Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Membayar Fidyah Ibu Menyusui dengan Uang, Lengkap!
ilustrasi membayar fidyah ibu menyusui dengan uang (pexels.com/ Ahsanjaya)
  • Ibu menyusui yang tidak berpuasa wajib mengganti dengan fidyah, dihitung berdasarkan jumlah hari puasa yang ditinggalkan selama Ramadan.

  • Nominal fidyah per hari umumnya setara harga satu porsi makanan pokok, sekitar Rp60.000, bisa disesuaikan dengan daerah masing-masing.

  • Pembayaran fidyah dilakukan dengan niat ikhlas lalu disalurkan kepada fakir miskin secara langsung atau lewat lembaga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua ibu menyusui mampu menjalankan puasa Ramadan secara penuh. Karena kebutuhan bayi atau kondisi kesehatan, sebagian ibu akhirnya tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidyah. Itulah sebabnya banyak orang mencari cara membayar fidyah ibu menyusui dengan uang.

Secara sederhana, cara membayar fidyah ibu menyusui dengan uang adalah dengan menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Kemudian, mengonversinya ke nilai makanan pokok sebelum diberikan kepada fakir miskin.

Jika kamu masih bingung tentang langkahnya, berikut penjelasan lengkap yang harus diperhatikan. Simak dengan baik.

Cara membayar fidyah ibu menyusui dengan uang

Cara membayar fidyah ibu menyusui dengan uang dilakukan dengan menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan, menentukan nominal fidyah, lalu menyalurkannya kepada fakir miskin. Berikut langkah-langkahnya.

1. Hitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan

Langkah pertama adalah menghitung berapa hari kamu tidak berpuasa selama Ramadan karena menyusui. Misalnya, tidak puasa 7 hari, 15 hari, atau 30 hari. Jumlah ini akan menjadi dasar perhitungan fidyah.

2. Tentukan nominal fidyah per hari

Setelah mengetahui jumlah hari, tentukan nilai fidyah per hari. Banyak lembaga zakat menggunakan kisaran Rp60.000 per hari, tetapi nominal ini bisa berbeda tergantung harga makanan di daerahmu.

3. Hitung total fidyah yang harus dibayar

ilustrasi menghitung fidyah yang harus dibayar ibu menyusui (pexels.com/Karola)

Kalikan jumlah hari puasa yang ditinggalkan dengan nominal fidyah per hari. Contoh penghitungannya:

  • 10 hari tidak puasa × Rp60.000 = Rp600.000

  • 20 hari tidak puasa × Rp60.000 = Rp1.200.000

Dengan perhitungan ini, fidyah yang dibayarkan setara dengan makanan yang seharusnya diberikan kepada fakir miskin.

4. Niatkan fidyah sebagai pengganti puasa

Sebelum menyalurkan fidyah, kamu perlu meniatkan dalam hati bahwa uang yang diberikan merupakan fidyah sebagai pengganti puasa Ramadan yang tidak dijalankan karena menyusui. Dalam Islam, niat menjadi bagian penting dari setiap ibadah karena tindakan tersebut dilakukan untuk Allah.

Melansir NU Online, berikut niat fidyah yang bisa dibaca:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هٰذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ إِفْطَارِ صَوْمِ رَمَضَانَ لِلْخَوْفِ عَلَى وَلَدِيْ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anaku, fardhu karena Allah."

5. Salurkan kepada fakir miskin

Langkah terakhir adalah memberikan fidyah kepada orang yang berhak. Kamu bisa menyalurkannya dengan beberapa cara, yaitu:

  • Memberikan langsung kepada fakir miskin

  • Menyalurkan melalui lembaga zakat seperti BAZNAS

  • Membayar melalui layanan fidyah online.

Berapa besaran fidyah ibu menyusui jika dibayar uang?

Besaran fidyah biasanya setara satu porsi makanan untuk satu orang per hari. Karena itu, nominal fidyah dihitung dari harga makanan pokok di suatu daerah.

Di Indonesia, banyak lembaga memperkirakan fidyah sekitar Rp60.000 per hari. Nilai ini dianggap setara dengan satu porsi makanan yang layak untuk fakir miskin.

Contoh perhitungan:

  • 1 hari tidak puasa = Rp60.000

  • 10 hari tidak puasa = Rp600.000

  • 30 hari tidak puasa = Rp1.800.000

Tips membayar fidyah ibu menyusui agar tepat

ilustrasi ibu menyusui membayar fidyah dengan uang (freepik.com/freepik)

Agar fidyah yang kamu bayarkan sesuai ketentuan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Meskipun terlihat sederhana, kesalahan perhitungan atau penyaluran fidyah bisa tidak tepat sasaran.

Berikut beberapa tips agar pembayaran fidyah ibu menyusui tetap sesuai syariat dan tepat manfaat:

  • Hitung jumlah hari puasa dengan teliti agar nominal fidyah tidak kurang atau berlebihan

  • Sesuaikan nominal dengan harga makanan pokok di daerah tempat tinggalmu

  • Pastikan penerima adalah fakir miskin, bukan sembarang orang

  • Fidyah boleh dibayar sekaligus setelah Ramadan jika lebih mudah

  • Gunakan lembaga terpercaya jika kamu tidak mengetahui penerima secara langsung.

Kesimpulan

Itulah cara membayar fidyah ibu menyusui dengan uang. Rumusnya adalah menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan, lalu mengonversinya ke nilai makanan pokok dan memberikannya kepada fakir miskin.

Fidyah sering dihitung sekitar Rp60.000 per hari, tetapi nominal ini bisa menyesuaikan harga makanan di daerah masing-masing. Dengan memahami cara perhitungan dan penyalurannya, kamu bisa membayar utang puasa karena menyusui. Jadi, sekarang sudah tahu caranya, kan?

FAQ seputar cara membayar fidyah ibu menyusui dengan uang

Bayar fidyah selama 30 hari berapa?

Jika satu hari fidyah sekitar Rp60.000, maka fidyah selama 30 hari sekitar Rp1.800.000.

Berapa kilo fidyah ibu menyusui?

Fidyah ibu menyusui umumnya setara 1 mud makanan pokok, sekitar 675—750 gram beras per hari puasa yang ditinggalkan.

Apakah ibu menyusui tidak puasa wajib bayar fidyah?

Ibu menyusui yang tidak puasa karena khawatir terhadap kesehatan diri atau bayinya wajib mengganti dengan fidyah atau qadha puasa.

Berapa rupiah bayar fidyah 30 hari?

Jika fidyah dihitung sekitar Rp60.000 per hari, maka untuk 30 hari sekitar Rp1.800.000.

Fidyah ibu menyusui diberikan kepada siapa?

Fidyah diberikan kepada fakir miskin, yaitu orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melalui proses editing oleh tim content IDN Times untuk memastikan kualitas serta ketepatan informasi.

Editorial Team