Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Tips Kelola Uang Saku Haji biar Gak Boncos Pas Ibadah di Mekkah

10 Tips Kelola Uang Saku Haji biar Gak Boncos Pas Ibadah di Mekkah
ilustrasi tips mengelola uang saku haji agar tidak boros di Mekkah (pexels.com/Anas Jawed)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya mengelola uang saku haji agar tidak boros di Mekkah, dengan fokus menjaga keseimbangan antara kebutuhan ibadah dan keinginan belanja oleh-oleh.
  • Ditekankan strategi praktis seperti membuat daftar prioritas, mencatat pengeluaran lewat aplikasi, membawa uang tunai secukupnya, serta memanfaatkan fasilitas katering untuk mencegah pemborosan.
  • Pesan utama artikel adalah menjaga niat ibadah sebagai prioritas, menggunakan uang secara bijak, dan tetap disiplin agar perjalanan spiritual berjalan tenang tanpa masalah finansial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa yang gak lapar mata saat melihat deretan parfum oud, sajadah premium, hingga kurma sukari yang menggoda di sepanjang jalan menuju Masjidil Haram? Membayangkan momen ibadah sekaligus berburu oleh-oleh memang seru, tapi jangan sampai kamu lupa menerapkan tips mengelola uang saku haji agar tidak boros di Mekkah. Jangan sampai niat hati ingin berbagi kebahagiaan lewat buah tangan, malah bikin dompet kamu menangis sebelum ritual puncak haji selesai. Skenario "kehabisan uang di negeri orang" itu nyata dan rasanya pasti gak enak banget, apalagi kalau kamu masih punya banyak keperluan tak terduga di sana.

Kalau kamu gak punya strategi yang jelas, uang saku ribuan riyal itu bisa lenyap sekejap hanya dalam sekali mampir ke mal atau pasar di sekitar hotel. Dampak buruknya, kamu mungkin akan merasa stres secara finansial yang justru bisa mengganggu fokus ibadah utama kamu yang sudah ditunggu bertahun-tahun ini, lho. Berikut adalah 10 cara cerdik yang bisa kamu lakukan:


1. Buat daftar prioritas belanjaan sebelum berangkat

ilustrasi daftar belanja (pexels.com/iMin Technology )
ilustrasi daftar belanja (pexels.com/iMin Technology )

Seringkali kamu merasa semua barang di Mekkah itu unik dan wajib dibeli padahal aslinya cuma lapar mata sesaat. Masalah ini sering bikin anggaran bocor halus karena kamu membeli barang untuk orang-orang yang bahkan tidak ada dalam daftar penerima oleh-oleh. Solusinya, tulislah daftar siapa saja yang akan kamu beri oleh-oleh dan barang apa yang kira-kira akan dibeli sebelum kaki menginjakkan kaki di bandara. Manfaatnya jelas, kamu punya kendali penuh atas pengeluaran dan gak akan tergoda impulse buying saat melihat diskon di etalase toko.

2. Bedakan antara kebutuhan ibadah dan sekadar keinginan

ilustrasi ibadah haji dan umrah (pexels.com/GLady)
ilustrasi ibadah haji dan umrah (pexels.com/GLady)

FOMO (Fear of Missing Out) alias takut ketinggalan tren barang terbaru sering menyerang jemaah muda saat melihat teman satu rombongan memborong barang. Kamu mungkin merasa butuh gamis baru yang harganya selangit, padahal baju yang dibawa dari rumah sudah lebih dari cukup untuk dipakai beribadah. Cobalah untuk jujur pada diri sendiri mana yang benar-benar menunjang ibadahmu dan mana yang hanya keinginan untuk pamer atau sekadar koleksi. Dengan menyaring keinginan ini, uang sakumu tetap aman dan bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih darurat atau sedekah yang lebih berkah.

