Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Belajar Jadi Teman yang Baik dari Upin & Ipin, Persahabatan Nyata!

3 min read
Belajar Jadi Teman yang Baik dari Upin & Ipin, Persahabatan Nyata!
daftar tempat nongkrong para bocah Kampung Durian Runtuh di serial Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
  • Persahabatan Upin, Ipin, dan teman-temannya menunjukkan bahwa perbedaan budaya serta agama tidak menghalangi pertemanan yang hangat.

  • Menjadi teman yang baik bisa dilakukan dengan mendengarkan, merespons, dan menunjukkan ketertarikan pada cerita atau kegiatan teman.

  • Kepedulian juga terlihat dari kesediaan membantu teman yang kesulitan, termasuk melalui dukungan dan tindakan sederhana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kartun Upin & Ipin bukan cuma menghadirkan cerita seru tentang keseharian anak-anak Kampung Durian Runtuh. Lebih dari itu, banyak juga menunjukkan arti pentingnya punya teman yang baik. Lewat interaksi Upin, Ipin, dan teman-temannya, kita bisa melihat bagaimana persahabatan dibangun dari sikap saling menghargai dan hadir saat teman membutuhkan.

Menjadi teman yang baik ternyata gak selalu berarti harus selalu setuju atau melakukan hal-hal besar. Yuk, simak beberapa pelajaran jadi teman yang baik dari Upin & Ipin!

  1. 1. Menghargai perbedaan agama dan ras

    daftar tempat nongkrong para bocah Kampung Durian Runtuh di serial Upin & Ipin
    daftar tempat nongkrong para bocah Kampung Durian Runtuh di serial Upin & Ipin (facebook.com/Upin & Ipin)

    Upin dan Ipin punya lingkaran pertemanan yang cukup beragam. Ada Mei Mei yang merupakan keturunan Tionghoa, lalu Jarjit, Rajoo, dan Devi yang merupakan keturunan India. Meski punya latar belakang budaya dan agama yang berbeda, mereka tetap bisa bermain dan bercanda bersama. Perbedaan tersebut gak membuat mereka memperlakukan satu sama lain secara berbeda.

    Menurut psikolog Beverly D. Flaxington, dilansir Psychology Today, menjadi teman yang baik berarti mau menunjukkan ketertarikan dan kepedulian terhadap apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dijalani orang lain. Ia juga menyarankan untuk gak melewatkan seseorang hanya karena mereka punya latar belakang atau karakter yang berbeda. Dari persahabatan Upin dan teman-temannya, kita bisa belajar bahwa perbedaan justru gak perlu menjadi penghalang untuk membangun pertemanan yang hangat.

  2. 2. Selalu mau mendengarkan dan merespons

    souvenir keyring atau gantungan kunci yang diberikan Mei Mei pada teman sekelasnya
    souvenir keyring atau gantungan kunci yang diberikan Mei Mei pada teman sekelasnya (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Gak harus selalu menyukai hal yang sama untuk bisa menjadi teman yang baik. Misalnya, ketika Mei Mei ingin bermain masak-masakan, Upin dan Ipin tetap merespons dan ikut berinteraksi dengannya meskipun permainan tersebut mungkin bukan pilihan mereka. Mereka tetap menunjukkan ketertarikan terhadap apa yang sedang ingin dilakukan temannya. Sikap sederhana seperti ini ternyata penting dalam menjaga hubungan pertemanan.

    Menurut Beverly, ketika seorang teman sedang menghadapi masalah, mendengarkan biasanya lebih dihargai daripada langsung memberikan nasihat. Hal serupa juga disampaikan psikolog Ilene Berns-Zare dalam sumber yang sama, yang menyebut active listening sebagai bagian penting dari komunikasi efektif karena membuat orang lain merasa pikiran dan ceritanya dihargai. Jadi, gak perlu buru-buru memberikan solusi setiap kali teman bercerita. Kadang, menjadi pendengar yang baik saja sudah cukup berarti.

    "Ketika kita mendengarkan secara efektif, kita menyampaikan kepada orang lain bahwa kita menghormati pemikiran mereka, bahkan jika kita tidak setuju, bahwa kita menganggap mereka layak untuk didengarkan, serta memberi ruang agar mereka merasa bisa berbicara dengan kita," tulis Ilene.

  3. 3. Tak perlu diminta untuk menolong

    Ijat menangis karena rumahnya kebakaran
    Ijat menangis karena rumahnya kebakaran (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Menjadi teman yang baik juga berarti peka ketika melihat teman sedang membutuhkan bantuan. Dalam Upin & Ipin, hal ini bisa dilihat ketika Ijat mengalami musibah kebakaran. Teman-temannya ikut menunjukkan kepedulian dan membantu menggalang donasi untuk meringankan kondisi Ijat dan keluarganya. Mereka gak sekadar mengatakan ikut prihatin, tetapi juga berusaha melakukan sesuatu untuk membantu.

    Psikolog Suzanne Degges-White, menurut Psychology Today, menjelaskan bahwa dukungan kepada teman gak harus selalu berupa tindakan besar. Bantuan bisa hadir lewat hal-hal sederhana, seperti menawarkan bantuan, mengirimkan pesan dukungan, atau melakukan sesuatu yang memang dibutuhkan teman.

    "Memberikan dukungan emosional, bahkan gestur kecil pun sangat berarti. Hadiah paling berharga yang diberikan antar teman adalah dukungan emosional, jika waktumu terbatas, ingatlah bahwa pesan singkat atau emoji saja sudah sangat berarti."

    Ia juga menekankan pentingnya membalas kebaikan dan mengulurkan tangan ketika teman membutuhkan bantuan tanpa harus selalu menunggu diminta. Jadi kalau melihat teman sedang kesulitan, kita bisa mulai dari hal kecil yang memang mampu dilakukan.

    Itu dia beberapa pelajaran untuk menjadi teman yang baik seperti karakter Upin dan Ipin. Ada yang sudah kamu tanamkan dalam kehidupan sehari-hari?

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More