6 Cara agar Gak Enakan setelah Menolak Permintaan Orang

- Percaya dia tidak menganggapnya sebagai masalah besar
- Yakin ada orang lain yang lebih tepat untuk mengabulkan permintaannya
- Ingat sesering apa kamu menuruti permintaan orang lalu merugi
Kamu tipe orang yang gak enakan, tapi sedang belajar untuk menolak beberapa permintaan orang. Tidak semata-mata dirimu berbohong, melainkan memang terkadang permintaannya di luar kemampuanmu. Keputusanmu menolaknya sudah tepat.
Jika kemampuanmu buat mengabulkannya tidak ada tentu tak bisa dipaksakan. Masalahnya, penolakan itu justru meninggalkan beban di hatimu. Kamu merasa sangat gak enak pada seseorang.
Tambah dekat hubungan kalian selama ini, dirimu menjadi berpikir sudah melakukan kejahatan. Kamu merasa bukan sahabat, saudara, atau tetangga yang baik. Kemudian, bagaimana cara agar gak enakan setelah menolak permintaan orang? Jangan buat dirimu overthinking kemudian kembali ke sifat sebelumnya yang sulit berkata tidak pada orang lain.
1. Percaya dia tidak menganggapnya sebagai masalah besar

Kamu mungkin sudah yakin sekali seseorang marah padamu karena penolakan itu. Pertanyaannya sederhana saja. Benarkah dia marah atau menunjukkan tanda-tanda kemarahan?
Jika dia bahkan sempat bilang tidak apa-apa kalau dirimu gak bisa memenuhi permintaannya, masih tersenyum, dan pergi atau menutup telepon dengan sopan artinya aman. Tentu ia berharap kamu dapat membantunya. Akan tetapi, dia juga telah menyiapkan mental seandainya dirimu tidak bisa melakukannya.
Hindari dirimu menduga-duga perasaan orang padahal tak ada petunjuk yang kuat. Itu hanya akan membesarkan kekhawatiranmu. Sehingga hal-hal negatif yang tadinya cuma dibayangkan olehmu seakan-akan menjadi nyata.
2. Yakin ada orang lain yang lebih tepat untuk mengabulkan permintaannya

Kamu sudah bertindak benar dengan melihat kemampuanmu. Tidak ada lagi sikap memaksakan diri hanya untuk menyenangkan orang lain. Namun, dirimu menjadi cemas memikirkan orang yang tadi meminta sesuatu padamu.
Apalagi jika itu permintaan tolong. Jangan-jangan dia masih kebingungan mencari bantuan. Tenangkan dirimu. Seandainya ia sudah ke sana kemari dan gak memperoleh pertolongan yang diharapkan, besar kemungkinan dia kembali lagi padamu.
Apabila itu tak terjadi, boleh jadi sudah ada orang lain yang membantunya. Orang yang tidak hanya punya jiwa sosial, melainkan secara kemampuan memang ada. Bantuannya menjadi cepat serta tepat.
3. Ingat sesering apa kamu menuruti permintaan orang lalu merugi

Kamu sedang dihantui rasa bersalah sebab tidak memenuhi permintaan seseorang. Netralkan perasaanmu dengan mengingat sejumlah pengalaman buruk selepas dirimu terlalu baik sama orang. Apa pun keinginan mereka, dirimu mengiakan saja.
Ujung-ujungnya kamu malah menanggung kerugian. Misal, teman memintamu mengantarkannya ke suatu tempat. Pikirmu, setelah kamu mengantarkannya ya selesai. Akan tetapi, ternyata dia memintamu mampir ke sejumlah lokasi.
Pun di masing-masing persinggahan cukup lama. Kamu rugi waktu, bahan bakar, serta secara emosi jadi negatif. Sikap selektifmu hari ini terhadap permintaan orang sudah tepat. Kamu gak jahat sama orang lain. Kamu cuma mesti melindungi diri dari hal-hal yang tidak menyenangkan.
4. Juga pengalamanmu mengalami penolakan

Di dunia ini tidak setiap kehendakmu pada orang lain bersambut. Kalau sekarang kamu di posisi yang menolak permintaan orang lain, dirimu juga pernah mengalami hal sebaliknya. Permintaanmu akan sesuatu tidak dipenuhi seseorang.
Bahkan boleh jadi caranya menolak seribu kali lebih buruk daripada caramu hari ini. Bukan berarti sekarang waktumu untuk membalas dendam dengan sengaja menolak permintaan orang-orang padamu. Cuma ambil beberapa poin pentingnya.
Pertama, dirimu waktu itu hanya agak kecewa, tapi tidak sampai membenci orang yang menolakmu. Kedua, ternyata ada jalan-jalan lain buat terkabulnya suatu keinginan. Tak harus lewat dia. Ketiga, pengalaman menunjukkan bahwa hidupmu sampai sekarang masih baik-baik saja.
Kesediaan orang memenuhi kemauanmu ternyata bukan segalanya. Itu pula yang akan terjadi pada orang yang permintaannya ditolak olehmu. Dunianya tak lantas berhenti berputar.
5. Berhenti memikirkannya dan lakukan hal-hal lain

Kamu cuma lagi overthinking. Berpikir berlebihan tentang sesuatu yang dicemaskan akan membuatnya seperti gelembung yang terus membesar. Perasaanmu tambah gak enak. Sampai-sampai dirimu ingin sekali menemui atau menelepon orang itu buat mencabut penolakan.
Kalau itu dilakukan justru kamu terkesan mempermainkannya. Tenangkan dirimu. Alihkan perhatianmu dari hal tersebut. Kamu bahkan dapat lebih menyibukkan diri ketimbang biasanya untuk mengusir pikiran yang tak jelas.
6. Nanti bersikap biasa saja saat bertemu kembali

Barangkali saking kamu merasa gak enak pada seseorang menjadi ingin berusaha menghindarinya. Pokoknya jangan sampai kalian bertemu. Bila pertemuan terjadi, kamu gak tahu mesti bersikap seperti apa.
Jawabannya jelas, bersikaplah biasa-biasa saja kapan pun kalian berjumpa. Tak perlu dirimu berusaha menghindarinya. Kalau upayamu menghindar dirasakannya justru menimbulkan beban di hatinya. Ia menjadi berpikir tempo hari telah membuatmu amat tidak nyaman dengan permintaannya.
Kamu juga dapat dikira marah padanya. Padahal, malah kamu khawatir dia yang marah padamu. Waktunya kalian bertemu, tetaplah menyapanya seperti biasa. Dirimu bahkan dapat secara langsung menanyakan kelanjutan permintaannya padamu.
Misal, seseorang minta dipinjami uang. Kamu menolak sebab sama-sama lagi bokek. Dirimu dapat bertanya pinjaman uang telah berhasil diperolehnya atau belum.
Ketika sudah menerapkan cara agar gak enakan setelah menolak permintaan orang, kini kamu selangkah lebih maju dari selalu memenuhi permintaan menjadi berani menolak. Tinggal sekarang dirimu mesti bertarung dengan rasa tak enak setelahnya. Namun, jangan khawatir. Sekali kamu berhasil melakukan cara-cara di atas ke depan pasti lebih santai.

