3. Gunakan aplikasi pencatat keuangan di ponsel

ilustrasi menggunakan aplikasi pencatat keuangan
ilustrasi menggunakan aplikasi pencatat keuangan (pexels.com/www.kaboompics.com)

Banyak orang merasa uangnya hilang entah ke mana, padahal sebenarnya habis untuk jajan receh yang kalau dijumlahkan ternyata totalnya bikin syok. Masalah "kebocoran halus" ini bisa diatasi dengan rajin mencatat setiap pengeluaran, sekecil apa pun itu, ke dalam aplikasi finance tracker di ponselmu. Kamu jadi tahu persis berapa sisa saldo riyal yang ada di kantong tanpa harus menghitung manual setiap malam di kamar hotel. Memantau pengeluaran secara digital bikin kamu lebih mikir dua kali sebelum mengeluarkan uang untuk hal-hal yang gak penting, ya.

4. Bawa uang tunai riyal secukupnya saat keluar hotel

ilustrasi uang riyal
ilustrasi uang riyal (pexels.com/Pratikxox)

Memegang uang tunai dalam jumlah besar di dompet adalah godaan terbesar untuk bersikap konsumtif karena kamu merasa masih "kaya". Masalahnya, semakin banyak uang di tangan, semakin gatal pula keinginan untuk membelanjakannya saat melihat barang-barang estetik di jalanan Mekkah. Solusinya, ambillah uang saku secukupnya saja untuk transportasi atau jajan ringan saat kamu hendak pergi ke masjid. Cara ini sangat efektif untuk membatasi diri agar tidak kalap belanja karena kamu terhalang oleh keterbatasan uang tunai yang dibawa saat itu.

5. Cari toko oleh-oleh di pinggiran atau pasar lokal

ilustrasi kurma sukari
ilustrasi kurma sukari (freepix.com/azerbaijan_stockers)

Toko-toko yang berada tepat di depan pelataran Masjidil Haram biasanya mematok harga "wisatawan" yang jauh lebih mahal karena biaya sewa tempat yang fantastis. Kalau kamu belanja di sana terus-menerus, uang sakumu dijamin bakal cepat menipis untuk barang yang sebenarnya bisa didapat lebih murah di tempat lain. Cobalah berjalan sedikit lebih jauh ke pasar lokal seperti Pasar Kakiyah atau toko di daerah pemukiman jemaah untuk mendapatkan harga yang lebih miring. Selisih harganya lumayan banget buat ditabung atau dipakai untuk menambah kuota data internet selama di sana. 

Oh iya, jika kamu merasa malas membawa oleh-oleh yang berat, saat ini di Indonesia sudah banyak toko oleh-oleh haji yang super lengkap. Jadi, kamu bisa berbelanja oleh-oleh tersebut sebelum berangkat haji, ya.


6. Maksimalkan fasilitas katering yang sudah disediakan

ilustrasi fasilitas katering saat haji
ilustrasi fasilitas katering saat haji (pixabay.com/EleganceNairobi)

Jajanan kuliner di Mekkah memang menggoda, mulai dari ayam Al-Baik yang legendaris hingga kebab jumbo yang aromanya semerbak di mana-mana. Namun, terlalu sering makan di luar padahal kamu sudah dapat jatah katering tiga kali sehari adalah pemborosan yang sangat hakiki. Gunakan strategi "makan dulu sebelum pergi" atau manfaatkan katering yang sudah menjadi hakmu agar uang saku tidak habis hanya untuk urusan perut. Manfaatnya, kamu jadi lebih hemat dan perut tetap kenyang dengan gizi yang sudah diatur oleh tim kesehatan haji.

