Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Menyapu Abu Vulkanik yang Masuk ke Rumah?

Bolehkah Menyapu Abu Vulkanik yang Masuk ke Rumah?
ilustrasi menyapu lantai (magnific.com/pressfoto)
  • Abu vulkanik di dalam rumah sebaiknya tidak langsung disapu saat kering karena partikel halus mudah beterbangan dan menyebar ke area lain.
  • Gunakan masker, pelindung mata, serta pakaian tertutup; bersihkan permukaan perlahan dan bertahap agar paparan serta penyebaran abu dapat diminimalkan.
  • Perhatikan ventilasi, area luar, dan atap yang menumpuk abu; jangan memaksakan pembersihan berisiko, serta tampung dan buang abu mengikuti arahan setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat hujan abu vulkanik terjadi, lantai, teras, hingga sudut rumah bisa cepat dipenuhi lapisan abu berwarna abu-abu. Refleks pertama yang mungkin muncul tentu mengambil sapu dan langsung membersihkannya agar rumah kembali terlihat rapi. Namun, cara yang terlihat paling praktis ini belum tentu menjadi pilihan terbaik, lho.

Masalahnya, abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus dan mudah kembali beterbangan saat dibersihkan secara sembarangan. Bukannya langsung bersih, menyapu abu dengan cara yang kurang tepat justru bisa membuat debunya menyebar ke mana-mana, lho.

Nah, sebenarnya bolehkah menyapu abu vulkanik yang masuk ke dalam rumah? Yuk, cari tahu cara membersihkannya dengan lebih aman.

  1. 1. Hindari langsung menyapu abu dalam keadaan kering

    ilustrasi memegang sapu
    ilustrasi memegang sapu (magnific.com/azerbaijan_stockers)

    Melihat lantai atau teras yang dipenuhi abu, tentu saja mengambil sapu mungkin terlihat sebagai cara tercepat untuk membersihkannya. Namun, menyapu abu vulkanik yang masih dalam keadaan kering dapat menyebabkan partikel-partikelnya terbang kembali ke udara. Dengan begitu, abu yang awalnya hanya menempel di permukaan bisa menyebar ke tempat lain, lho.

    Kalau jumlah abunya tidak terlalu banyak, cobalah membersihkannya dengan hati-hati agar debu yang terangkat tidak terlalu banyak. Kamu juga bisa merujuk pada panduan pembersihan dari otoritas setempat karena karakteristik dan ketebalan abu dapat bervariasi di setiap daerah. Yang terpenting, hindari terburu-buru menyapu dengan gerakan cepat hanya demi keinginan untuk segera memiliki rumah yang bersih.

  2. 2. Gunakan pelindung diri sebelum mulai membersihkan

    ilustrasi memakai masker
    ilustrasi memakai masker (magnific.com/diana.grytsku)

    Membersihkan rumah setelah terpapar hujan abu bukan sekadar tentang mengambil sapu dan lap. Partikel-partikel kecil bisa kembali terbang selama proses pembersihan, terutama saat abu yang mengendap mulai mengganggu. Oleh karena itu, mengenakan masker dan pelindung mata dapat membantu mengurangi paparan saat kamu harus bersentuhan langsung dengan tumpukan abu.

    Ingat untuk memakai pakaian yang cukup tertutup jika lingkungan sekitar masih dipenuhi abu. Setelah selesai membersihkan, pastikan untuk segera membersihkan pakaian dan tubuh agar sisa-sisa partikel tidak terbawa masuk ke dalam rumah. Meskipun mungkin terasa sedikit repot, langkah kecil ini akan membuat proses pembersihan menjadi lebih nyaman.

  3. 3. Bersihkan permukaan dengan cara yang tidak membuat abu beterbangan

    ilustrasi membersihkan meja dengan disenfektan
    ilustrasi membersihkan meja dengan disenfektan (freepik.com/freepik)

    Saat membersihkan meja, lantai, atau permukaan lain, usahakan memilih cara yang bisa meminimalkan abu agar tidak kembali terangkat ke udara. Mengusap dengan perlahan sesuai dengan kondisi permukaan bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan mengibaskan atau menyikat terlalu keras. Gerakan yang terlalu kuat justru dapat menyebabkan partikel halus menyebar ke mana-mana.

    Proses membersihkan debu sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit alih-alih terburu-buru. Fokuskan terlebih dahulu pada area yang paling sering digunakan agar debu tidak terbawa oleh aktivitas di rumah. Dengan demikian, proses pembersihan dapat dilakukan secara bertahap tanpa membuat situasi makin berdebu.

