Feminisme bukanlah satu konsep tunggal. Ia bersifat interseksional. Apa itu? Istilah tersebut diperkenalkan secara luas oleh Kimberlé Crenshaw pada 1989 lewat artikel ilmiah yang berjudul "Demarginalizing the Intersection of Race and Sex" terbitan University of Chicago Legal Forum. Inti dari argumennya ialah semua ketidaksetaraan itu bekerja beriringan. Itu sebabnya, feminisme bertautan erat dengan isu diskriminasi ras, gender, seksualitas, ketimpangan kelas, konservasi lingkungan, dan sebagainya. Ia tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang terpisah, sesuai dengan identitas manusia yang juga berlapis alias tidak tunggal.
Sebagai gambaran, perempuan tidak hanya punya gender sebagai satu identitas tunggal. Mereka juga punya ras, etnik, kewarganegaraan, pekerjaan, peran, hingga kelas sosial ekonomi yang memengaruhi hidup dan akses terhadap hak mereka. Ingin belajar lebih banyak soal feminisme interseksional? Silakan coba baca lima buku nonfiksi berikut.
