keraguan diri.
Negging melibatkan pemberian komentar negatif secara halus atau terselubung kepada seseorang, dalam konteks ini adalah seorang teman.
Ia menambahkan bahwa meskipun negging bukanlah diagnosis psikiatri formal atau konsep psikologis, hal itu tidak membuatnya kurang berbahaya. Contoh-contoh negging dalam pertemanan meliputi:
- “Kamu lebih pintar dari yang terlihat.”
- “Kamu berani sekali mengunggah video TikTok itu tanpa riasan. Aku tak bisa membayangkan melakukan itu.”
- “Aku senang kamu mendapat promosi kerja itu. Aku hanya terkejut.”
- “Untuk seseorang yang biasanya tidak terlalu memperhatikan penampilannya, kamu terlihat bagus.”
- “Aku cuma bercanda. Kamu terlalu sensitif.”
- “Kamu beruntung punya pasangan yang hebat karena berkencan denganmu pasti melelahkan.”
2. Cara mengetahui jika temanmu sedang melakukan negging

Ilustrasi negging (pexels.com/Vitaly Gariev) Seringkali, perilaku merendahkan dimulai dengan komentar santai. Contohnya, teman yang mencoba mengunggulimu ketika kamu mendapat kenaikan gaji di tempat kerja. Awalnya, kamu mungkin ragu-ragu, tetapi ketika perilaku itu terjadi lagi, kamu menganggapnya temanmu hanya sedang mengalami hari yang buruk.
Nah, justru proses bertahap inilah yang membuat perilaku merendahkan (negging) sulit dikenali.
"Perilaku merendahkan mungkin tidak memiliki niat jahat atau berbahaya, tetapi dapat membuat kita meninjau kembali hubungan tersebut dan bertanya, 'apakah aku merasa terinspirasi atau lelah dengan interaksi ini?' Perilaku merendahkan bisa sangat halus, terutama dari seorang teman," ujar Brianna Paruolo, LCMHC, terapis kesehatan mental dan pendiri On Par Therapy, mengutip Real Simple.
Alasan lain mengapa negging diabaikan adalah penggunaan humor atau pujian. Komentar itu sebenarnya sindiran, tetapi dibungkus dengan pujian. Dengan begitu, jika ditegur, kamulah yang terlihat sebagai sumber masalah, atau mereka mungkin sengaja membuat lelucon yang merugikan dan menuduhmu terlalu sensitif.
"Cara lain untuk mengetahui apakah kamu sedang menghadapi perilaku negging yaitu dengan memeriksa emosi. Jika kamu merasa sangat marah, kesal, sedih, minder, atau gelisah setelah berinteraksi dengan seseorang teman, ada kemungkinan mereka telah melakukan negging terhadapmu," kata Silvi Saxena, seorang profesional trauma klinis bersertifikat dan pekerja sosial berlisensi, mengutip laman Womens Health Mag.
Jika curiga seorang teman merendahkanmu, perhatikan kapan dan seberapa sering hal itu terjadi. Misalnya, seorang teman mungkin memiliki kebiasaan merendahkanmu saat ada orang lain di sekitar, atau penghinaan ini mungkin terjadi saat kamu merasa percaya diri, mendapatkan perhatian, atau berbagi kabar baik.
Satu komentar yang kurang tepat atau interaksi yang canggung bukan berarti ada yang salah dengan persahabatan, karena yang terpenting adalah ketika hal itu menjadi pola dan berdampak. Jika temanmu berulang kali membuat komentar yang merusak kepercayaan diri, meremehkan pencapaian, atau membuat kamu merasa membutuhkan persetujuan mereka, dinamika tersebut perlu diperhatikan.
3. Alasan temanmu melakukan negging

Ilustrasi negging (pexels.com/Tim Douglas) Tidak ada satu alasan tunggal di balik perilaku merendahkan. Seorang teman mungkin merendahkanmu karena iri hati, persaingan, rasa dendam, atau karena kebiasaan menggoda. Perilaku ini juga mungkin berasal dari rasa tidak aman atau keterampilan komunikasi yang buruk.
Yang terpenting, kamu harus berhati-hati dalam berasumsi tentang motif seseorang. Beberapa orang mungkin niatnya melucu dan tidak menyadari bagaimana komentar itu memberikan dampak tertentu. Terlepas dari motivasinya, meremehkan secara berulang dapat mengikis kepercayaan dan keamanan emosional dalam sebuah persahabatan.
“Komentar negatif temanmu lebih banyak mengungkapkan tentang mereka daripada tentang dirimu. Kamu bisa bersikap pengertian, tetapi kamu tidak perlu membenarkannya," ungkap Paruolo.
Demikian pula, Dr. Ni mengatakan bahwa, dalam persahabatan yang sehat, orang umumnya merasa didukung, dihormati, dan nyaman menjadi diri mereka sendiri. Perilaku negging yang berulang dapat merusak hubungan yang sehat.
4. Cara menghadapi negging

