Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Buku Pengantar Tidur Balita Bahasa Inggris, Favorit Lintas Generasi

6 Buku Pengantar Tidur Balita Bahasa Inggris, Favorit Lintas Generasi
The Giving Tree oleh Shel Silverstein dan The Tale of Peter Rabbit oleh Beatrix Potter (goodreads.com)
Share Article

Membacakan buku sebelum tidur bisa menjadi rutinitas kecil yang hangat untuk anak. Selain membantu anak lebih tenang sebelum beristirahat, kebiasaan ini juga bisa memperkenalkan kosakata bahasa Inggris dengan cara yang lembut dan menyenangkan.

Buku tidur anak tidak harus selalu panjang atau rumit. Justru cerita dengan kalimat sederhana, ilustrasi menarik, dan pesan yang dekat dengan dunia anak sering kali lebih mudah diingat. Lalu, apa saja rekomendasi buku bahasa Inggris yang cocok untuk menemani waktu tidur anak?

1. Goodnight Moon oleh Margaret Wise Brown

Goodnight Moon oleh Margaret Wise Brown
Goodnight Moon oleh Margaret Wise Brown (amazon.com)

Goodnight Moon merupakan buku klasik karya Margaret Wise Brown dengan ilustrasi Clement Hurd. Pertama kali terbit pada tahun 1947, buku ini dikenal sebagai salah satu bedtime story paling ikonik karena ceritanya sangat sederhana, yaitu tentang seekor kelinci kecil yang mengucapkan selamat malam pada benda-benda di sekitarnya.

Daya tarik buku ini ada pada pengulangan kalimat yang menenangkan, ilustrasi kamar yang hangat, dan ritme cerita yang perlahan membawa anak menuju suasana tidur. Buku ini layak disebut legendaris karena sudah dibaca lintas generasi dan dikenal sebagai salah satu buku anak terlaris sepanjang masa, dengan penjualan lebih dari 48 juta kopi.

2. The Very Hungry Caterpillar oleh Eric Carle

Buku The Very Hungry Caterpillar
Buku The Very Hungry Caterpillar (gramedia.com)

The Very Hungry Caterpillar merupakan buku anak legendaris karya Eric Carle yang pertama kali terbit pada tahun 1969. Ceritanya mengikuti seekor ulat kecil yang sangat lapar, lalu makan berbagai buah dan makanan sebelum akhirnya berubah menjadi kupu-kupu. Alurnya sederhana, tetapi sangat dekat dengan dunia anak karena penuh warna, hitungan, hari dalam seminggu, dan proses alam yang mudah dipahami.

Buku ini menjadi klasik karena sudah dibaca dari generasi ke generasi. Keunggulannya ada pada ilustrasi khas Eric Carle yang cerah, sehingga anak mudah tertarik saat melihat halamannya. Buku ini cocok dibacakan sebelum tidur karena ceritanya ringan, menyenangkan, sekaligus memberi anak pengetahuan sederhana tentang perubahan ulat menjadi kupu-kupu.

3. The Giving Tree oleh Shel Silverstein

The Giving Tree oleh Shel Silverstein
The Giving Tree oleh Shel Silverstein (goodreads.com)

The Giving Tree adalah buku karya Shel Silverstein yang pertama kali terbit pada tahun 1964. Ceritanya dimulai dengan kalimat sederhana tentang sebuah pohon yang mencintai seorang anak laki-laki. Seiring waktu, anak itu tumbuh besar dan terus meminta banyak hal, sementara pohon tersebut terus memberi dengan tulus.

Buku ini menjadi legendaris karena ceritanya sangat sederhana, tetapi punya makna yang dalam tentang kasih sayang, memberi, kehilangan, dan hubungan manusia dengan orang yang mencintainya. Daya tariknya ada pada ilustrasi hitam-putih yang minimalis dan cerita yang bisa menyentuh pembaca dari berbagai usia. Untuk balita, buku ini bisa dibacakan dengan pendampingan orangtua agar pesan emosionalnya terasa lebih hangat dan mudah dipahami.

4. The Tale of Peter Rabbit oleh Beatrix Potter

The Tale of Peter Rabbit oleh Beatrix Potter
The Tale of Peter Rabbit oleh Beatrix Potter (goodreads.com)

The Tale of Peter Rabbit merupakan buku klasik karya Beatrix Potter yang pertama kali terbit pada tahun 1902. Ceritanya mengikuti Peter Rabbit, seekor kelinci kecil yang nakal dan penasaran, saat ia masuk ke kebun Mr. McGregor meskipun sudah diperingatkan oleh ibunya. Dari sana, petualangan kecil Peter berubah menjadi cerita yang menegangkan, lucu, dan tetap manis untuk anak-anak.

Buku ini layak disebut legendaris karena sudah bertahan lebih dari satu abad dan terus dibacakan ulang di berbagai belahan dunia. Keunggulannya ada pada ilustrasi lembut khas Beatrix Potter, karakter hewan yang menggemaskan, serta pesan sederhana tentang rasa ingin tahu dan akibat dari tidak mendengarkan nasihat. Buku ini cocok untuk dibacakan sebelum tidur karena ceritanya klasik, imajinatif, dan punya nuansa hangat yang tidak lekang oleh waktu.

5. We’re Going on a Bear Hunt oleh Michael Rosen dan Helen Oxenbury

We're Going on a Bear Hunt
We're Going on a Bear Hunt (goodreads.com)

We’re Going on a Bear Hunt adalah buku klasik yang mengajak anak ikut dalam petualangan mencari beruang. Ceritanya sederhana, tetapi sangat hidup karena penuh bunyi-bunyian seperti melewati rumput, sungai, lumpur, hutan, hingga badai salju. Pola kalimat yang berulang membuat anak mudah menebak lanjutan cerita.

Buku ini legendaris karena sangat cocok dibacakan dengan ekspresi, gerakan, dan suara. Anak bisa ikut menirukan bunyi “swishy swashy” atau “splash splosh”, sehingga momen membaca terasa lebih interaktif. Daya tariknya ada pada ilustrasi lembut Helen Oxenbury dan alur petualangan yang seru, tetapi tetap aman untuk balita. Buku ini cocok untuk anak yang suka cerita bergerak sebelum perlahan masuk ke suasana tidur.

6. The Cat in the Hat oleh Dr. Seuss

The Cat in the Hat
The Cat in the Hat (goodreads.com)

The Cat in the Hat adalah salah satu buku anak paling ikonik karya Dr. Seuss. Buku ini bercerita tentang seekor kucing bertopi tinggi yang datang ke rumah dua anak dan membawa suasana penuh kekacauan lucu. Bahasanya memakai rima pendek, repetitif, dan ritme yang cepat, sehingga anak lebih mudah mengikuti bunyi kata dalam bahasa Inggris.

Buku ini legendaris karena ikut mengubah cara anak-anak belajar membaca. Menariknya, Dr. Seuss menulis buku ini dengan kosakata terbatas agar lebih mudah dibaca anak pemula. Daya tariknya ada pada ilustrasi khas, karakter yang unik, dan gaya cerita yang playful. Meski bukan cerita tidur yang tenang, buku ini cocok dibacakan lebih awal sebelum jam tidur untuk membuat anak tertarik pada buku berbahasa Inggris.

Pilih buku yang sesuai dengan usia, suasana hati, dan minat anak agar rutinitas sebelum tidur terasa menyenangkan. Dengan cerita yang tepat, waktu tidur bisa berubah menjadi momen kecil yang ditunggu setiap malam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Apa Benar bila Ada Manusia maka di Situ Otomatis Ada Konflik?

10 Jun 2026, 17:28 WIBLife