Ramadan sering digambarkan sebagai bulan yang penuh ketenangan, kebersamaan, dan energi positif. Namun, di balik suasana tersebut, gak sedikit orang yang justru merasa tertekan secara sosial. Undangan bukber yang datang bertubi-tubi, tuntutan hadir di acara keluarga, hingga ekspektasi menjadi ‘lebih religius’ bagi sebagian orang bisa terasa melelahkan.
Sayangnya, rasa lelah ini sering dipendam karena takut dianggap gak bersyukur atau kurang beriman. Padahal, tekanan sosial selama Ramadan adalah hal yang nyata dan wajar dirasakan. Perubahan ritme hidup ditambah tuntutan sosial bisa membuat mental ikut kewalahan. Menghadapi social pressure bukan berarti menjauh dari nilai Ramadan, justru tekanan ini juga perlu diatasi agar kamu tetap sehat secara emosional. 5 cara berikut bisa kamu lakukan untuk mengatasi social pressure yang sedang kamu alami.
