"Sebagai makhluk sosial, manusia berkembang secara inklusif. Ketika kita merasakan pengucilan, baik itu nyata atau tidak nyata dirasakan, dapat memicu perasaan penolakan, ketidakcukupan, atau bahkan kesepian," ujarnya.
FOMO: Tren yang Bisa Bikin Boros, Ini Tanda Kamu Mengalaminya

- FOMO muncul dari rasa takut tertinggal, tidak diterima lingkungan, dan khawatir terisolasi saat mengikuti tren.
- Rasa takut ketinggalan dapat berkaitan dengan kecemasan sosial, perbandingan diri secara negatif, serta penggunaan media sosial yang adiktif.
- FOMO juga dapat mendorong generasi muda membayar lebih mahal atau berutang untuk mengikuti tren, termasuk membeli tiket konser.
Manusia kerap kali merasa khawatir menjalan hidup yang tidak bahagia. Perasaan takut tertinggal, tidak diterima oleh lingkungan, kekhawatiran akan terisolasi, inilah yang membuat seseorang kemudian mengikuti tren yang dihadirkan. Hal ini membuat FOMO atau Fear of Missing Out menjadi istilah yang populer di awal tahun 2000an.
Media sosial menawarkan kesempatan untuk membagikan momen hidup yang menyenangkan. Tren yang diciptakan melalui platform online ini kemudian memunculkan rasa takut atau kecemasan akan melewatkan momen seru yang sedang dialam orang lain. Lantas, apa saja tanda kamu mengalami FOMO?
1. FOMO bikin orang ikut-ikutan tren meski tidak menyukainya

ilustrasi FOMO (pexels.com/Alexandra Maria) FOMO memiliki keterkaitan erat dengan kecemasan sosial. Melansir Psychology Today, bagi sebagian orang, FOMO dirasa sangat meresahkan yang memicu gejala fisik berupa kesedihan mendalam hingga respons stres. Selain itu orang yang teridentifikasi FOMO mulai membandingkan diri mereka dengan orang lain secara negatif dari berbagai sisi. Mereka merasakan kesusahan yang begitu dalam, terisolasi, putus asa bahkan memiliki nilai diri yang rendah.
Orang yang FOMO juga cenderung memiliki harga diri yang rendah. Sebab, kerap kali mereka mengadaptasi konsep diri berdasarkan perspektif atau pandangan orang lain. Tak ada nilai diri yang dibentuk secara autentik. Perasaan ini bisa muncul karena adanya asumsi negatif, trauma masa lalu karena kerap ditinggalkan, hingga pengalaman buruk lainnya. Orang yang kerap merasa FOMO sebaiknya memahami secara lebih mendalam perasaan dari masa lalu yang mungkin mememngaruhi keputusan-keputusannya.
Tak bisa memungkiri, sikap FOMO kerap membuat seseorang terdorong untuk mengikuti suatu tren, meski ia tak sepenuhnya menyukai tren tersebut. Alasannya, perasaan FOMO mendorong orang untuk melakukan sesuatu hanya supaya tidak merasa dikucilkan.
2. FOMO membuat seseorang kecanduan media sosial

ilustrasi fomo berlebihan (freepik.com/freepik) Dalam sebuah jurnal berjudul "The fear of missing out and social media addiction" ditemukan bahwa ada hubungan positif antara rasa takut ketinggalan atau FOMO dengan kecanduan media sosial. Studi tersebut menunjukkan siswa dengan tingkat FoMO yang lebih tinggi lebih rentan untuk terlibat dalam perilaku adiktif akan penggunaan media sosial. Efeknya adalah perasaan cemas dan takut akan pengecualian dari lingkungan.
Studi yang dilakukan pada remaja SMA ini menemukan dampak dari penggunaan media sosial terhadap dorongan anak SMA untuk mengikuti tren tertentu karena dorongan akan rasa khawatir tertinggal. Akibatnya, para remaja juga menjadi individu yang kecanduan media sosial karena khawatir akan ketinggalan tren.
3. Rela membayar lebih, bahkan berhutang

ilustrasi FOMO mengikuti tren (Pexels.com/Andrea Piacquadio) FOMO menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi generasi muda. Melansir Very Well Mind, Michael Kane, Kepala Medis di Indiana Revocery Center menyebutkan bahwa manusia memang cenderung memiliki keinginan untuk selalu terhubung. Jadi ketika merasa dikucilkan atau muncul perasaan penolakan, ketidakcukupan, bahkan kesepian, ia akan berusaha untuk menghindarinya.
Rasa FOMO dapat mendorong generasi muda untuk membayar sesuatu lebih mahal. Misalnya tiket konser, item fashion, dan lain sebagainya. Disebutkan The New York Times, Gen Z bahkan rela berhutan untuk membeli tiket konser karena takut kehilangan kesempatan bertemu dengan idola mereka. Perilaku semacam ini mengindikasi sifat FOMO yang dapat membuat seseorang lebih boros.






