  4. 4. Jangan lupa perhatikan area ventilasi rumah

    ilustrasi pria membuka jendela rumah
    ilustrasi pria membuka jendela rumah (freepik.com/freepik)

    Abu vulkanik tidak hanya menumpuk di lantai dan teras, tetapi juga dapat masuk melalui celah-celah pintu, jendela, atau ventilasi. Kalau dibiarkan, partikel yang masuk bisa tersebar kembali saat ada angin atau aktivitas di rumah. Oleh karena itu, area ini juga perlu diperhatikan saat membersihkan.

    Jika kondisi luar masih dipenuhi abu, membatasi masuknya udara dari luar dapat membantu mengurangi partikel yang masuk ke dalam rumah. Setelah situasi membaik, bersihkan area sekitar ventilasi dan celah-celah rumah dengan hati-hati. Nah, rumah yang sudah dibersihkan tentu akan terasa lebih nyaman kalau sumber masuknya abu juga bisa dikendalikan.

  5. 5. Bersihakan abu di area luar secara bertahap

    ilustrasi teras rumah
    ilustrasi teras rumah (magnific.com/frimufilms)

    Bagian luar rumah, seperti teras, halaman, dan jalan masuk, sering kali tertutup abu dalam waktu singkat. Meskipun keinginan untuk membersihkannya sekaligus sangat wajar, tumpukan abu yang cukup banyak memerlukan penanganan yang lebih hati-hati. Terlebih lagi, kegiatan membersihkan dalam jumlah besar dapat menyebabkan partikel-partikel itu terbang kembali ke udara.

    Mulailah dengan membersihkan area yang paling sering dilalui agar aktivitas di rumah tetap nyaman. Selanjutnya, secara berurutan, pindah ke bagian lainnya sambil tetap memperhatikan keadaan di sekitarnya. Nah, gak harus selesai dalam satu waktu, yang penting prosesnya dilakukan dengan cara yang tidak memperparah penyebaran abu.

  6. 6. Periksa bagian atap jika abu menumpuk cukup tebal

    ilustrasi atap rumah
    ilustrasi atap rumah (pexels.com/nadine)

    Selain di lantai, abu vulkanik juga dapat menumpuk di atap rumah dan sering kali tidak terlihat langsung dari dalam rumah. Apabila jumlahnya banyak, tumpukan ini dapat menambah beban pada struktur atap, terutama saat abu tersebut terkena air hujan. Oleh karena itu, bagian atap rumah juga harus mendapatkan perhatian, lho.

    Namun, membersihkan atap membutuhkan kehati-hatian ekstra karena ada risiko terpeleset atau jatuh. Jangan memaksakan diri untuk naik ke atap jika kondisi tidak mendukung atau kalau tidak memiliki peralatan yang memadai. Jika penumpukan abu cukup banyak dan situasinya berbahaya, meminta bantuan pihak yang lebih berpengalaman bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

  7. 7. Buang dan tampung abu sesuai arahan setempat

    ilustrasi tempat sampah daur ulang
    ilustrasi tempat sampah daur ulang (pixabay.com/nikofendi)

    Setelah abu berhasil dikumpulkan, jangan langsung membuangnya sembarangan tanpa mempertimbangkan dampaknya. Abu yang kembali tersebar karena tertiup angin tentu bisa membuat pekerjaan membersihkan rumah menjadi berulang dari awal. Selain itu, penanganan material vulkanik dalam jumlah besar biasanya membutuhkan pengaturan khusus dari pihak berwenang.

    Setelah abu terkumpul, coba cari tahu dulu bagaimana aturan penampungan atau pembuangannya di wilayahmu. Pasalnya, kondisi dan penanganan di setiap daerah bisa berbeda, jadi cara yang aman di satu tempat belum tentu sama di tempat lain. Nah, mengikuti arahan dari pihak setempat bisa membantu proses bersih-bersih berjalan lebih rapi tanpa membuat abu kembali beterbangan ke mana-mana.

    Abu vulkanik yang masuk ke rumah memang perlu segera dibersihkan, tetapi caranya juga gak boleh asal agar partikel halusnya tidak kembali beterbangan. Mulai dari memakai pelindung diri hingga membersihkan area secara perlahan, langkah sederhana bisa membantu proses bersih-bersih terasa lebih aman dan terkendali. Jadi, jangan buru-buru mengambil sapu, ya. Pastikan kamu tahu cara yang tepat sebelum mulai membersihkan abu di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More