Ilustrasi negging (pexels.com/Vitaly Gariev) Jika temanmu berulang kali berperilaku negging, kamu tidak perlu menoleransinya. Berikut cara menghadapi perilaku negging dari seorang teman.
Atasi masalah saat itu juga
Responlah dengan mengatakan sesuatu atau bertanya saat hal itu terjadi. Ini harus dilakukan karena memendam perasaan dapat menyebabkan rasa kesal terhadap teman tersebut.
Misalnya, kamu bisa bertanya: “Apakah itu pujian?”.
Pertanyaan ini sebagai bentuk ajaran kepada temanmu tentang bagaimana kamu ingin diperlakukan, termasuk bagaimana kamu mentolerir ketidakyakinan. Dalam hubungan yang sehat, temanmu akan memahami bahwa umpan balik bukanlah kritik. Bahkan, kamu bisa merespon, seperti:
“Aku perhatikan ada pola pujian terselubung dalam percakapan kita baru-baru ini, dan itu membuatku merasa tidak enak. Aku menghargai persahabatan ini, meskipun kamu mungkin tidak bermaksud menyakitiku, dampaknya tetap merugikan.”
Bersikaplah spesifik
Bicarakan perilaku yang kamu perhatikan daripada mencoba mencari tahu niat temanmu. Kamu tidak perlu membuktikan bahwa seseorang sedang merendahkanmu, cukup jelaskan apa yang terjadi dan bagaimana hal itu memengaruhimu.
Gunakanlah kata "aku" daripada "kamu". Dengan begitu, mereka lebih mungkin mendengarkan kekhawatiranmu tanpa bersikap defensif atau merasa seolah-olah kamu menyerang karakter mereka. Berikut kata-kata yang bisa kamu pakai:
Opsi 1: “Aku tahu kamu mungkin hanya bercanda, tapi komentar seperti itu membuatku merasa tidak nyaman. Aku akan menghargai jika kamu tidak membuat lelucon tentangku yang merendahkanku.”
Opsi 2: “Aku perhatikan bahwa ketika aku berbagi sesuatu yang membuatku gembira, responsnya terkadang berupa kritik atau lelucon yang merugikan. Aku menghargai persahabatan ini, tetapi aku ingin kita bisa merayakan kesuksesan satu sama lain.”
Perhatikan bagaimana mereka merspons
Kunci untuk memperbaiki persahabatan yaitu apakah temanmu bersedia mendengarkan kekhawatiranmu dan mengubah perilakunya.
“Respons yang sehat tidak mengharuskan temanmu untuk setuju dengan interpretasimu tentang setiap interaksi, tetapi harus mencakup kemauan untuk mendengarkan dan menanggapi perasaan dengan serius,” kata Dr. Ni.
Jika mereka berulang kali mengabaikan kekhawatiranmu, membalas kritik kepadamu, atau melanjutkan perilaku tersebut meskipun tahu itu menyakitimu, ini merupakan gambaran tentang kesehatan persahabatan tersebut.
Tentukan langkah selanjutnya
Terkadang, kamu perlu menetapkan aturan dasar atau hal-hal yang tidak dapat dinegosiasikan. Kamu bisa bilang: “Aku tidak nyaman menjadi sasaran leluconmu. Aku tidak akan menjawab panggilanmu jika ini terus berlanjut.”
Menetapkan batasan bukan berarti kamu mencoba mengendalikan perilaku teman. Sebaliknya, kamu memperjelas apa yang membuatmu nyaman dan apa yang bisa terjadi jika mereka tidak menghormati batasanmu
Apabila kamu sudah berbicara dengan temanmu lebih dari sekali dan tidak ada perubahan, kamu mungkin harus mundur dari persahabatan jika pada akhirnya dinamika tersebut merugikan. Kelilingi diri dengan orang yang bukan mendorong hal terburuk, tetapi orang-orang yang mendukung tujuan, impian, dan ambisi.
So, itu dia penjelasan mengenai apa itu negging dalam pertemanan yang harus kamu waspadai. Dengan mengetahuinya, kamu bisa mulai mewujudkan hubungan pertemanan yang sehat dengan komunikasi terbuka dan saling mendukung!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)















![[QUIZ] Apakah Pengkhianatan Terbesar yang Pernah Kamu Terima?](https://image.idntimes.com/post/20250505/african-american-man-yelling-his-european-wife-home-couch-multiracial-couple-quarrel-164411-4827-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-787308784e1c621ca97d1098faf2c92a.jpg)






