Baru Pulang Haji? Begini Cara Menjawab Pertanyaan Kepo Keluarga

- Ibadah haji diikuti dengan tradisi pamitan sebelum berangkat dan syukuran setelah pulang sebagai ungkapan rasa syukur serta ajang silaturahmi dengan keluarga dan tetangga.
- Pertanyaan seputar biaya, doa, atau sumber dana haji sebaiknya dijawab jujur sesuai pengalaman tanpa membuka hal pribadi agar tetap menjaga etika dan ketenangan hati.
- Sikap sabar, rendah hati, dan bijak dalam menjawab rasa ingin tahu kerabat menjadi bagian penting dari ujian pascahaji untuk menebarkan inspirasi positif bagi orang lain.
Di masyarakat, ibadah haji sering kali tidak hanya menjadi urusan antara seorang hamba dengan Penciptanya. Ada beberapa kegiatan yang umun baik sebelum keberangkatan maupun setelah kepulangan dari Tanah Suci. Sebelum dirimu menuju Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima, biasanya ada cara pamitan atau pelepasan.
Kegiatan ini bisa diselenggarakan di rumah dengan mengundang tetangga sekalian pengajian. Dapat pula dilaksanakan di masjid atau musala terdekat bahkan kantor. Sekembalinya dirimu dari berhaji gantian acara syukuran.
Tujuan utama dari kegiatan ini ialah untuk mengekspresikan rasa syukurmu sudah melaksanakan perintah berhaji bagi muslim yang mampu. Dirimu juga kembali ke rumah dalam kondisi sehat. Biasanya acara ini dihadiri banyak kerabat. Bersiaplah menjawab berbagai pertanyaan kepo mereka dengan baik seperti di bawah ini.
1. Tanya biaya dan prosedur, jawab sesuai pengalamanmu saja

Kamu tidak boleh terlalu cepat berpikir buruk pada saudara yang tahu-tahu menanyakan biaya naik haji dan seluruh tahapannya. Baik ketika proses pendaftaran, persiapan keberangkatan, sampai setibanya di sana. Pertanyaan ini seharusnya tak dianggap sebagai kepo yang negatif.
Banyak orang belum pernah pergi ke Tanah Suci. Malah dengan seseorang bertanya soal biaya dan prosedur boleh jadi ia juga tertarik melaksanakannya. Lebih baik dia mencari tahu langsung darimu yang baru saja menunaikannya.
Biar informasi yang diperoleh lebih tepat. Jawab pertanyaannya sesuai pengalamanmu baru-baru ini. Kalau dia terlihat penasaran sekali, tunjukkan brosurnya atau beri tahu nama agen yang memberangkatkanmu.
2. Ingin tahu apa saja isi doamu, tidak usah diperinci

Ibadah haji juga identik dengan doa. Orang-orang percaya bahwa doa yang dipanjatkan selama di Tanah Suci akan lebih mudah terkabul. Ini sebabnya banyak orang ketika hidupnya sedang diuji memilih untuk pergi ke sana buat beribadah, berdoa, dan menenangkan pikiran.
Sebenarnya jika kamu tidak keberatan boleh saja mengatakan isi doamu. Akan tetapi, boleh jadi terlalu jujur seperti itu malah gak baik. Doa terkait masalah yang sangat pribadi menjadi diketahui oleh orang lain.
Kamu pun tidak bisa memastikan isi hati orang yang mendengarnya. Jangan-jangan kejujuranmu seputar isi doa malah membangkitkan rasa dengki atau sikap meremehkan. Lebih bijak kamu cukup mengatakan doamu adalah segala yang terbaik untuk hidupmu dan orang-orang yang disayangi. Atau, garis besarnya saja seperti tentang kesehatan dan pekerjaan. Dirimu tidak usah memerincinya lebih lanjut.
3. Pertanyaan seputar sumber uang, ceritakan prosesmu menabung

Pertanyaan ini berpotensi terlontar apabila orang-orang gak menyangka kamu bisa naik haji. Dirimu masih muda, kehidupanmu terlihat biasa saja, sementara biaya haji tidak sedikit. Keberangkatanmu ke Tanah Suci mengejutkan semua orang.
Hindari kamu fokus ke kemungkinan orang-orang mengira sumber uangnya tidak halal dan baik. Daripada pikiranmu menjadi negatif, dirimu hanya perlu menceritakan proses menabungmu selama ini. Kamu memang sudah cukup lama ingin bisa naik Haji.
Diam-diam dirimu menabung di bank khusus untuk program haji atau menabung sendiri sampai uangnya cukup. Siapa tahu dengan cerita tersebut bukan cuma pertanyaan terkait sumber uang untuk berhaji yang terjawab dengan baik. Orang yang mendengarnya juga dapat terinspirasi buat mengikuti langkahmu.
4. Jawab sesuai situasi bila ditanya, "Gak sekalian sama pasangan?"

Tentu haji sejatinya ibadah perseorangan. Gak ada keharusan kamu naik haji bersama pasangan atau anggota keluarga lainnya. Akan tetapi, jika dirimu telah menikah pasti akan ditanya kenapa berhaji sendirian?
Bukankah lebih enak kalau sekalian bareng pasangan? Kalian dapat saling menjaga selama di sana. Setelah beribadah haji, kalian sudah lega sebab kewajiban menunaikannya bagi muslim yang mampu telah terpenuhi.
Saat dirimu berangkat sendiri ke Tanah Suci, orang-orang menjadi heran. Jawab jujur saja seperti keadaan senyatanya. Seperti pasangan mungkin baru tahun depan atau biar kalian dapat gantian menjaga anak di rumah. Minta mereka supaya mendoakan agar pasanganmu bisa segera berhaji juga.
5. Bagaimana jika doamu tak terkabul? Tuhan tahu yang terbaik buatmu

Kembali ke keyakinan bahwa doa yang dipanjatkan di Tanah Suci akan lebih mudah terkabul. Tentu juga mustahil orang yang sedang menunaikan haji tidak memperbanyak doa. Jangan bingung kalau ada kerabat yang bertanya, bagaimana seandainya doamu tak terkabul?
Apakah kamu bakal kecewa berat bahkan marah? Dirimu sudah susah-susah berangkat ke Tanah Suci, tapi keinginan tidak terwujud. Tentu membayangkan doamu gak terkabul saja sudah bikin kamu agak nyesek.
Akan tetapi, jawablah pertanyaan kerabat secara bijaksana. Jangan buru-buru panik seolah-olah pertanyaannya adalah kepastian. Katakan saja bahwa dirimu berserah sepenuhnya pada kehendak Allah SWT. Kamu juga percaya bahwa apa pun ketetapan-Nya nanti pasti terbaik bagimu.
Sikap orang lain yang terasa kepo dengan bertanya ini itu jangan buru-buru dianggap menyebalkan. Banyak pertanyaan diajukan karena tidak semua kerabatmu sudah pernah pergi ke Tanah Suci untuk berhaji atau umrah. Salah satu ujianmu sekembalinya dari berhaji ialah menjawab berbagai pertanyaan orang dengan sabar, rendah hati, dan syukur-syukur menginspirasi.


















