kartun Masha and The Bear (youtube.com/Masha and The Bear)
Nama sarafan memiliki sejarah yang panjang dalam perkembangan busana Rusia. Museum of Folk Crafts and Industries di Rusia menjelaskan bahwa istilah tersebut kemungkinan berasal dari bahasa Iran, dari kata sarapa atau sarapai, yang bermakna pakaian yang dikenakan dari kepala hingga kaki. Dalam sumber-sumber tertulis Rusia, istilah sarafan diketahui telah muncul sejak abad ke-14 dan pada awalnya merujuk pada pakaian panjang laki-laki.
Penggunaan istilah sarafan untuk pakaian perempuan tercatat kemudian, yakni dalam sumber-sumber tertulis abad ke-17. Pada masa itu, sarafan dapat berupa pakaian utuh dengan atau tanpa lengan maupun pakaian seperti rok panjang bertali. Pada abad yang sama, sarafan bersama kemeja dan penutup kepala menjadi bagian dari pakaian perempuan dari berbagai lapisan sosial di Rusia.
Memasuki abad ke-18, penggunaan sarafan mulai semakin identik dengan masyarakat biasa. Ketika kaum bangsawan dan pedagang kaya beralih menggunakan pakaian bergaya Eropa, sarafan tetap digunakan oleh masyarakat yang lebih sederhana, termasuk perempuan petani. The Metropolitan Museum of Art juga mencatat bahwa sejak sekitar awal abad ke-18, sarafan menjadi pakaian yang sangat umum di kalangan perempuan petani di wilayah Rusia bagian utara dan tengah.
Sarafan juga memiliki banyak variasi. Ada yang dibuat dari bahan sederhana untuk pemakaian sehari-hari, sementara versi untuk acara khusus dapat menggunakan bahan seperti sutra, brokat, serta hiasan berupa sulaman, pita, dan ornamen lainnya. Koleksi Russian Museum memperlihatkan berbagai sarafan dari abad ke-18 hingga ke-19 dengan bentuk, bahan, dan dekorasi yang berbeda.