Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BI Rate Naik, Ini yang Terjadi pada Cicilan KPR Kamu Sekarang

BI Rate Naik, Ini yang Terjadi pada Cicilan KPR Kamu Sekarang
ilustrasi cicilan KPR (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)
Intinya Sih
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen, yang berdampak langsung pada kenaikan bunga pinjaman termasuk cicilan KPR.
  • KPR dengan bunga tetap tidak terpengaruh selama masa fixed, sedangkan KPR floating akan menyesuaikan bunga mengikuti kenaikan BI rate dalam satu hingga dua bulan ke depan.
  • Nasabah disarankan mengecek status KPR mereka dan mempertimbangkan opsi seperti restrukturisasi atau refinancing agar beban cicilan tetap terkendali di tengah tren kenaikan suku bunga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI rate membawa dampak langsung ke kantong jutaan pemilik rumah di Indonesia. Adanya BI rate naik ini bukan hanya soal angka di kertas, tapi soal berapa yang harus kamu bayar setiap bulan mulai sekarang.

Kalau kamu punya KPR dengan bunga mengambang atau sedang mempertimbangkan untuk membeli rumah dalam waktu dekat, ini saat yang tepat untuk memahami apa yang sebenarnya berubah. Langkah apa yang bisa diambil sebelum tagihan berikutnya datang juga penting untuk dipahami dari sekarang.

1. Apa itu BI rate dan kenapa bisa pengaruhi cicilan KPR?

ilustrasi meminjam uang
ilustrasi meminjam uang (unsplash.com/Roman Synkevych)

BI rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia sebagai semacam "harga dasar uang" di sistem keuangan nasional. Ketika bank ingin meminjam dana dari Bank Indonesia, angka inilah yang menjadi patokan bunganya. Karena biaya dana mereka naik, bank kemudian meneruskan beban itu ke nasabah lewat bunga kredit yang lebih tinggi, termasuk untuk KPR.

Efek ini tidak langsung terasa dalam sehari dua hari, tapi dalam hitungan minggu hingga bulan, penyesuaian bunga KPR hampir pasti akan terjadi. Setiap bank punya kebijakan masing-masing soal kapan dan seberapa besar mereka menaikkan bunga pinjaman, tapi arahnya hampir selalu mengikuti kebijakan BI. Artinya, kenaikan BI rate hari ini adalah sinyal bahwa cicilan KPR kamu berpotensi bertambah dalam waktu dekat.

2. Bedanya KPR fixed dan floating

ilustrasi KPR
ilustrasi KPR (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

KPR bunga tetap atau fixed artinya besaran bunga yang kamu bayar sudah dikunci di angka tertentu sejak akad kredit ditandatangani. Biasanya periode ini berlaku selama 1 hingga 5 tahun pertama, tergantung pada produk KPR yang kamu ambil. Selama masa fixed ini, kamu tidak perlu khawatir dengan kenaikan BI rate karena cicilan bulananmu tidak akan berubah sedikit pun.

Setelah masa fixed habis, KPR kamu otomatis masuk ke periode floating atau bunga mengambang, di mana besaran bunga bisa naik atau turun mengikuti kondisi pasar. Kalau kamu sudah berada di periode ini, kenaikan BI rate sekarang hampir pasti akan membuat cicilan bulananmu bertambah dalam waktu dekat. Rata-rata bank akan mengumumkan penyesuaian bunga KPR floating dalam satu hingga dua bulan setelah BI mengubah suku acuannya.

3. Berapa besar kenaikan yang mungkin terjadi?

ilustrasi cicilan KPR
ilustrasi cicilan KPR (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode Mei 2026. Basis poin adalah satuan kecil dalam dunia keuangan, di mana 100 basis poin setara dengan 1 persen, jadi kenaikan 50 basis poin berarti bunga naik sebesar 0,5 persen. Angka ini mungkin terdengar kecil, tapi dampaknya terhadap cicilan bulanan bisa cukup terasa tergantung besarnya pinjaman.