7. Tukar uang di tempat resmi agar tidak rugi kurs

ilustrasi money changer
ilustrasi money changer (pexels.com/Audy of Course)

Jangan sembarangan menukar rupiah ke riyal di calo atau tempat yang tidak resmi karena kamu bisa kena potongan kurs yang sangat merugikan. Masalah selisih kurs ini mungkin terlihat kecil, tapi kalau nominal yang ditukarkan besar, total kerugiannya bisa dipakai buat beli beberapa boks cokelat, lho. Pastikan kamu menukar uang di bank resmi atau money changer berizin yang memberikan nilai tukar terbaik untuk uangmu. Dengan mendapatkan kurs yang kompetitif, kamu secara otomatis sudah melakukan penghematan sejak awal perjalanan ibadahmu dimulai.

8. Hindari belanja saat kondisi fisik sedang lelah

ilustrasi tawaf saat haji
ilustrasi tawaf saat haji (pexels.com/Ahmar Graphy)

Saat tubuh lelah setelah melakukan tawaf atau sai, kemampuan logika dalam mengambil keputusan finansial biasanya menurun drastis dan jadi lebih mudah dibujuk rayu pedagang. Belanja dalam kondisi lelah sering berakhir pada penyesalan karena kamu membeli barang dengan harga mahal tanpa sempat menawar atau membandingkan. Sebaiknya, luangkan waktu khusus untuk belanja saat kondisi fisik segar dan pikiran tenang agar bisa menawar dengan lebih jago.

9. Manfaatkan fitur nontunai atau kartu debit internasional

ilustrasi kartu debit
ilustrasi kartu debit (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Zaman sekarang, membawa uang tunai berlebihan juga berisiko dari segi keamanan dan bikin kita susah memantau sisa saldo secara akurat. Masalah ini bisa diatasi dengan menggunakan kartu debit yang sudah berlogo internasional atau fitur pembayaran digital yang diterima di Arab Saudi. Keuntungannya, kurs yang digunakan biasanya adalah kurs bank yang transparan dan kamu bisa melihat riwayat transaksi langsung di aplikasi perbankan. Ini membantu kamu tetap disiplin karena ada jejak digital yang mengingatkan kalau pengeluaranmu sudah mulai mendekati limit.

10. Selalu ingat tujuan utama adalah ibadah, bukan belanja

ilustrasi haji (pexels.com/Haydan As-soendawy)
ilustrasi haji (pexels.com/Haydan As-soendawy)

Poin paling utama adalah menyadari bahwa kamu datang ke tanah suci sebagai tamu Allah SWT, bukan sebagai turis belanja yang sedang liburan musim panas. Masalah utama banyak jemaah adalah kehilangan fokus dan menghabiskan terlalu banyak waktu serta energi untuk memikirkan barang apa yang belum dibeli. Setiap kali kamu merasa ingin boros, ingatlah perjuanganmu untuk sampai ke titik ini dan betapa berharganya setiap menit di depan Kakbah. Dengan menjaga mindset ini, kamu akan lebih bijak menggunakan uangmu untuk hal-hal yang mendukung kelancaran ibadahmu saja.

Mengatur keuangan saat haji memang menantang, tapi dengan perencanaan yang matang, kamu tetap bisa membawa pulang oleh-oleh tanpa harus menguras seluruh isi tabungan. Pastikan kamu selalu disiplin dalam menerapkan tips mengelola uang saku haji agar tidak boros di Mekkah supaya perjalanan spiritualmu tetap tenang dan nyaman, ya. Semoga ibadah hajimu mabrur dan dompetmu tetap aman terkendali sampai kembali ke pelukan keluarga di tanah air!


https://hattintours.com/tips-bijak-mengelola-uang-saku-selama-di-tanah-suci/

https://www.mabruk.co.id/berita-perusahaan-id/tips-bijak-mengelola-uang-saku-saat-berhaji-agar-tetap-cukup-hingga-pulang-32596

https://www.cermati.com/artikel/uang-saku-jemaah-haji

https://jnewsonline.com/mengatur-pengeluaran-selama-haji/

https://bpkh.go.id/publikasi/siaran-pers/tips-menabung-untuk-ibadah-haji


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us