Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Buku Tak Terduga yang Diam-diam Bisa Mengubah Hidupmu

5 Buku Tak Terduga yang Diam-diam Bisa Mengubah Hidupmu
Zen and the Art of Motorcycle Maintenance (harpercollins.com) | Siddhartha (goodreads.com)
Share Article

Ada buku yang selesai dibaca lalu begitu saja dilupakan. Namun, ada juga bacaan yang justru membuat pembacanya berhenti sejenak dan mempertanyakan cara mereka menjalani hidup. Menariknya, buku seperti ini tidak selalu berupa buku motivasi atau panduan pengembangan diri. Novel dan memoar yang ditulis puluhan bahkan ratusan tahun lalu pun bisa memberikan perspektif yang terasa sangat relevan.

Lima buku berikut mungkin bukan bacaan yang langsung terlihat seperti buku pengubah hidup. Beberapa bahkan cukup filosofis dan membutuhkan kesabaran untuk menikmatinya. Namun, masing-masing mengajak pembaca memikirkan kembali hubungan dengan pencarian makna hidup hingga cara melihat kebahagiaan dan pilihan pribadi. Berikut lima buku tak terduga yang diam-diam bisa mengubah cara pandang terhadap kehidupan.

  1. 1. Walden — Henry David Thoreau

    Walden.
    Walden (goodreads.com)

    Walden merupakan catatan pengalaman Henry David Thoreau ketika menjalani kehidupan sederhana di sebuah kabin dekat Walden Pond. Alih-alih mengejar kenyamanan dan kesibukan seperti kebanyakan orang, Thoreau mencoba menjauh dari kehidupan yang serba berlebihan dan lebih dekat dengan alam. Dari pengalaman tersebut, ia banyak membahas soal kesederhanaan.

    Buku ini memang bukan bacaan yang selalu mudah atau cepat ditamatkan. Beberapa bagian mungkin terasa lambat, terutama jika pembaca terbiasa dengan buku yang langsung menuju inti pembahasan.  Setelah menutup bukunya, mereka mungkin mulai mempertanyakan apakah hidup yang lebih sibuk benar-benar berarti hidup yang lebih baik.

  2. 2. Siddhartha — Hermann Hesse

    Siddhartha.
    Siddhartha (goodreads.com)

    Siddhartha mengikuti perjalanan seorang pria yang berusaha menemukan makna kehidupan dan pencerahan spiritual. Kisahnya mengambil inspirasi dari tradisi dan sejarah Buddha, tetapi perjalanan Siddhartha tidak berhenti pada satu ajaran atau satu jawaban saja. Ia mencoba berbagai pengalaman dan berhadapan dengan banyak bentuk pemikiran sebelum memahami apa yang sebenarnya ia cari.

    Karena itu, kekuatan utama novel ini bukan hanya terletak pada akhir perjalanannya, tetapi pada proses panjang yang harus dilalui sang tokoh. Meski terlihat seperti novel sejarah dan spiritual, Siddhartha sebenarnya banyak berbicara tentang persoalan yang masih relevan sampai sekarang.

    Gaya bahasa Hermann Hesse relatif sederhana, tetapi gagasan yang ditawarkan cukup dalam sehingga pembaca mungkin ingin berhenti beberapa kali untuk merenungkannya. Tidak mengherankan jika buku ini bisa membuat seseorang melihat pencarian jati diri dan ketenangan dengan cara yang berbeda.

  3. 3. The Stranger — Albert Camus

    The Stranger.
    The Stranger (goodreads.com)

    The Stranger membawa pembaca ke kehidupan Meursault, seorang pria yang tampak tidak terlalu peduli dengan norma yang dianggap penting oleh masyarakat. Cerita kemudian berubah drastis setelah ia terlibat dalam sebuah pembunuhan dan harus menghadapi konsekuensi hukum dari tindakannya. Bagian kedua novel berfokus pada proses persidangan dan bagaimana Meursault menghadapi hukuman yang menantinya.

    Novel ini tidak mencoba membuat pembaca sepenuhnya menyukai atau menyetujui Meursault. Justru sikapnya yang dingin dan pandangannya yang berbeda membuat pembaca dipaksa berhadapan dengan gagasan yang mungkin terasa tidak nyaman. Camus mengajak kita mempertanyakan apakah kehidupan memang memiliki makna yang sudah ditentukan atau manusia sendirilah yang harus memberikan makna tersebut.

  4. 4. Zen and the Art of Motorcycle Maintenance — Robert M. Pirsig

    Zen and the Art of Motorcycle Maintenance.
    Zen and the Art of Motorcycle Maintenance (harpercollins.com)

    Sekilas, Zen and the Art of Motorcycle Maintenance terdengar seperti buku tentang perjalanan menggunakan sepeda motor. Memang ada perjalanan di dalamnya, karena Robert M. Pirsig menceritakan perjalanan darat bersama putranya dan beberapa orang lainnya. Namun, perjalanan tersebut sebenarnya hanya menjadi jalan masuk untuk membicarakan pertanyaan yang jauh lebih besar mengenai cara manusia memahami dirinya sendiri.

    Daya tariknya justru terletak pada percakapan dan pemikiran yang muncul sepanjang perjalanan. Pirsig mengajak pembaca melihat bahwa eksplorasi dunia luar bisa berjalan bersamaan dengan perjalanan ke dalam diri sendiri. Buku ini mungkin terasa cukup berat karena dipenuhi gagasan filosofis, tetapi pembaca yang bersedia mengikutinya bisa mendapatkan banyak bahan untuk direnungkan.

  5. 5. The Unbearable Lightness of Being — Milan Kundera

    The Unbearable Lightness of Being.
    The Unbearable Lightness of Being (harpercollins.com)

    The Unbearable Lightness of Being menghadirkan gagasan filosofis melalui hubungan yang jauh lebih intim dan kompleks. Novel Milan Kundera mengikuti beberapa karakter yang berhadapan dengan cinta, perselingkuhan, kebebasan, seksualitas, dan pilihan hidup. Di tengah hubungan mereka, muncul pertanyaan tentang konsep "eternal recurrence" atau gagasan bahwa kehidupan mungkin terus berulang tanpa akhir.

    Kundera kemudian menggunakan gagasan tersebut untuk mempertanyakan apakah hidup yang hanya terjadi sekali justru membuatnya terasa lebih ringan atau malah lebih berat. Novel ini menarik karena filosofinya tidak terasa terpisah dari kehidupan karakter. Pembaca bisa melihat bagaimana gagasan tentang kebebasan dan pilihan memengaruhi hubungan mereka, termasuk keputusan yang terkadang menyakitkan.

    Buku-buku ini menunjukkan bahwa bacaan yang mengubah hidup tidak harus berupa buku motivasi dengan daftar langkah untuk menjadi sukses. Dari lima buku tersebut, mana yang paling membuat mereka penasaran untuk dibaca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More