Di era TikTok dan Instagram, belajar tidak lagi sekadar membuka buku lalu mencatat. Banyak pelajar dan mahasiswa Gen Z mulai membuat catatan berwarna-warni, menggunakan highlighter pastel, stiker lucu, hingga tata letak yang estetik. Fenomena notes aesthetic bahkan menjadi tren tersendiri di media sosial karena dianggap membuat belajar terasa lebih menyenangkan.
Namun di saat yang sama, para ahli pendidikan semakin sering merekomendasikan metode lain yang disebut active recall. Lalu, jika tujuan utamanya adalah memahami dan mengingat pelajaran, mana yang sebenarnya lebih efektif: notes aesthetic atau active recall?