Sebagai gambaran, KPR dengan sisa pokok Rp500 juta dan tenor 15 tahun bisa mengalami kenaikan cicilan bulanan ratusan ribu rupiah hanya dari perubahan bunga sebesar ini. Suku bunga deposit facility juga ikut naik menjadi 4,25 persen, sementara lending facility naik menjadi 6 persen, dua angka yang mencerminkan batas bawah dan batas atas dari koridor suku bunga perbankan secara keseluruhan. Semakin besar sisa pokok pinjaman dan semakin panjang tenor yang tersisa, semakin besar pula tambahan beban bunga yang harus ditanggung setiap bulannya.

4. Apa yang harus dilakukan sekarang?

ilustrasi KPR
ilustrasi KPR (vecteezy.com/Bigc Studio)

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek jenis KPR yang kamu miliki dan kapan persisnya masa fixed kamu berakhir. Informasi ini tercantum di perjanjian kredit yang kamu terima saat akad, atau bisa ditanyakan langsung ke bank lewat cabang maupun layanan pelanggan. Banyak orang tidak menyadari kapan status KPR mereka berubah dari fixed ke floating karena dokumen itu tidak pernah dibuka lagi setelah penandatanganan.

Kalau kamu masih di periode fixed, kamu masih aman untuk sementara waktu dan tidak perlu panik. Tapi kalau sudah floating, segera hubungi bank untuk bertanya soal opsi yang tersedia, mulai dari restrukturisasi kredit, yaitu penataan ulang skema cicilan, pelunasan sebagian untuk memperkecil pokok pinjaman, hingga refinancing atau pindah KPR ke bank lain yang menawarkan bunga lebih rendah. Mengambil langkah lebih awal jauh lebih baik daripada menunggu tagihan naik lalu baru panik mencari solusi.

5. Kapan sebaiknya refinancing dipertimbangkan?

ilustrasi refinancing
ilustrasi refinancing (vecteezy.com/AMNARJ TANONGRATTANA)

Refinancing adalah proses memindahkan KPR dari bank lama ke bank baru yang menawarkan suku bunga lebih rendah, dengan tujuan mengurangi beban cicilan bulanan. Langkah ini masuk akal kalau selisih bunga antara KPR lama dan penawaran baru cukup signifikan, minimal 0,5 hingga 1 persen per tahun, dan sisa tenor kamu masih panjang. Dalam kondisi bunga sedang naik seperti sekarang, ada bank tertentu yang justru masih menawarkan paket KPR take over dengan bunga kompetitif untuk menarik nasabah baru.

Nah, yang perlu diperhatikan, refinancing juga membawa sejumlah biaya yang tidak sedikit, seperti biaya appraisal untuk penilaian ulang harga properti, biaya provisi sebagai komisi ke bank baru, biaya administrasi, hingga penalti pelunasan awal dari bank lama. Semua biaya ini perlu dikalkulasikan dulu terhadap total penghematan bunga yang akan didapat sebelum memutuskan pindah bank. Kalau total biaya refinancing baru balik modal dalam 5 tahun sementara tenor tersisa hanya 3 tahun, maka refinancing justru tidak menguntungkan secara finansial.

BI rate naik bukan sesuatu yang bisa dihindari, tapi dampaknya bisa dikelola kalau kamu paham posisimu dan bertindak lebih awal. Cek kondisi KPR kamu sekarang, hitung ulang kemampuan bayarmu, dan jangan tunda komunikasi dengan bank kalau ada yang perlu disesuaikan.

Referensi

"Floating Interest Rate Mortgages: What It Is and How It Works?" BTN. Diakses pada Mei 2026

"The Role of Poverty Levels, Inflation, and Bank Indonesia Rate." Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik. Diakses pada Mei 2026

"BI Increased Interest Rate: How The Impact On The Community Economy." Undiknas. Diakses pada Mei 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More