Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Jaga Sikap Optimis saat Kondisi Keuangan Belum Membaik

4 min read
Cara Jaga Sikap Optimis saat Kondisi Keuangan Belum Membaik
ilustrasi optimis (pexels.com/Marcus Aurelius)
  • Akui kondisi keuangan yang sulit tanpa berpura-pura positif; menerima keterbatasan saat ini bukan berarti menyerah, melainkan langkah awal melihat masalah secara jujur.
  • Tetapkan target realistis seperti tidak menambah utang, membayar cicilan tepat waktu, dan menjaga uang cukup hingga gajian, tanpa mengikuti pengeluaran orang lain.
  • Jangan resign tanpa pemasukan pengganti; sambil bekerja, cari peluang baru dan bangun harapan dari progres kecil seperti kenaikan gaji atau berkurangnya cicilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Punya pemasukan tetap bukan berarti kondisi keuangan langsung terasa aman. Tak jarang siklusnya selalu sama, gaji masuk, bayar kos atau cicilan, belanja kebutuhan, bayar tagihan, lalu sisanya tinggal sedikit untuk bertahan ke bulan berikutnya.

Situasi seperti ini bisa berlangsung cukup lama sampai seseorang mulai bertanya-tanya apakah kondisi keuangannya memang akan terus begini selama-lamanya. Kalau belum ada perubahan besar yang bisa diandalkan, menjaga sikap optimis memang bukan perkara gampang, namun bukan mustahil untuk kamu lakukan. Makanya, yuk cari tahu sama-sama bagaimana cara jaga sikap optimis saat kondisi keuangan belum membaik!

  1. 1. Akui kalau memang sedang sulit

    ilustrasi tidak punya uang
    ilustrasi tidak punya uang (pexels.com/Ahsanjaya)

    Gak semua masalah keuangan perlu ditanggapi dengan kalimat positif. Ketika uang yang tersisa cuma cukup untuk kebutuhan sampai gajian berikutnya, wajar kalau kamu merasa khawatir atau kesal. Memaksakan diri berkata “aku harus bersyukur” setiap kali melihat saldo justru bisa membuat masalah yang sebenarnya ada terasa seperti tabu untuk dibicarakan.

    Mengakui keadaan bukan berarti menyerah. Kamu bisa mengatakan kepada diri sendiri bahwa saat ini memang sedang kekurangan, belum mampu menabung sebanyak yang diinginkan, atau belum punya uang untuk membeli sesuatu yang sudah lama diincar. Dari situ, kamu gak perlu berpura-pura semuanya baik-baik saja hanya supaya terlihat optimis.

  2. 2. Jangan membuat target yang malah menambah beban

    ilustrasi target keuangan
    ilustrasi target keuangan (unsplash.com/Sincerely Media)

    Saat kondisi keuangan sedang seret, target seperti menabung puluhan juta dalam setahun tentu terasa mustahil. Begitu beberapa bulan berlalu dan jumlah tabungan masih sedikit, target tersebut malah bisa membuat kamu merasa gagal terus-menerus. Padahal, masalahnya mungkin memang pemasukanmu belum cukup besar untuk mengejar angka tersebut.

    Untuk sementara, targetnya bisa dibuat lebih realistis dengan keadaan sekarang. Misalnya, berusaha tidak menambah utang baru, membayar cicilan tepat waktu, atau menyisakan sedikit uang sampai gajian berikutnya. Kedengarannya sederhana, tetapi ketika uang sedang terbatas, berhasil melewati satu bulan tanpa masalah baru juga patut mendapat apresiasi.

  3. 3. Jangan memaksa diri membeli sesuatu hanya karena orang lain sudah punya

    ilustrasi membeli barang secara online
    ilustrasi membeli barang secara online (pexels.com/Marcial Comeron)

    Teman-teman kamu mungkin sudah bisa liburan ke luar negeri, membeli ponsel edisi terbaru, nongkrong di tempat fancy, atau mulai mencicil rumah. Sementara itu, kamu masih menghitung apakah uang bulan ini cukup untuk kebutuhan pokok dan tagihan. Melihat perbedaan tersebut terus-menerus memang hanya akan membuat keadaan diri sendiri terasa semakin buruk.

    Kamu gak harus mengikuti pengeluaran orang lain hanya supaya gak merasa tertinggal. Kalau memang belum punya uang untuk liburan atau mengganti barang yang masih bisa dipakai, menundanya bukan berarti hidupmu gagal. Ada masa ketika pilihan paling masuk akal memang bukan membeli sesuatu, melainkan menjaga uang yang ada supaya cukup sampai akhir bulan.

  4. 4. Jangan resign sebelum punya jalan keluar yang lebih aman

    ilustrasi resign
    ilustrasi resign (pexels.com/RDNE Stock project)

    Pekerjaan yang gajinya terasa kurang mungkin membuatmu ingin segera mencari tempat baru. Namun, kalau kondisi keuangan sedang pas-pasan, berhenti tanpa pemasukan pengganti justru bisa membuat keadaan jauh lebih sulit. Bertahan sementara di pekerjaan yang gak ideal bukan berarti kamu harus menyukai pekerjaan tersebut atau menerima keadaan selamanya.

    Sambil tetap bekerja, kamu bisa mencari lowongan lain, memperbarui CV, melihat kisaran gaji, atau mempelajari kemampuan yang memang dibutuhkan di pekerjaan incaran. Mungkin prosesnya gak langsung menghasilkan pekerjaan baru bulan depan. Setidaknya, kamu gak berhenti pada keluhan “gaji gue segini-segini aja” tanpa melakukan apa pun karena masih ada progres yang sedang diupayakan.

  5. 5. Sisakan sedikit ruang untuk membayangkan keadaan yang berbeda

    ilustrasi membayangkan kemungkinan terbaik
    ilustrasi membayangkan kemungkinan terbaik (pexels.com/cottonbro studio)

    Terakhir, cara jaga sikap optimis saat kondisi keuangan belum membaik adalah membayangkan masa depan yang lebih baik. Ketika setiap bulan habis untuk kebutuhan, membayangkan masa depan yang lebih baik kadang terasa seperti sesuatu yang mewah. Kamu mungkin belum tahu kapan bisa punya tabungan yang cukup, melunasi utang, atau mendapatkan pekerjaan dengan gaji lebih besar. Gak perlu memaksa diri menentukan kapan semua itu terjadi karena memang belum ada yang bisa menjaminnya.

    Cukup pikirkan kemungkinan yang masuk akal berdasarkan hal yang sedang kamu usahakan sekarang. Mungkin bukan langsung punya rumah atau tabungan ratusan juta, melainkan mendapatkan kenaikan gaji, menemukan pekerjaan dengan penghasilan lebih baik, atau berhasil mengurangi satu cicilan. Harapan seperti ini memang gak langsung mengubah saldo rekening, tetapi setidaknya membuat kamu punya alasan untuk terus mencari jalan keluar tanpa berpura-pura bahwa keadaan sedang baik-baik saja.

    Kondisi keuangan yang sulit memang gak selalu bisa diselesaikan hanya dengan mengubah cara berpikir. Ada orang yang sudah berhemat, tetapi gajinya memang belum cukup. Ada pula yang sudah mencari pekerjaan tambahan tetapi belum menemukan kesempatan yang pas. Dalam keadaan seperti itu, menurutmu apa yang paling sulit dijaga? Uangnya, semangatnya, atau harapan bahwa keadaan suatu hari bisa berubah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More