- Kulit berkerut
- Muncul bercak-bercak hitam atau freckles
- Kulit kehilangan elastisitas
- Kulit kasar dan kusam
- Ada kapiler yang pecah (pembuluh darah laba-laba) di sekitar hitung atau dada
- Kulit jadi kemerahan dan muncul banyak bercak
Apa Itu Photoaging? Dampak Paparan UV Langsung ke Kulit

- Photoaging adalah kondisi penuaan dini pada kulit akibat paparan sinar UVA dan UVB secara terus-menerus yang dapat mempercepat kerusakan sel kulit.
- Tanda-tanda photoaging meliputi munculnya kerutan, bercak cokelat, perubahan warna kulit, hilangnya elastisitas, serta tekstur kulit yang kasar dan kusam.
- Paparan sinar UV berlebihan meningkatkan risiko kanker kulit, melanoma, rosacea, serta berbagai gangguan seperti lentigo aktinik dan elastosis aktinik.
Paparan sinar matahari memang penting untuk pembentukan vitamin D dalam tubuh. Namun, paparan sinar ultraviolet (UV) yang sangat berbahaya rentan menimbulkan masalah pada kulit. Salah satu efeknya adalah photoaging, kondisi di mana kulit mengalami penuaan dini akibat paparan sinar UV secara terus menerus.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan photoaging, begitu juga ada banyak dampak negatif yang timbul akibat photoaging. Ini dia penjelasan singkat seputar photoaging dan dampaknya pada kulit.
1. Arti photoaging

Secara umum, photoaging merupakan penuaan dini yang terjadi akibat beragam faktor ekstrinsik dan intrinsik. Dilansir Cleveland Clinic, photoaging merupakan penuaan dini akibat paparan radiasi UVA dan UVB secara terus menerus.
Terlalu lama berjemur pun bisa menyebabkan photoaging. Jurnal dari Universitas Airlangga berjudul "Long - Term Effects of Topical Amniotic Membrane Stem Cell Metabolite Product(AMSC-MP) and Fractional CO2 Laser in Photoaging", menjelaskan bahwa paparan sinar UV yang berlebihan bukan cuma mempercepat penuaan kulit, tapi bisa meningkatkan risiko kanker kulit.
2. Dampak photoaging

Dari jurnal tersebut juga dijelaskan, bahwa kerusakan kulit akibat sinar UV bisa memperburuk proses penuaan secara alami atau chronological aging. Ada banyak tanda-tanda perubahan pada kulit apabila sudah mengalami photoaging.
Mulai dari munculnya kerutan, lentigo (bercak cokelat akibat paparan sinar matahari), keratosis, perubahan warna kulit, telangiektasia (pelebaran pembuluh darah kecil yang tampak di permukaan kulit), berkurangnya elastisitas kulit, tekstur kulit yang kasar, serta warna kulit yang tampak lebih pucat.
Dilansir Yale Medicine, berikut ini tanda-tanda photoaging lainnya:
3. Apa risiko buruk yang bisa terjadi karena photoaging?

Sinar UV memberikan risiko kerusakan kulit yang sangat tinggi. Sebabnya, sangat dianjurkan untuk memakai sunscreen setiap hari. Sinar UVA akan menyasar bagian-bagian yang berhubungan dengan kekencangan dan elastisitas kulit.
Sinar UVB menyasar bagian luar kulit. UVB merusak DNA, yang artinya potensinya lebih kuat daripada UVA dan dapat menyebabkan penuaan dini akibat paparan sinar matahari, serta pembentukan sel pra-kanker.
Dilansir Cleveland Clinic, kerusakan kulit akibat sinar UV ini punya potensi yang lebih buruk lagi. Risiko munculnya melanoma lebih tinggi, kondisi kulit yang mengalami rosacea makin memburuk. Selain itu bisa memunculkan keratosis seboroik, lentigo aktinik (bintik matahari), elastosis aktinik (kerusakan elastisitas kulit akibat sinar matahari) dan telangiektasia (varises laba-laba).
Hati-hati dengan sinar UV, ya.!Jangan lupa pakai sunscreen untuk mencegah photoaging dan dampaknya yang cukup buruk ke kulit ini.





















