“Awalnya kenal, ternyata bisa dipakai payment buat makan-makan, selain pesan tiket nonton bioskop. Akhirnya download, terus dipakai payment,” cerita Reyhan.
Berawal dari Cari Cara Hemat Makan, Jadi Kebiasaan Harian

- Reyhan mulai memakai DANA demi promo makan dan tiket bioskop, lalu menjadikannya metode transaksi harian karena proses pembayaran dan akses fitur dinilai mudah.
- Fitur Wallet memungkinkan Reyhan menyimpan beberapa kartu ATM secara digital, sehingga dompet fisiknya lebih ringkas dan kartu tetap dapat diakses saat dompet tertinggal.
- Selain kebutuhan lokal, Reyhan memanfaatkan perkembangan fitur seperti QRIS dan isi saldo kartu Visa; DANA juga menyediakan pendaftaran wisatawan dengan kartu Visa dan nomor internasional.
Banyak orang mulai menggunakan dompet digital bukan karena ingin mengubah cara mengatur keuangan, melainkan dari kebutuhan sederhana: mencari cara yang lebih hemat dan praktis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari keputusan kecil tersebut, kebiasaan bertransaksi perlahan berubah tanpa disadari hingga akhirnya menjadi bagian dari rutinitas.
Hal ini juga dialami Reyhan, pekerja berusia 31 tahun. Awalnya, ia sama sekali tidak berniat mengubah kebiasaan finansialnya. Yang ia cari cuma satu: cara lebih murah buat makan siang dan nonton bioskop.
1. Awalnya karena promo, lalu jadi kebiasaan transaksi harian

Suatu hari, Reyhan iseng mencoba sebuah aplikasi pembayaran digital yang katanya bisa dipakai buat bayar makan sekaligus beli tiket bioskop dengan promo lumayan. Tidak ada ekspektasi besar, cuma pengen hemat sedikit.
Dari satu promo kecil itu, kebiasaannya perlahan tumbuh. Ia mulai terbiasa scan atau bayar lewat aplikasi di berbagai merchant, sampai akhirnya jadi cara utama bertransaksi, bukan lagi sekadar buat cari diskon.
Ketika kebiasaan kecil jadi rutinitas
Nah, yang membuat Reyhan bertahan bukan cuma promonya, tapi kemudahan yang terasa sejak pertama kali buka aplikasi. Semua fitur penting langsung kelihatan, tidak perlu bingung cari-cari menu.
“Secara UI dia lebih baik, karena pas buka aplikasi langsung kelihatan semua fiturnya. Akses dari beranda ke wallet juga gampang. Jadi easy to use,” jelasnya.
2. Dari banyak kartu ke satu aplikasi

Sebagai pekerja dengan mobilitas tinggi, Reyhan sempat merasa repot karena harus membawa beberapa kartu ATM ke mana-mana. Saat mulai menggunakan DANA, ia kemudian mengetahui bahwa kartu-kartu tersebut bisa disimpan secara digital melalui fitur Wallet.
“Ternyata bisa simpan kartu juga di dalam sebuah aplikasi. Akhirnya aku pindahin kartu-kartunya ke DANA,” ujarnya.
Kebiasaan kecil itu perlahan membuat isi dompet fisiknya menjadi lebih ringkas. Kartu yang sebelumnya harus dibawa satu per satu kini bisa diakses secara digital, termasuk ketika ia lupa membawa dompet.
“Jadi gak lebih worry. Karena semuanya bisa disimpan di dompet digital,” tambahnya.
3. Makin fleksibel untuk kebutuhan lokal hingga internasional

Seiring waktu, DANA bukan cuma soal bayar makan atau simpan kartu bagi Reyhan. Pekerjaannya yang kadang bersinggungan dengan transaksi mata uang asing membuatnya senang DANA terus menambah fitur yang relevan, seperti pembayaran QRIS dan isi saldo lewat kartu Visa, bahkan opsi pendaftaran akun untuk wisatawan mancanegara dengan kartu Visa dan nomor telepon internasional.
Bagi Reyhan, ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan tanda bahwa aplikasi yang ia pakai sejak 2019 itu terus tumbuh mengikuti kebutuhannya. Untuk yang masih ragu mencoba, pesannya sederhana:
“Kalau mau coba, mending dicoba dulu aja, karena ini gampang. Gak ada salahnya buat mencoba,” katanya.
Ditanya menggambarkan DANA dalam satu kalimat, Reyhan langsung menjawab: "your daily life companion" teman harian yang, tanpa ia rencanakan sejak awal, akhirnya benar-benar jadi bagian dari ritme hidupnya sehari-hari. Ada yang setuju?


















